[One-Shot] The Only One

Im YoonaXi Luhan

 

Cahaya redup matahari  terasa sangat pas menggambarkan suasana hati sepasang pria dan wanita yang tengah terduduk diam berhadapan satu sama lain. Sudah hamper 2 tahun sejak keduanya terakhir bertemu dan matahari yang memancarkan suasana hangat pun tidak dapat menutupi rasa canggung yang tengah menyelimuti diantara mereka.

“Apa kabarmu?”

Adalah satu-satunya hal yang keluar dari mulut sang pria setelah berdiam diri selama hampir 15 menit. Sang wanita, tanpa mengangkat kepalanya sama sekali, hanya mengangguk dan menjawab dengan suara lembutnya, “aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

Sang pria memberanikan dirinya untuk memandang sosok wanita yang ada dihadapannya. Wanita itu sama sekali tidak berubah. Wajahnya masih sama seperti saat 2 tahun yang lalu, hari dimana dia piker itulah kali terakhir ia dapat melihatnya. Satu-satunya yang berubah dari wanita itu hanyalah rambutnya yang tumbuh semakin panjang.

2 tahun yang lalu, dia sering menyarankannya agar memelihara rambutnya hingga panjag agar dia bisa terlihat lebih feminine tapi sang wanita menolak dengan mengatakan ‘memiliki rambut yang panjang bukanlah hal yang aku sukai’ walaupun pria ini duah memintanya beratus-ratus kali.

“Kau… memanjangkan rambutmu,” pria itu sekali lagi mengeluarkan suaranya dan kembali dibalas dengan sebuah anggukan oleh sang wanita.

Memecahkan suasana canggung diantara mereka, seorang pelayan wanita menghampiri mereka dan menyodorkan menu pada keduanya.

“Chocomint ice cream,” keduanya berkata secara bersamaan. Mereka tersentak kaget dan saling memandang wajah masing-masing. Sang wanita terlebih dahulu mengeluarkan tawanya disusul dengan senyuman dari sang lelaki.

“2 chocomint ice cream,” ujar sang lelaki kepada pelayan tersebut. “Setidaknya kau tidak mengubah rasa ice cream favoritmu.”

Wanita itu memberikan senyuman lembutnya dan kembali mengangguk pelan. “Apa yang kau lakukan saat ini, Han?” untuk pertama kalinya, wanita itu mengambil inisiatif untuk memulai percakapan.

“Aku? Aku sudah lulus kuliah tahun lalu dan sekarang aku bekerja di rumah sakit swasta disini. Bagaimana denganmu, Yoong?” wanita itu terbelalak kaget mendengar  bagaimana pria dihadapannya memanggilnya dengan nama ‘Yoong’. Sebagai gantinya, pria itu juga tidak kalah kaget atas apa yang telah dia ucapkan.  Suasana hening kembali menyelimuti keduanya.

“Lucu,” gumam sang wanita. Pria itu mengangkat kepalanya dan raut heran di wajahnya terpancar jelas. “Lucu?” tanyanya.

“Iya.Tidakkah kau berpikir ini sangat lucu? Kau masih memanggilku dengan nama itu walaupun ini adalah pertama kalinya kita bertemu setelah 2 tahun berlalu.”

“Aku rasa aku tidak dapat memanggilmu dengan nama lain,” jawab pria itu pelan.

“Tentu saja bisa! Kau hanya perlu memanggilku dengan nama asliku, Im Yoona,” jawab wanita bernama Yoona itu dengan senyuman. Pria itu memandang wanita di hadapannya dengan tatapan takjub. “Kau tidak perlu memasang topengmu dihadapanku, Yoong.”

Jangan, aku mohon jangan. Kau hanya akan membuatku lebih lemah.

“Aku menjadi instruktur tari sekarang,” ungkap wanita itu tanpa diminta. “Kau tahu persis aku suka menari, kan?” Pria itu mengangguk lembut.

Terjadi lagi. Keduanya diam sehingga suasana hening kembali datang.

Apa yang sebenarnya terjadi diantara kita? Kesalahan apa yang terdapat diantara kita?

“Ehm, Luhan-ah,” panggil wanita itu. Luhan mengangkat kedua alisnya menanggapi panggilan dari wanita itu. “Aku rasa aku harus pergi sekarang. Aku ada kelas setengah jam lagi dan aku akan mendapat masalah jika telat datang.”

Sepercik rasa kecewa dari wajah Luhan dapat dilihat oleh Yoona namun wanita itu memutuskan untuk membiarkannya.

Jika kau pergi sekarang, aku tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi.

“Baiklah kalau begitu. Aku juga harus berada di rumah sakit dalam waktu satu jam kedepan.”

Kita hanya akan menjadi orang asing setelah kita berpisah disini.

“Kalau begitu, senang bertemu denganmu hari ini, Xi Luhan-ssi.”  It hurts and hurts and it’s foolish but good bye

“Senang bertemu denganmu juga, Im Yoona.” Though I may never see you again, you’re the only one .

 

 

————————————————————————————————–

image cr: tumblr.

Iklan

5 thoughts on “[One-Shot] The Only One

  1. Baru bacaaa…gantung thor tapi bagus. Eh tapi bentar aihhh itu foto editannya aku kepajang tuh disitu //ceritanya terharu// //pletak//

    • oya? beneran itu fotony kamu yg buat/edit? duuhhh maaf ya aku makenya ga ngomong abis nemunya di google image sih. maaf ya aku ga ijin dulu. aku pake karena gambarnya bagus aja hehee…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s