[OneShot] Dear Diary

Dear Diary
Shim Changmin - Choi Sooyoung 

Dear diary,
Cuaca hari ini benar-benar cerah. Aku memutuskan untuk tinggal diluar lebih lama namun ibu melarangku dan membawaku masuk ke dalam. Kau tahu persis betapa aku benci hanya berdiam diri di dalam kamar kan?

Huhh~ Tapi aku juga tidak bias berbuat apa-apa. Aku tahu ibu hanya mengkhawatirkanku makanya aku tidak mau melawan kata-katanya. Aku hanya takut dia sedih. Maka disinilah aku sekarang. Aku tidak memiliki siapa-siapa selain ibu di dunia ini… dan kau tentunya.

Aku tidak tahu kepada siapa lagi bisa mencurahkan segala perasaanku selain padamu. Jika aku ceritakan masalah-masalah dan keluhanku kepada ibu maka dia akan sedih. Aku benci melihatnya sedih hanya karenaku.

Jadi aku harap kau tidak akan pernah bosan mendengar ocehanku ya~ Kau juga harus berjanji akan selalu ada disampingku dan tidak pernah meninggalkanku sampai akhirnya aku yang pergi meninggalkanmu duluan, aracchi? Yaksuk


———————————————–
Dear diary,

Hari ini aku mengalami sesuatu hal yang membuatku kesal! Aku bertemu dengan seorang pria tinggi yang benar-benar menyebalkan! Dia selalu melihatku dengan mata besarnya, seakan-akan dia ingin memakanku. Apa dia tidak pernah belajar sopan santun? Walaupun dia sangat tinggi, tapi dia tidak tampan. Matanya besar, bibirnya tipis dan lebar dan dia juga tidak pernah tersenyum atau tertawa. Bukankah itu sangat menyebalkan? AAAH! AKU MEMBENCINYA!


———————————————–
Dear diary,

Kenapa akhir-akhir ini aku selalu sial? Aku bertemu lagi dengan pria itu hari ini! Kali ini dia tidak hanya mendelik padaku, dia juga membentakku! Bukan salahku jika aku memandangnya dengan tatapan aneh, wajahnya saja sudah aneh, kelakuannya apa lagi. Dan suaranya?? Aww… sama sekali bukan suara seorang pria yang berwibawa seperti di dalam drama! Dia berteriak dengan suara cemprengnya! Aaah, aku benci sekali jika mengingatnya.

Dia juga mengataiku gadis yang tidak tahu sopan santun. Waah~ chinja! Bukan aku duluan yang mendelik kepada orang lain! Awas saja jika aku bertemu lagi dengannya, aku pasti akan menghajarnya habis-habisan!


———————————————–
Dear diary,

Hari ini aku kembali membuat omma sedih. Aku pingsan dan harus dirawat di rumah sakit. Omma bilang bahwa aku tidak boleh memikirkan hal yang aneh-aneh dan harus banyak beristirahat, tapi bagaimana mungkin aku bias melakukan hal itu setelah membuat omma sedih? Aku benar-benar anak yang tidak berguna!


———————————————–
Dear diary,

Lagi! Aku bertemu lagi dengan pria itu! Kau masih ingat dia kan? Pria tinggi dengan mata besar dan suara nyaring. Kenapa dunia ini begitu sempit? Bahkan ditempat seperti ini pun aku bias bertemu dengannya. Dia menatapku dengan pandangan yang sulit dijelaskan, tapi dia tidak lagi mendelik atau berteriak padaku, tapi tetap saja dia juga tidak tersenyum atau menyapaku.

Pria itu… aku bias melihat kesedihan dari matanya. Yah, walaupun matanya besar dan mendelik seperti ikan tapi tetap saja sesuatu yang ada di dalam matanya membuatku penasaran dengannya.

Apakah aneh jika dalam hatiku aku sedikit berharap agar bias bertemu atau mungkin bicara padanya?


———————————————–
Dear diary,

Hari ini aku sudah keluar dari rumah sakit! Aaah, betapa nyamannya berada di rumah. Omma menyuruhku untuk tidak keluar rumah dulu beberapa hari ini. Baiklah, walaupun aku tidak menyukai ide itu namun aku harus menurutinya. Ingat, aku tidak mau membuat omma sedih, kan?


———————————————–
Dear diary,

Waah, sudah lama sejak terakhir kali aku menulis disini. Coba kuingat-ingat! Hm.. mungkin sekitar 3 bulan? Kekeke~ Mian. Kau tahu kan aku harus menjalani beberapa ‘urusan’ bersama omma dan itu sangat memakan waktu serta tenaga ku tapi sebagai bonusnya aku bisa lebih lama bersamamu. Bukankah itu bayaran yang pantas? Aku tahu kau pasti bahagia mendengar hal ini, bukan?

Oh ya, kau masih ingat kan pria tinggi bermata besar itu? Selama 3 bulan terakhir ini aku selalu bertemu dan coba kau tebak apa yang terjadi? Ayo tebak… Ah, kau benar-benar payah! Baiklah, aku menyerah. Aku dan dia akhirnya berteman. Yaaa, walaupun butuh sedikit usaha namun akhirnya aku bisa bicara dengannya.

Ternyata dia tidak seburuk yang selama ini aku pikirkan. Dia memiliki pribadi yang lumayan baik ketika kau sudah mengenalnya, tapi tetap saja, walaupun begitu aku masih takut dengan mata besarnya. Tapi aku benar-benar tulus ketika bilang bahwa dia adalah orang yang baik.

Ayahnya dirawat di rumah sakit karena sesuatu hal jadi selama beberapa bulan ini dia selalu menjaganya. Aku rasa itu lah hal yang membuatnya sedih. Oh ya, apa aku sudah bilang bahwa dia lebih tua 2 tahun dariku?

Hmm… walaupun dia tidak begitu tampan tapi harus aku akui bahwa senyum nya mirip dengan Jerry Yan ajhussi!!! Waah, kau pasti sekarang sedang membayangkan senyumannya kan? Kekeke~ Kau boleh mengambilnya tapi tidak dengan Jerry Yan ajhussi ya, dia milikku!

———————————————–
Dear diary,

Hari ini, sesuatu yang buruk telah terjadi. Ajhussi… dia tidak bisa bertahan. Aku menerima kabar ini dari oppa semalam dan sejak tadi pagi aku berada di rumahnya untuk menemaninya. Oppa banyak menangis hari ini. Melihatnya menangis membuatku memikirkan omma. Aku takut nantinya omma akan seperti itu.

Walaupun banyak menangis tapi oppa tetap tersenyum sesekali padaku, walaupun aku tahu itu adalah senyuman yang dipaksakan. Aku bilang padanya agar dia tetap kuat dan bisa melanjutkan hidupnya dengan baik dan aku berjanji akan terus selalu disampingnya selama aku mampu. Diary, aku pikir aku sudah mulai mencintai oppa.


———————————————–
Dear diary,

Celaka! Aku benar-benar sudah jatuh cinta pada oppa! Aish chinja! Apa yang sudah ku pikirkan? Bobo! Bagaimana mungkin aku mengungkapkan perasaanku padanya tadi sore? Aku benar-benar babo! Babo! Babo!
Aah~ Apa yang harus aku lakukan jika nanti aku bertemu dengannya? Aku benar-benar bodoh!!


———————————————–
Dear diary,

Aku tidak tahu apakah aku harus malu atau senang, atau malah kedua-duanya!! Hari ini oppa dating ke rumah. Aku menolak untuk menemuinya tapi omma mempersilahkannya masuk ke dalam kamarku! Aish~ omma chinja!
Aku rasa wajahku semerah tomat tadi dan itu benar-benar membuatku malu.

Tapi oppa mengatakan sesuatu yang membuatku bahagia selama aku hidup di dunia ini. Oppa bilang dia juga menyukaiku!!! Bukankah ini hebat? Ah, hidupku benar-benar baik.

Apa kau tahu? Oppa tadi juga memelukku dan dia juga MENCIUMKU!! Aaahh, molla molla!!!


———————————————–
Dear diary,

Diary, hari ini aku sudah resmi dilamar oleh oppa. Dia bilang dia ingin menghabiskan hidupnya bersamaku. Jujur saja, aku sempat ragu beberapa saat namun omma menyetujui jika aku ingin menikah. Omma bilang oppa adalah pria terbaik yang pantas untuk mendapatkanku.

Walaupun tadi omma lagi-lagi menangis karenaku, tapi setidaknya kali ini dia menangis karena bahagia, bukan karena sedih seperti biasanya. Oppa, gumawo. Kau telah membuatku kembali hidup dan memberiku kesempatan untuk membuat omma bahagia.


———————————————–
Dear diary,

Eotekke? Besok adalah hari pernikahanku! Tidakkah kau pikir ini terlalu cepat? Sekarang sudah pukul 3:24 am tapi aku masih tetap tidak bisa tidur! Bagaimana jika besok aku melakukan kesalahan? Bagaimana jika besok oppa membatalkan pernikahannya denganku dan pergi meninggalkanku? Tapi aku yakin bahwa oppa tidak akan melakukan hal itu. Aku tahu—annyi, aku yakin bahwa dia mencintaiku dengan tulus.

Aku berharap aku tidak akan melakukan kesalahan apapun besok dan semuanya akan berjalan lancar dan baik-baik saja.


———————————————–
Dear diary,

Akhirnya aku telah resmi menjadi istri seseorang! Aku dan oppa telah resmi menikah! Kau ingatkan apa yang dulu aku katakana tentangnya? Mata besar seperti ikan, bibir tipis yang lebar denga suara nyaring? Kau juga ingat kan betapa aku membenci hal-hal itu dan segala sesuatu yang menyangkut tentang dirinya? Hahaha~ aku rasa dulu aku terlalu naïf!

Sekarang semuanya terasa berbeda. Matanya… ketika dia melihatku maka aku bisa merasakan cintanya yang besar untukku melalui matanya. Kata-kata yang dikeluarkan dari bibirnya pun terdengar begitu manis dan suaranya… aku sangat suka ketika dia menyanyi untukku. Oppa selalu bernyanyi untukku dan suaranya pun sangat merdu. Aku heran kenapa dia tidak menjadi penyanyi.
Aaah~ Tidakkah berlebihan jika ku katakan bahwa suamiku adalah pria yang sempurna?


———————————————–
Dear diary,

Hari ini aku sudah membuat seseorang—ah annyi, 2 orang sedih. Aku sudah membuat dua orang yang paling aku cintai sedih dan meneteskan air mata mereka untukku. Kau tahu aku sangat membenci hal itu kan?


———————————————–
Dear diary,

Mereka bilang… sudah tidak ada harapan. Aku harus merelakannya. Mereka bilang tidak ada lagi usaha yang bisa ditempuh. Aku tahu bahwa semuanya akan sia-sia seperti ini tapi seperti yang omma bilang, tidak ada salahnya jika kita mencoba kan? Walaupun semua orang sudah putus asa tapi aku sama sekali tidak menyesal, marah atau takut. Justru aku sangat bahagia sekarang.

Disaat-saat sulit seperti ini aku memiliki orang-orang yang aku cintai disisiku. Omma, oppa dan… kau. Tidakkah kau berpikir bahwa aku adalah manusia paling beruntung yang pernah diciptakan oleh Tuhan? Jika dulu aku selalu berpikir bahwa Dia selalu bersikap tidak adil padaku tapi sekarang aku mengerti bahwa dia memiliki rencana lain untukku. Disaat-saat seperti ini aku memiliki omma dank au disampingku serta aku dipertemukan dengan pria yang sangat aku cintai.

Aku rasa semua ini memang sudah menjadi rencana-Nya. Menerima hal ini dan bertemu dengan orang-orang baru.

Diary, aku pernah bilang bahwa kau tidak boleh meninggalkanku sampai akhirnya aku meninggalkanmu kan? Diary, kau pasti bahagia sekarang kan? Aku memutuskan untuk melepaskanmu! Mianhae karena selama ini kau harus menahan dirimu karena mendengar ocehan-ocehanku. Kau tahu, aku tidak memiliki sahabat selain dirimu. Dan mianhae, aku harus meninggalkanmu terlebih dahulu. Aku tahu kau akan kesepian tapi kau tidak boleh menangis! Kau harus menjaga omma dan oppa untukk, aracchi?

Dan karena ini terakhir kalinya aku menulis disini, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepadamu. Karena kau lah aku bisa mengusir sedikit rasa kesepianku. Ah, aku tidak seharusnya berkata sedikit. Kau telah mengusir banyak rasa kesepianku!

Terima kasih diary, terima kasih karena kau sudah mampir dalam hidupku.

p.s: Bisakah aku minta bantuan darimu untuk terakhir kalinya? Bantu aku menyampaikan surat yang sudah ku tulis untuk oppa ya. Gumawo diary, annyeong… saranghae~

 “Changmin-ah!” suara ommo-nim terdengar dari luar. Aku buru-buru berdiri dan menghapus air mata dari wajahku.

“Changmin-ah, aku sudah mencarimu kemana-mana ternyata kau ada disini.” sebuah senyuman tergambar di wajah tua nya.

“Ne ommo-nim. Mianhae, aku hanya ingin duduk-duduk disini sebentar.” jawabku. Ommo-nim berjalan masuk dan menebarkan pandangannya kesekeliling ruangan.

Dia menutup matanya dan menghembuskan nafas secara perlahan. “Dia menghabiskan waktunya di kamar ini hampir 24 jam setiap harinya. Aku merasa bersalah karena aku tidak membiarkannya bermain diluar dulunya. Aku tahu dia benci dikurung dikamar tapi aku tetap saja melakukan hal itu.” ommo-nim berucap pelan namun tidak ada air mata yang keluar dari matanya.

“Tapi untung saja dia bertemu denganmu.” senyumnya kembali mengembang. “Aku benar-benar senang diakhir hidupnya dia bisa bertemu denganmu dan menemukan kebahagiaannya. Gumawo Changmin-ah.” Ommo-nim memelukku dan akhirnya tangisannya pecah.

“Annyieyo ommo-nim, seharusnya aku yang berterima kasih walaupun dalam waktu yang singkat namun aku bisa bertemu dengannya.”

Ommo-nim melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. “Ah, aku menangis lagi!” ujarnya. “Changmin-ah, sebgaiknya kita pergi sekarang, aku takut nanti kita akan kemalaman.”

Aku mengangguk dan memasukkan diary nya ke dalam tas ku. Chagiya, aku datang.

* * *

Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore ketika aku dan ommo-nim selesai berkunjung. Aku memutuskan untuk menetap disini beberapa saat lagi sementara ommo-nim memutuskan untuk pulang ke rumah.

Aku duduk disamping makamnya. dan ku keluarkan diary yang tadi aku ambil dari dalam tas dan kemudian sebuah lipatan kertas kecil jatuh dari dalamnya.

Aku mengernyitkan dahiku dan membuka lipatan itu dengan perlahan dan ku dapati sebuah surat dengan tulisan tangan didalamnya.

Changmin oppa~
Saranghaneun Changmin oppa~

Apa kau baik-baik saja selama aku tidak ada? Kau tidur dengan benar kan? Kau makan dengan teratur kan? Aah, aku rasa aku terlalu banyak mengomel. Aku tahu bahwa kau akan hidup dengan baik karena aku selalu mengawasimu!

Oppa, mianhae karena aku lebih dulu meninggalkanmu. Aku tahu aku adalah istri yang egois. Jujur saja, istri macam apa yang meninggalkan suaminya terlebih dulu? Aku benar-benar istri yang buruk, benar kan? Sebenarnya aku ingin menghabiskan waktu lebih panjang bersamamu. Ada disampingmu ketika kau bangun di pagi hari, memasak sarapan untukmu, menyiapkan baju untukmu, mengantarmu ke depan pintu setiap kali kau berangkat kerja, mengasuh anak-anakmu, anak-anak kita. Tapi sepertinya itu tidak akan pernah terwujud, benar kan? Sepertinya Tuhan memiliki rencana lain untuk kita.

Dan juga, gumawo oppa. Kau tahu, ketika pertama kali melihatmu aku benar-benar membencimu. Kau terus mendelik dan melototiku dengan mata besarmu, kau juga sangat tinggi dan terlihat seperti debt collector (ok, mungkin aku sedikit berlebihan) tapi ternyata kehadiranmu di dalam hidupku adalah hal terindah yang pernah diberikan Tuhan untukku. Karena kau, untuk pertama kalinya aku bisa membuat ibuku bahagia. Karena kau, untuk pertama kalinya aku berpikir bahwa Tuhan itu adil. Karena kau, untuk pertama kalinya aku merasa bahwa aku hidup memanglah untuk sesuatu.

Kau tahu, ketika aku melihatmu aku sadar bahwa kau lah keajaiban yang selama ini aku minta kepada Tuhan. Ketika aku merasa hidupku sudah tidak memiliki arti apa-apa, kau datang dan memberiku harapan dan cinta. Ayolah, aku tidak pernah menyangka bahwa ada seorang pria yang akan mencintai wanita yang sudah 3 tahun mengidap kanker otak sepertiku. Tapi sekali lagi, aku salah!

Dan juga, oppa, walaupun aku berpesan agar kau selalu mengingatku dan menyimpanku di dalam hatimu bukan berarti aku tidak ingin kau memiliki kehidupan sama sekali.

Sudah saatnya kau mencari kebahagiaanmu, oppa. Bukalah hatimu untuk wanita lain. Jika kau yakin bahwa dia adalah wanita yang baik dan tepat untukmu maka kau harus mendapatkannya sebelum dia di rebut oleh orang lain. Hidup bahagia, memiliki keluarga dan anak-anak yang lucu adalah impianku. Karena aku tidak bisa mewujudkan impian itu maka bantulah aku mewujudkannya. Aku akan sangat bahagia jika kau bisa memulai lembaran hidup yang baru dan memiliki sebuah keluarga yang bahagia.

Kau tidak perlu mengkhawatirkanku atau omma. Aku yakin dia akan mengerti sama sepertiku. Aku mengatakan hal ini bukan karena aku ingin kau melupakanku tapi justru karena aku ingin kau bahagia dan terus mengingatku

Aku ingin nantinya ketika kau memiliki keluarga baru dan disaat kau melihat istri dan anak-anakmu kelak maka kau akan ingat bahwa kau telah membantuku mewujudkan keinginan serta impianku selama ini.

Oppa, aku mau kau berjanji untuk selalu hidup bahagia dan membuka hatimu untuk orang-orang disekitarmu. Tidak perlu takut dan khawatir oppa, aku tahu kau menempatkanku di tempat yang paling spesial di hatimu. Aku akan sangat bahagia jika kau juga bahagia.

Dan jangan khawatir oppa, aku juga tidak akan melupakanmu karena aku akan selalu ada di dalam hatimu.

p.s: aku harap kau tidak pernah menyesal karena aku telah masuk ke dalam kehidupanmu sehingga kau mengenalku 

p.p.s: Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal kepadamu karena aku tahu persis kau tidak suka hal itu kan?

Saranghae
– Shim Sooyoung –

Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku dan menangis dengan keras. Sooyoung, aku sama sekali tidak pernah menyesal telah mengenalmu, aku bahkan berterima kasih pada Tuhan karena telah mengirimkan dirimu ke dalam hidupku.

Walaupun aku marah kepada Tuhan karena mengambilmu dari sisiku tapi aku tetap bersyukur karena dia memberiku kesempatan untuk mengenalmu, mengenal seorang wanita cantik bernama Choi Sooyoung.

“Sooyoung-ah!” aku berteriak. “Kau mendengarku kan? Kau tahu bahwa aku tidak pernah menyesal telah mengenalmu kan? Kau adalah hal yang paling indah yang pernah ada dalam hidupku! Setelah appa pergi, aku merasa Tuhan masih menyayangiku karena Dia mengirimmu ke sisiku. Sooyoung-ah! Buin-ah! Bugusippo!”

Aku menangis keras. Hatiku perih ketika aku mengingat Sooyoung. Kenapa dia begitu cepat pergi? Kenapa dia tidak bisa berada di sisiku lebih lama lagi?

“Sooyoung-ah, aku baik-baik saja disini jadi kau jangan khawatir.. Aku juga tidak akan pernah melupakanmu sampai kapanpun karena kau… Kau adalah Shim Sooyoung ku, sampai kapanpun…”

-THE END-

Annyeong~
Sorry yah aku ingkar janji ke reader semua buat nulis sering-sering abis kalian tahu kan, mau lebaran jadi aku semakin sibuk. Nah, ff kali ini aku persembahin buat reader yang adalah ChangSoo shipper aka Sage-deul atau yang pada suka sama pairing ChangSoo.

Ga tahu kenapa aku suka banget nulis ff yang cast nya Sooyoung, terutama cast ini, aku lagi tergila-gila banget ama mereka. So, enjoy reading ya chingu-deul. jangan lupa buat komen, ok?

ps: nama Sooyoung disini aku ganti dan tulis sebagai ‘Shim Sooyoung’ karena Sooyoung kan ceritanya udah married sama Changmin jadi nama keluarga/belakang nya diganti dari Choi ke Shim. Ngerti kan? Ngerti doonnk~ Reader disini kan pinter-pinter. kekeke~

Read it, Love it and COMMENT!

Iklan

16 thoughts on “[OneShot] Dear Diary

  1. sediihhh -.- kasian changmin.asik author lg demam Changsoo yaa hihiih
    sekuel ff changsoo yg sebelumnya jadi dibuat kan ???
    kereennn…
    ditunggu ff selanjutnya yaa
    kapan2 buat Yuri Yunho hohooh^^

  2. Annyeong chingu aku new reader 🙂
    huah CHANGSOO 😀 .
    ini so sweet banget ff nya aku suka 🙂
    o’ya aku juga sages , tambah cinta sama pairing ini 🙂
    semoga FF changsoo makin banyak 😀 aminn
    CHANGSOO DAEBAK , authornya juga keren 😀

  3. hiks, kenapa onnie pintar bgt buat ff yg seidh beginiii…
    untung aja gak sampai nangis, ntar malah di kira gila lagi ama mas ku :p

    daebak onne 😀
    aigoo, aku suka bgt onnieee 🙂

    onnie, finghting buat ff selanjutnyaa 😀

  4. Annyeong 😀
    Ffnya sedih yaa 😦
    Feelnya kerasa bgt, apalagi suratnya itu :’)
    Jadi pengen nangis
    Nice ff ya, bikin lagi ya yg castnya changsoo ^^
    Gomawo 🙂

  5. Waaaa keren bgt.. Sedih bacanya.. Authornya lagi ketagihan ama changsoo ya?? Hehehe aku juga ketagihan ama pairing ini. Mereka terlalu cocok sihh.onnie boleh request gak? Aku request pairing yunfany atau yunri dong.. Klo engga bisa juga gak papa aku gak maksa. Keep writing onnie.fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s