[OneShot] Truth Hurt (Sequel: Why)

 

 

 

 


Truth Hurt
Choi Sooyoung - Shim Changmin

Orang bilang cinta membutuhkan pengorbanan, tapi bagaiana jika pengorbanan itu terlalu besar? Bukan hanya perasaan namun juga teman, sahabat, cinta dan… semua hal?

Apa pengorbanan itu setara jika harus kehilangan semua orang yang dicintai?

* * *

Sooyoung membenamkan wajahnya di tumpukan-tupukan  CD yang ada di depan wajahnya. Gadis tinggi itu menghela nafas berat, menandakkan bahwa hidupnya sudah cukup menderita tanpa harus ada lagi masalah baru yang akan datang.

Terdengar suara langkah kaki menuju ke arahnya. Gadis itu mengangkat kepalanya, melihat ke sekelilingnya kemudian bangkit dari duduknya dan buru-buru bersembunyi di balik sebuah lemari besar berisi piala-piala. Jantungnya berdegup kencang seiring dengan keringat dingin yang perlahan mengalir di wajahnya. Dilihat orang lain adalah keinginannya yang paling terakhir selama dia asih hidup untung saat ini.

“Aku tahu! Aku tidak pernah menyangka Sooyoung noona adalah orang seperti itu.” gadis itu bisa mendengar suara milik Key.

“Entahlah oppa. Masih sulit untukku percaya bahwa Sooyoung onnie berbuat seperti itu.” sahut sebuah suara perempuan yang diyakini gadis itu adalah suara milik Krystal.

“Aku juga begitu tapi lihat saja, bahwa SNSD noona-deul marah kepada Sooyoung noona. Jika Sooyoung noona tidak begitu mana mungkin SNSD noona-deul marah padanya?” pria itu mengelak.

“Benar juga. Sooyeon onnie juga bilang padaku bahwa selama 10 tahun berteman dengan Sooyoung onnie, baru kali ini dia merasa kecewa dan marah padanya.”

“Kasihan Changmin hyung. Kau tahu? Aku dengar Yunho hyung selalu menghindar jika ada seseorang yang membicarakan Sooyoung noona. Kemarin dia juga menolak untuk bicara dengannya padahal Sooyoung noona ada di hadapannya. Aku rasa Yunho hyung benar-benar marah.”

“Chinja? Kasihan Sooyoung onnie.” suara Krystal melemah.

“Disaat-saat seperti ini sangatlah menyulitkan kita. Aku bingung harus percaya dan berpihak pada siapa. Kita berdoa saja supaya Sooyoung noona sadar dan minta maaf pada Changmin hyung.”

Hati gadis itu sakit ketika mendengar percakapan kedua hoobae-nya. Apa yang harus dia lakukan? Haruskah dia menghilang dari dunia ini karena sudah tidak ada 1 orang pun yang menginginkannya?

* * *

“Sooyoung onnie, kau sudah pulang?” sambut magnae ketika aku masuk ke dalam dorm. Aku memberinya sebuah senyuman simpul dan mengelus  kepalanya lalu berjalan langsung menuju kamarku.

“Sica-ah.” sapaku ketika melihat Jessica yang sedang duduk di kasurnya sambil membaca sebuah novel. Gadis berambut cokelat itu hanya diam dan terus membaca tanpa menghiraukanku. Aku memutuskan untuk menghampirinya namun ketika aku duduk di sebelahnya, dengan cepat dia langsung bangkit dan keluar dari kamar.

Aku menghela nafas panjang dan mengganti pakaianku. Setelah selesai, aku keluar dari kamar dan langsung menuju ruang tengah. Tiffany, Yoona, Seohyun dan Hyoyeon sedang duduk disana sambil menonton serial kartun Keroro kesukaan Seohyun. Mereka semua pasti sudah terkena virus Keroro.

Tanpa berkata apa-apa, aku langsung mengambil duduk disamping Yoona dan ikut menikmati acara TV namun Yoona dengan cepat mengambil mangkuk chip nya dan berpindah duduk kesamping Hyoyeon. Apakah mereka harus bersikap seperti ini padaku?

“Yoona-ah, apa kau tidak mau duduk bersama onnie?” tanyaku dengan nada bercanda.

“Annyi, aku tidak mau duduk disamping orang yang tidak memiliki perasaan seperti onnie.” Yoona berkata dengan sarkastik. Seumur hidup baru kali ini aku mendengar Yoona berkata seperti itu kepada orang lain.

“Yoona onnie…” ucap magnae sambil memberi Yoona tatapan tajamnya.

“Kenapa Joohyun? Apa yang dikatakan Yoona itu benar. Jika kau terus berada di dekatnya maka sifatnya yang tidak memiliki perasaan bisa menular. Kau tidak mau kan menjadi orang seperti itu?” tambah Sica yang sedang duduk di dapur.

Aku bisa merasakan kemarahanku yang hapir meluap saat ini. Sudah cukup! “Sampai kapan kalian harus bersikap seperti ini? Disaat-saat seperti ini bukankah kalian seharusnya mendukungku? Tapi apa yang kalian lakukan? Kalian malah menjauhiku seakan-akan aku ini adalah sebuah virus yang bisa membuat kalian mati tertular.”

“Apa kau bilang? Seharusnya kau yang sadar, Choi Sooyoung! Aku berteman denganmu selama ini bukan karena fisik atau uangmu tapi karena sifat tulusmu! Tapi aku salah! Kau bukanlah orang baik yang berhati tulus namun kau adalah orang yang kejam! Tidak memiliki perasaan! Kau hanyalah wanita yang menilai seseorang dari ketenaran mereka! Apa kau bilang? Kau ingin berpaling kepada Jaebum oppa dan Yoon Doojoon? Apa kau sadar bahwa mereka berdua adalah kekasihku dan Hyoyeon? Kekasih orang yang sudah menjadi sahabatmu sendiri selama lebih dari 10 tahun? Dan kau bilang kami masih bisa putus! Lalu apa? Setelah itu kau akan memacarinya? Jika kau masih belum tahu, saat ini aku saaaaangat membencimu!” ujar Jessica lantang. Aku tidak tahu bahwa Sica bisa berlaku seperti ini. Aku tahu Sica, aku tahu saat ini kau sangatlah membenciku tapi andai saja kau tahu alasanku berlaku seperti ini.

“Aku tidak marah karena kau putus dengan Changmin oppa! What the hell, itu urusan kalian! Tapi yang membuatku membencimu adalah caramu yang  memperlakukannya seperti sampah yang menunjukkan bahwa kau adalah wanita jahat!” tambahnya lagi. Mataku terasa panas dan sedetik kemudian wajahku basah.

“Cihh~ Simpan saja airmata buaya mu itu, Choi Sooyoung!” Jessica menatapku dengan padangan jijik nya.

“Maafkan aku.” ujarku pelan.

“Jika kau ingin minta maaf, minta maaf kepada orang yang–“

“Maafkan aku karena tidak bisa memberitahu kalian mengenai hal yang sebenarnya.” potongku sementara Jessica hanya diam.

“Hal apa onnie?” tanya magnae. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku sambil terus menangis dan tanpa melepaskan pandanganku dari Sica. Jessica mengalihkan pandangannya dariku yang membuatku berpikir bahwa saat ini dia benar-benar tidak ingin melihatku. Aku memutuskan untuk keluar dari dorm dan berjalan-jalan sebentar, mungkin itu bisa menenangkan pikiranku.

* * *

“Bagaimana keadaan Sooyoung?” tanya Leeteuk pada Taeyeon yang duduk diseberang ruangan.

“Hyung, jangan bicara mengenai pengkhianat itu lagi!” Yunho bangkit dari duduknya dan duduk di samping Taeyeon.

“Yunho oppa betul, oppa. Bisakah kita membahas masalah lain? Aku sudah cukup pusing mengenai masalah Sooyoung, belum lagi reaksi member-member yang lain.” Taeyeon memijit-mijit keningnya.

“Kasihan Sooyoung.” Onew menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah datar.

“Kasihan? Dia pantas mendapatkan hal itu!” Yunho berseru keras.

“Yunho-ah, bukankah Sooyoung adalah adik kesayanganmu? Kenapa kau bersikap terlalu kejam padanya?” Leeteuk memperlihatkan ketidak senangannya atas sikap Yunho terhadap Sooyoung.

“Dan seingatku hyung, adik perempuan kesayanganmu adalah Yoona tapi kenapa kau selalu membela Sooyoung? Sooyoung itu adalah wanita egois yang menilai seseorang berdasarkan ketenaran mereka! Kenapa tidak sekalian saja dia memacari Jaejoong? Bukankah mereka sangat dekat? Lagipula saat ini Jaejoong sangat terkenal.” ujar Yunho kasar.

“CUKUP JUNG YUNHO! Jangan pernah menghina Sooyoung seperti itu jika kau tidak tahu hal yang sebenarnya!” balas Leeteuk dengan marah. Dia hanya berpikir semua ini terlalu tidak adil untuk Sooyoung.

Dia mengorbankan perasaannya sendiri demi kebaikan dan kepentingan banyak orang namun ini sudah terlalu jauh! Semua orang membencinya karena mereka berpikir bahwa Sooyoung adalah orang yang kejam karena memutuskan hubungannya dengan Changmin seata-mata karena Changmin tidaklah ‘setenar’ dulu.

“Hal yang sebenarnya? Hal apa, hyung?” tanya sebuah suara khas milik pria kurus tinngi yang sedang berdiri di daun pintu.

“Ch–changmin-ah.” Leeteuk terkejut melihat kehadiran Changmin yang amat sangat tidak diharapkannya.

“Iya hyung, hal yang sebenarnya apa?” tambah Onew.

“Oppa, apa ada sesuatu yang kau ketahui dan kami tidak tahu?” Taeyeon mengerutkan keningnya.

“Itu…”

“Oppa, jika ada sesuatu hal yang seharusnya kau ceritakan maka ceritakanlah! Setidaknya padaku! Sooyoung adalah memberku dan aku perlu mengetahui hal apapun itu!” Taeyeon berkata tegas.

Leeteuk melihat keempat dongsaengnya yang melihatnya dengan tatapan ‘cepat-katakan-padaku’. Leeteuk mengambil nafas panjang kemudian menceritakan hal yang seharusnya mereka ketahui. Sooyoung tidak boleh menderita seperti ini.

* * *

Changmin menggenggam tinjunya dengan kencang dan berjalan denga marah memasuki kantor atasannya.

“Changmin-ssi, apa kau ingin bertemu dengan–” Changmin terlalu sibuk bergelut dengan amarahnya untuk menghiraukan perkataan sekretaris itu.

BRAAK!

Changmin menghempaskan pintu ruangan Kim Young Min dengan kasar. “Apa-apaan ini?” Kim Young Min yang kaget langsung berdiri dan menatap Changmin dengan arah dan bingung. Changmin meninju meja kayu yang ada didepannya sambil menatap Kim Young Min dengan mata besarnya.

“Apa yang sedang kau lakukan? Ada apa denganmu?”

“Apa yang sudah kau lakukan pada Sooyoung? JAWAB AKU APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA HUBUNGAN KAMI?” Changmin berteriak keras kepada atasannya.

Kim Youngin yang awalnya terlihat bingung akhirnya mengerti apa maksud Changmin dan tertawa pelan. “Oh, jadi kau sudah tahu. Entahlah, mungkin aku memang melakukan hal yang seharunya sudah lama ku lakukan.” Kim Young Min memberikan cengirannya pada Changmin membuat pria jangkung itu semakin marah.

“Kau–“

“Kenapa? Kau ingin memukulku? Hanya karena wanita bodoh itu?”

Kesabaran Changmin ternyata memiliki batas. Tepat setelah Ki Young Min berkata Sooyoung adalah wanita bodoh, tangan Changmin secara refleks mencengkram dan mengangkat kerah baju pria yang menjadi atasannya itu.

“Jangan.pernah.memanggilnya.BODOH!” Changmin menggeram.

“Kenapa? Apa kau marah?”

“Marah?” tanya Changmin. “Annyi, aku tidak marah. Aku MURKA!” hanya tinggal sedikit lagi kepalan tinju Changmin mendarat mulus di wajahnya sebelum akhirnya Yunho dan Leeteuk menarik tubuh Changmin menjauh.

Kim Young Min terlihat shock dengan perbuatan Changmin yang hampir mencelakainya. Dia tidak pernah menyangka bahwa Changmin bisa berbuat se ekstrim itu.

“Kau– apa kau baru saja…”

“Iya, aku baru saja ingin membunuhmu jika tidak dihalangi.” Changmin berkata pelan dan menggunakan suara yang  dalam. “Kau tahu apa yang sudah kau lakukan? Kau bukan hanya membuatnya kehilanganku tapi juga kehilangan member-membernya! Apa itu hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang bos kepada ‘mesin pencetak uang’ nya?”

“Changmin…” Kim Young Min berjalan pelan dan berdiri di samping Changmin. “Kau tahu betul bahwa larangan untuk berkencan itu termasuk di dalam kontrak jadi bukan salahku jika melakukan hal ini. Atau kalau kau tidak senang dengan peraturan ini…”

“Apa?” potong Changmin. “Apa yang akan kau lakukan? Kau akan mengeluarkanku dari grup? Dari perusahaan? Atau kau akan mengeluarkan Sooyoung? Huh, jika kau ingin saham perusahaan anjlok dan menjadi bangkrut maka lakukan saja!” kata Changmin sambil berjalan keluar dari ruangan Kim Young Min.

Changmin menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya sebelum dia meninggalkan ruangan, “jika kau berani ikut campur dalam hubungan SIAPAPUN di perusahaan ini maka aku bisa pastikan SM hanya akan tinggal nama di masa depan.” ancamnya.

* * *

Seperti biasanya selama 2 minggu terakhir ini, Sooyoung selalu menghabiskan waktu senggangnya di kantor, di tempat paling sepi di gedung ini. Tempat ini dulunya menjadi tempat dimana dia dan Changmin berkencan secara diam-diam, membawa makan siang mereka kesini, mengobrol, mendengarkan lagu-lagu yang dibuat Changmin untuknya. Namun tentu saja kali ini berbeda.

Jika biasanya disini dia selalu mendapatkan perasaan yang bahagia, tawa, canda namun sekarang dia hanya bisa membawa kesedihannya ke tempat ini. Entah sudah berapa liter air mata yang dia keluarkan beberapa minggu ini. Dia ingat betul Minho berkata bahwa di matanya sudah tidak ada spot putih lagi, yang ada hanyalah merah.

Kim Young Min bodoh! Kenapa dia harus memisahkanku dengan Changmin?
Shim Changmin bodoh! Kenapa dia membuatku jatuh cinta padanya?
Ah tidak! Choi Sooyoung, kaulah yang bodoh! Kenapa kau bisa jatuh cinta padanya?

Sooyoung memukul-mukul kepalanya namun ada sebuah tangan lain yang menghentikan perbuatannya. Sooyoung mengangkat kepalanya dan melihat sosok wanita bertubuh mungil, berkulit putih pucat dengan senyum manis di wajahnya.

“Taeyeon-ah…” Sooyoung bergumam kecil. Gadis bertubuh kecil itu melepaskan pergelangan tangan Sooyoung dari genggamannya kemudian duduk disampingnya.

“Aku sudah lama tahu tempat ‘rahasia’ ini.” Taeyeon menekankan kata ‘rahasia’. “Ini dulunya tempat aku dan Junsu oppa sering bertemu diam-diam. Junsu oppa memutuskan untuk meminjamkan tempat ini pada Changmin oppa supaya dia dan kau juga bisa menikmati waktu berkencan.”

Sooyoung mengeluarkan suara tawa kecil dan menggelengkan kepalanya. “Benarkah? Dulu Changmin oppa bilang padaku  bahwa dia sangat bersusah payah untuk menemukan tepat ini.”

“Ah, kau tahu pacarmu orang seperti apa. Lord Voldemin.” ujar Taeyeon membuat keduanya tertawa terbahak-bahak.

“Sooyoung-ah, apa kau tidak merindukannya? Changmin oppa.” tanya Taeyeon pelan. Tawa lebar Sooyoung dalam sesaat berubah menjadi sebuah senyuman, senyuman yang menggeambarkan kesedihan.

“Aku rasa seiringnya waktu dia bisa melupakanku.” jawab Sooyoung pelan.

“Dan kau? Bagaimana dengan kau? Apa denga seiringnya waktu kau juga bisa melupakannya?” tanya Taeyeon lagi. Sooyoung tidak menjawab pertanyaan Taeyeon karena dia sendiripun tidak tahu apa yang harus dia jawab.

“Aku sudah tahu semuanya.” Mata Sooyoung terbuka lebar mendengar perkataan Taeyeon. Gadis tinggi itu memutar kepalanya dan menatap sahabatnya dengan serius. “Bagaimana–“

“Leeteuk oppa menceritakan semuanya kepada kami.”

“Kami?” mata Sooyoung terbuka semakin lebar.

“Iya. Aku, Onew, Yunho oppa dan Changmin oppa.” Sebuah nama yang paling tidak ingin Sooyoung dengar keluar dari mulut Taeyeon. “Geez Sooyoung! Kenapa kau harus menanggung semua hal ini sendirian? Kenapa kau tidak bicara pada kami? Setidaknya padaku!” Taeyeon meninggikan suaranya secara tiba-tiba.

“Aku–“

“Kau tahu betul apa yang sudah kau lakukan, kau tahu betul apa konsekuensi yang akan kau dapat akibat perbuatanmu tapi kenapa masih saja kau melakukannya? Dasar bodoh!” Taeyeon menjitak kepala Sooyoung dengan gemas.

“Taeyeon-ah, apa kau yakin Changmin oppa mendengar semuanya? Maksudku, apa dia benar-benar tahu hal yang sebenarnya?” tanya Sooyoung lagi.

“Leeteuk oppa tidak akan bercerita pada kami jika tidak dipaksa oleh Changmin oppa. Dan apa kau tahu apa yang dilakukannya setelah itu? Dia langsung naik ke atas dan mengancam Kim Young Min agar membiarkan dia dan dirimu terus berhubungan. Tentu saja dengan sedikit ancaman CEO kita menyetujuinya.” jawab Taeyeon.

“MWO? Eotekkeh…” Sooyoung terlihat panik. Taeyeon menghembuskan nafas panjang kemudian mengambil tangan Sooyoung dan menggenggamnya.

“Kenapa tidak kau temui saja dia? Temui Changmin oppa, minta maaf dan mulai semuanya dari awal. Kau tahu betul bahwa kau yang bersalah. Buanglah ego mu dan tunjukkan padanya bahwa kau masih mencintainya.” Mungkin Taeyeon memang memiliki tubuh yang mungil, wajah bayi yang membuatnya terlihat seperti anak-anak SMP tapi dibalik itu semua, Sooyoung paham betul bahwa Taeyeon adalah wanita yang amat dewasa.

Sooyoung memikirkan kata-kata Taeyeon sebentar kemudian sebuah senyum mengembang di wajahnya dan dengan cepat menarik tubuh gadis mungil itu ke dalam pelukannya.

“Gumawo gumawo gumawo gumawo gumawo!!!” Sooyoung berteriak girang lalu berlari keluar untuk mencari Changmin.

“Sooyoung-ah, hwaiting!” gumam Taeyeon.

* * *

“Soojoung-ah, apa kau melihat Changmin oppa?” tanya Sooyoung pada Krystal yang sedang berkumpul dengan para member SMTown yang lain.

“Tadi dia ada disini tapi sepertinya dia pergi ke toilet beberapa menit yang lalu.” jawab Krystal sambil menunjuk ke arah toilet.

“Ah chinja? Gumawo!” Sooyoung melambaikan tangannya pada Krystal dan berlari dengan cepat menuju toilet pria.

Dari jauh, Sooyoung bisa melihat sosok tinggi Changmin yang mengenakan kaus putih dan celana jeans selututnya yang berdiri membelakanginya. “Chang—” kata-kata Sooyoung terputus ketika melihat Changmin bersama Lee Yeonhee, berciuman.

Sooyoung diam membeku. Dunia dan waktu seakan berhenti, annyi, jantung Sooyuonglah yang sepertinya berhenti. Dia ingin lari dari tempat itu tapi tidak bisa. Dia ingin memejamkan matanya dan memalingkan kepalanya tapi hal itu juga tidak bisa.

“Oh? Sooyoung-ah…” suara lembut Yeonhee memanggil Sooyoung ketika dia melihat gadis itu berdiri membeku di hadapannya. Changmin melepaskan tangannya dari wajah Yeonhee dan membalikkan tubuhnya kebelakang.

Matanya ketika dia memandang Sooyoung, tatapannya kosong. Sooyoung sama sekali tidak melihat adanya emosi dalam matanya. Tanpa mengatakan apa-apa, Changmin memutar tubuhnya dan berjalan ke arah Sooyoung namun sayangnya pria itu sama sekali tidak melirik Sooyoung melainkan terus berjalan, jauh dan terus menjauh.

-THE END-

A/N: Maaf ya chingu-deul kalo lanjutannya kelamaan. Happy reading yah and don’t forget to comment!

Iklan

23 thoughts on “[OneShot] Truth Hurt (Sequel: Why)

  1. hwaa.
    kasian bgt sih sooyoung onnie jd dimusuhin gtu.
    gak tega liatnya T.T
    tp untung ada teuk oppa yg bs ngejelasin semuanya.
    jd beres dah.

    kyaa.
    tp ending nya kok gtu sih onnie?
    changsoo nya gak bersatu T.T

    btw, bkin lanjutannya lg ya onn.
    plis.
    biar changsoo nya bersatu and bhagia.
    wkwk.^^

  2. aaaaaaaaaah sooyoung kasian banget unnie… huhuhu sedih deh…
    udah dimusuhin, eh endingnya kok sad huhuhuhu hiks hiks…

    tp ttp makasih buat dian unnie yang udah bikin sekuelnya, kuharap cerita ini masih ada lanjutannya hahahaha 😛

  3. Ya ampun sooyoung eonni kasian bangettt udah mau seneng tapi taunya changminnya gini…
    Pgn tau kenapa changmin gini?? Kasain banget rasanya sooyoung eonni d beginiinn udh d musuhin member2 lainnya diginiin changmin pula cckkckck sabar eonn
    Btw, nice ff 😉

  4. Pingin Nangis TToTT
    Kasian Soo unnie dimusuhin ;_;
    Changmin oppa knp? Soo unnie yg tabah ya ^^~
    Nice FF,kalo bisa dilanjutin ya 🙂

    • jadi ceritany member2 soshi itu kecewa liat sikap Sooyoung yg menilai seseorang cm berdasarkan ketenaran doank makany mrka jd musuhin Sooyoung. pdhal kan Sooyoung ga slah apa2 TT

  5. huaaaa….
    aku beneran gak tega ama soo onnie di gituiiinnn……..
    😥

    itu taeng onnie kok makin imut aja *loh???
    OPPA!!!! Changmin Oppa keterlaluan!!! aish, kesal setengah mati dah ama changmin oppa nih… 😦

    onn, aku masi nunggu lanjutannyaaa…
    dan kl bisa epi ending onn 😦
    ya ya ya 😀 🙂
    kekekeke, fighting onn 😀

  6. sedih dech baca’a ko changmin jd githu ya kasihan sooyoung dah berkorban eh malah sekarang ngegeppin changmin ciuman sama yeoja lain trus pura2 gak ngelihat sooyoung lg…dah tinggalin aja soo carilah namja lain’a seperti kyuhyun atw siwon masih banyak yg menunggu cintamu….

  7. Kasian bener Sooyoung =.= Yunho jhata gtu ih masa Sooyoung dibilang penghianat.
    Wah kenapa si Changmin malah kissu ma Yeonhee! penasaran,
    lanjut baca sekuel nya ah…
    keren abis!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s