[OneShot] Why?

Why?
Choi Sooyoung Shim Changmin

‘You are a bad girl, why did you abandoned me?’

Hanya kata-kata itu lah yang menempel di otakku saat ini. Klise memang kelihatannya. Seorang Shim Changmin, pria tinggi dan tampan ditambah aura seksinya duduk sendiri di dalam kamar, menyendiri sambil mendengarkan sebuah lagu yang bermakna ‘dicampakkan’.

Tapi itu lah kenyataannya. Seperti itu lah keadaanku sekarang. ‘Kau benar-benar jahat! Bagaimana mungkin kau mencampakkanku begitu saja? Memutuskan hubungan yang sudah kita jalin selama bertahun-tahun?’

Pertanyaan itu terus berputar di pikiranku. Apa yang kurang dariku? Apa aku kurang perhatian padamu? Apakah cintaku padamu kurang dari besarnya cintamu padaku? Aku rasa tidak! I don’t think so.

Tapi kenapa? Kenapa kau mencampakkanku? Kenapa kau bilang bahwa kau sudah bosan padaku? Tidak lagi tertarik padaku? Kau jahat, Choi Sooyoung!

* * *

“Oppa!” panggil Tiffany dengan suaranya yang besar dan bersemangat, sama seperti biasanya.

“Fany-ah…” balasku setengah hati. Melihat wajah berseri Tiffany membuat derita dihatiku bertambah. Mengapa? Tiffany adalah rekan 1 grup Sooyoung yang membuat dirinya adalah sahabat Sooyoung. Setiap melihat Tiffany biasanya aku melihat Sooyoung dan ketika aku memikirkan hal itu dan kembali teringat padanya maka sakit hatiku akan muncul kembali.

“Oppa, kau kenapa? Sakit?” Tiffany sedikit menjinjit untuk menyentuh keningku.

“Gwencanha Fany-ah.”

“Kenapa oppa terlihat lesu? Aah, pasti karena belum melihat Sooyoung kan?” Tiffany melemparkan tinjuan lembutnya ke lenganku. Dari cara bicaranya sepertinya gadis ini belum tahu bahwa Sooyoung sudah MENCAMPAKKANKU.

“Oppa, sekarang Sooyoung sedang di kantin bersama Luna. Apa kau mau aku telpon Sooyoung agar dia kesini?” Tiffany menawarkan.

“Annya, Fany-ah. Aku tidak mau menganggunya lagipula oppa harus ke studio rekaman untuk menemui Yunho hyung.” tolakku sehalus mungkin berusaha agar tidak menyakiti perasaannya jika tidak maka Siwon hyung akan membunuhku.

“Huft… Arasso. Kalau begitu aku pergi dulu oppa. Annyeong, pyong~” Tiffany mencubit gemas pipiku lalu berlari dengan cepat meninggalkanku. Dasar anak itu!

“Oh, Changmin oppa!!” sebuah suara nyaring memanggilku. Aku memutar tubuhku untuk melihat pemilik suara itu dan mendapati Luna yang sedang melambaikan tangannya kearahku. Dan tentu saja, bersamanya terdapat orang yang paling ingin ku hindari saat ini.

“Onnie, ayo!” Luna menarik tangan Sooyoung dan berlari menghampiriku.

“Oppa, belikan kami pizza ya! Yayaya!!!” Luna merengek sambil menarik-narik lengan bajuku. Aku melihat Sooyoung, hhh~ dari ekspresinya bisa kulihat dia tidak terlihat nyaman sama sekali.

“Onnie bilang dia sedang lapar jadi belikan kami pizza ya~”

“Ehm, Luna-ah, tiba-tiba aku tidak lapar! Sebaiknya kita kembali latihan ke dalam.” Sooyoung berusaha menarik Luna dan menjauh dariku namun tenaga Luna untuk tetap disini lebih kuat.

“Tapi aku juga lapar dan ingin makan pizza~”

“Kita beli setelah latihan! Biar aku yang traktir. Ayo!” Sooyoung menarik lengan Luna dengan kedua tangannya hingga gadis itu menyerah dan mengikutinya.

Tanpa berkata apa-apa, Sooyoung pergi begitu saja. Sudah cukup!

“Choi Sooyoung!” panggilku kencan dan itu berhasil membuatnya berhenti. Aku berjalan menghampirinya kemudian melepaskan tangannya dari tangan Luna yang terlihat bingung.

“Kita harus bicara!” Aku menggenggam pergelangan tangannya dan langsung menarik tubuh kurusnya.

“O..onnie~” Luna memanggil namun aku tidak menghiraukannya dan membawa Sooyoung ke tempat yang lebih tenang: atap.

“Lepaskan! Kau menyakiti tanganku! Changmin-ssi lepaskan!” dia menhentakkan tangannya namun genggamanku lebih kuat.

“Changmin-ah…” ujar Leeteuk hyung kaget ketika melihat perlakuanku pada Sooyoung.

“Oppa tolong aku…” pinta Sooyoung namun untungnya Leeteuk hyung tidak berbuat apa-apa dan membiarkan kami menyelesaikan masalah ini sendiri.

Setelah tiba diatap aku baru melepaskan tangannya. Aku bisa melihat bekas cengramanku yang membuat tangannya merah namun aku berusaha untuk mengabaikan hal itu.

“Kau mau apa lagi?” tanyanya dingin sambil mengusap-usap pergelangan tangannya.

“Mwo? Changmin-ssi? Itu kah caramu memanggilku sekarang?”

“Apa salahnya dengan panggilan itu? Changmin-ssi. Kau mau aku memanggilmu dengan nama apa? Oppa? Yeobo? Chaggi? Seobang?” dia berkata dengan sarkastik.

“Wah, kau sangat jahat Choi Sooyoung! Tanpa angin dan hujan kau menelponku dan mengatakan bahwa kau ingin putus, kemudian kau mengacuhkanku dan sekarang ini? Sepertinya mencampakkanku tidak cukup untukmu, huh?” Changmin berkata dingin.

Sooyoung tidak berkedip sama sekali dan melihat Changmin dalam-dalam, “aku rasa karena sudah tidak ada hubungan apapun diantara kita maka tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, betul Changmin-ssi?”

Changmin tidak bisa berkata apapun selain meneteskan air matanya. Matanya terasa panas dan dia ingin sekali berteriak karena kata-kata Sooyoung yang benar-benar melukai hatinya.

“Kau–wanita jahat.” ucapnya pelan.

“Haha~ jadi kau baru tahu? Selama ini aku hanya kasihan padamu makanya aku menerimamu sebagai kekasihku dan karena sekarang aku sudah bosa padamu jadi daripada kau menderita lebih baik jika kita putus. Lagipula kau tidak sepopuler dulu. Sudah banyak idol lain yang lebih muda dan tampan darimu seperti… aah! Taecyeon oppa! Jaebum atau… Yoon Dojoon?”

“Jangan bodoh! Yoon Dojoon adalah kekasih Hyoyeon.” Changmin berucap dengan suara bergetar.

“Hah! Mereka baru berpacara, masih bisa putus. Sama seperti kita.” Sooyoung tersenyum lebar.

“M-mwo?”

“Kau tidak berpikir bahwa selama ini aku benar-benar mencintaimu kan?”

“…”

“Tidak mungkin. Hahaha! Shim Changmin, kenapa kau begitu bodoh? Hahaha! Waah, ku pikir kau adalah pria yang pintar namun nampaknya aku salah besar. Shim Changmin-ssi, aku minta agar kau sadar! Aku tidak mencintaimu. Ok, mungkin aku mencintaimu tapi bukan dirimu melainkan ketenaranmu. Ayolah, berkencan dengan DBSK, siapa yang tidak mau? Namun sekarang aku sudah bosan padamu jadi aku minta putus. Kau mengertikan sekarang?” Sooyoung menepuk pundakku kemudian berjalan meninggalkanku.

“Choi Sooyoung!” panggilku. Aku memutar tubuhku namun dia masih diam dan berdiri membelakangiku, “tatap mataku dan katakan bahwa kau tidak mencintaiku.”

Dengan cepat dia memutar tubuhnya dan menatap mataku sambil tersenyum lebar, “aku tidak mencintaimu. Puas?” dia memberiku sebuah wink kemudian tersenyum dan berbalik berjalan meninggalkanku.

Choi Sooyoung, kau benar-benar wanita jahat!

——————————————————————————–

Sooyoung’s POV

“Ah, aku lapar. Onnie, apakah kau lapar?” tanya Luna yang berjalan disampingku.

“Onnie? Onnie? ONNIE!”

“O…oh? Oh. I-iya.” jawabku gugup.

“Jadi, onnie ingin makan apa?” tanya Luna lagi. Makan. Itu adalah hal yang paling dia sukai dan tentu saja makanan kesukaannya, pizza.

“Pizza.” gumamku.

“Pizza? Daebak! Aku juga mau makan itu. Kalau begitu kita pesan sekarang ya.” aku tersenyum dan mengangguk melihat Luna yang begitu antusias.

“Oh, Changmin oppa!!” Luna berkata cukup keras dan menunjuk sosok yang jaraknya kira-kira 20 meter di depan kami. Changmin oppa yang sepertinya mendengar suara Luna memutar tubuhnya dan melihat kami berdua.

“Onnie, ayo!” Luna menarik tanganku dan berlari untuk menghampiri Changmin oppa.

“Oppa, belikan kami pizza ya! Yayaya!!!” Luna merengek sambil menarik-narik lengan bajunya. Aku melihat Changmin oppa yang memberikan tatapan tidak nyaman dengan kehadiranku.

“Onnie bilang dia sedang lapar jadi belikan kami pizza ya~”

“Ehm, Luna-ah, tiba-tiba aku tidak lapar! Sebaiknya kita kembali latihan ke dalam.” ucapku bohong dan aku berusaha menarik Luna untuk menjauh darinya namun tenaga Luna amat kuat hingga aku tidak cukup kuat untuk menarik tubuhnya.

“Tapi aku juga lapar dan ingin makan pizza~”

“Kita beli setelah latihan! Biar aku yang traktir. Ayo!” aku menarik lengan Luna dengan kedua tanganku hingga gadis itu menyerah dan mengikutiku.

Tanpa berkata apa-apa atau menatapnya, aku pergi begitu saja.

“Choi Sooyoung!” suara Changmin oppa memanggilku dengan kencang dan aku berhenti sebentar. Tiba-tiba Changmin oppa melepaskan tangan Luna dari genggamanku dengan kasar dan menarik pergelanganku dengan erat dan itu amatlah sakit.

“Kita harus bicara!” dia menggenggam pergelangan tanganku dan langsung menarik tubuhku.

“O..onnie~” Luna memanggil namun Changmin oppa sama sekali tidak menghiraukannya dan menarikku entah kemana.

“Lepaskan! Kau menyakiti tanganku! Changmin-ssi lepaskan!” aku menghentak-hentakkan tanganku namun genggamannya lebih kuat.

“Changmin-ah…” Leeteuk oppa terlihat kaget ketika melihat perlakuan kasar Changmin oppa padaku.

“Oppa tolong aku…” pintaku namun Leeteuk oppa hanya diam dan tidak berbuat apa-apa.

Changmin oppa membawaku ke atap dan setelah itu dia baru melepaskan tangannya. Pergelangan tanganku sudah berubah warna menjadi merah dan terasa panas juga sakit dan perih.

“Kau mau apa lagi?” tanyaku dingin sambil mengusap-usap pergelangan tanganku.

“Mwo? Changmin-ssi? Itu kah caramu memanggilku sekarang?”

“Apa salahnya dengan panggilan itu? Changmin-ssi. Kau mau aku memanggilmu dengan nama apa? Oppa? Yeobo? Chaggi? Seobang?” aku berkata dengan sarkastik.

“Wah, kau sangat jahat Choi Sooyoung! Tanpa angin dan hujan kau menelponku dan mengatakan bahwa kau ingin putus, kemudian kau mengacuhkanku dan sekarang ini? Sepertinya mencampakkanku tidak cukup untukmu, huh?” Changmin oppa berkata dingin.

Aku tidak berkedip sama sekali dan melihat Changmin oppa dalam-dalam, “aku rasa karena sudah tidak ada hubungan apapun diantara kita maka tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, betul Changmin-ssi?”

Changmin oppa tidak bisa berkata apapun selain meneteskan air matanya. Aku bisa melihat matanya yang memerah dan sepertinya aku sudah sangat menyakitinya.

“Kau–wanita jahat.” ucapnya pelan.

“Haha~ jadi kau baru tahu? Selama ini aku hanya kasihan padamu makanya aku menerimamu sebagai kekasihku dan karena sekarang aku sudah bosan padamu jadi daripada kau menderita lebih baik jika kita putus. Lagipula kau tidak sepopuler dulu. Sudah banyak idol lain yang lebih muda dan tampan darimu seperti… aah! Taecyeon oppa! Jaebum atau… Yoon Dojoon?”

“Jangan bodoh! Yoon Dojoon adalah kekasih Hyoyeon.” Changmin oppa berucap dengan suara bergetar.

“Hah! Mereka baru berpacaran yang suatu saat masih bisa putus. Sama seperti kita.” aku tersenyum lebar.

“M-mwo?”

“Kau tidak berpikir bahwa selama ini aku benar-benar mencintaimu kan?”

“…”

“Tidak mungkin. Hahaha! Shim Changmin, kenapa kau begitu bodoh? Hahaha! Waah, ku pikir kau adalah pria yang pintar namun nampaknya aku salah besar. Shim Changmin-ssi, aku minta agar kau sadar! Aku tidak mencintaimu. Ok, mungkin aku mencintaimu tapi bukan dirimu melainkan ketenaranmu. Ayolah, berkencan dengan DBSK, siapa yang tidak mau? Namun sekarang aku sudah bosan padamu jadi aku minta putus. Kau mengertikan sekarang?” aku menepuk pundaknya kemudian berjalan meninggalkannya. Oppa, mianhae.

“Choi Sooyoung!” panggilnya. Aku menghentikan langkahku namun tetap berdiri membelakanginya, “tatap mataku dan katakan bahwa kau tidak mencintaiku.”

Aku menghembuskan nafas panjang dan dengan cepat memutar tubuhku dan menatap matanya sambil tersenyum lebar, “aku tidak mencintaimu. Puas?” aku memberinya sebuah wink kemudian tersenyum dan berbalik berjalan meninggalkannya.

Setelah meninggalkan atap, aku mencoba bersandar di dinding karena seolah aku kehilangan keseimbangan dan hendak jatuh.

Aku tidak bisa menahan air mataku lagi dan mulai menangis. Choi Sooyoung, kau benar-benar wanita jahat! Aku menangis dengan keras dan tidak peduli bila ada yang mendengar.

“Kalian harus putus!” ucap Kim Young Min dengan tegas.

“Y-ye?”

“Kau dengar aku, Sooyoung-ssi. Kalian harus putus.” ulangnya lagi.

“Chacang-nim…”

“Aku tahu jika aku meminta hal ini dari Changmin maka itu akan sia-sia namun aku tahu aku bisa mengandalkanmu.” dia berkata dengan wajah licik.

“Aku.. aku tidak mau.” tolak Sooyoung.

“Sooyoung-ssi, aku tahu kau tidak bodoh. Berkencan adalah hal yang dilarang keras disini dan itu tercantum dalam kontrak.”

“Maafkan aku tapi aku tidak ingin berpisah dari Changmin-ssi.” tolak Sooyoung keras dan meninggalkan ruangan CEO nya.

“Walaupun hal itu akan mengancam tim mu?” kata-kata Kim Young Min membuat Sooyoung berhenti berjalan. “Kau tahu, satu kesalahan yang kau buat akan berpengaruh besar pada grup mu. Lagipula jika fans DBSK tahu bahwa idola mereka berpacaran maka kau tahu jelas apa yang akan terjadi kan? 2 tahun vakum karena 3 member yang mengundurkan diri sudah sangat membuat hidupnya susah dan sekarang ketika mereka baru saja bangkit kembali, rumor, ah tidak– fakta bahwa hubungannya dengan seseorang yaitu kau terungkap maka BAM! Karirnya akan hancur.”

“M-mwo?”

“Dan setelah itu tim mu akan ikut jatuh. Kalian baru saja debut di Jepang. Kau tahu kalau cassieopeia adalah fans yang nekat kan? Bayangkan apa yang akan mereka lakukan padamu dan SNSD jika mereka tahu bahwa oppa mereka berpacaran denganmu.” Kim Young Min tersenyum lebar.

Rasanya aku ingin sekali menampar mukanya jika saja dia bukanlah atasanku.

“Bagaimana? Aku tahu kan bukan orang bodoh, Sooyoung-ah.” dia menyengir padaku.

“Apakah kau harus melakukan hal ini padaku? Aku berjanji kami akan bersikap hati-hati! Banyak idol yang diam-diam berpacaran dan tidak ketahuan oleh publik jadi aku yakin kami bisa melakukannya!”

“Andwe!”

“Wae andweyo?”

“Karena kau adalah Sooyoung dan dia adalah Changmin! Kau masih belum mengerti? Kalian adalah SNSD dan DBSK! Kalian adalah Boy dan Girl Group nomor 1 di Korea dan fans kalian amatlah banyak! Jika publik mengetahui hubungan kalian maka perusahaan akan hancur!” dia menaikkan volume suaranya.

“Tapi…”

“Jika kau masih tetap ingin bersamanya maka hanya ada satu cara.”

“Apa itu?”

“Kau atau dia harus keluar dari perusahaan! Ah~ atau kalau tidak bagaimana jika salah satu grup harus disban? Bagaimana? Kau mau ambil kesempatan itu?” dia mengeluarkan senyuman liciknya.

“Mianhae oppa, mianhae…” Sooyoung menangis dengan kepala tertunduk.

* * *

“Sooyoung-ah, kau sedang apa?” Leeteuk oppa yang sedang melewati Sooyoung nampak kaget melihat keadaan Sooyoung yang kacau.

“Op–oppa.” Sooyoung dengan cepat menghapus air matanya dan bangkit.

“Kau kenapa? Kau habis menangis?” tanya Leeteuk khawatir.

“Annyieyo oppa, aku baik-baik saja.” Sooyoung menggeleng dan berusaha keras untuk tersenyum.

“Apa Yoona mengambil makananmu lagi? Atau kau baru saja dipukul Yoona karena menghabiskan makanannya?” tanya Leeteuk geli.

Sooyoung menggeleng, “annyieyo oppa, aku hanya–” kata-kata Sooyoung terhenti ketika sosok Changmin melintas di belakang Leeteuk.

Sooyoung berpikir keras. Apa yang harus dilakukannya. Tiba-tiba ia mendapat ide dan dengan cepat dia tersenyum dan memukul pundak Leeteuk sambil tertawa keras. “Tentu saja oppa! Kita harus merayakan status single ku malam ini!”

“Eh?” Leeteuk menunjukkan ekspresi bingung di wajahnya mengenai perubahan sikap Sooyoung yang amat drastis.

Changmin mendengus kesal lalu berjalan dengan cepat meninggalkan Sooyoung dan Leeteuk. Setelah cukup jauh, Sooyoung amupun Leeteuk tersontak kaget karena teriakan Changmin yang kencang menggema di lorong.

“Kau kenapa? Apa kau bertengkar dengan Changmin?”

“Kami baru saja putus.” jawab Sooyoung dengan sebuah senyum lebar terlukis di wajahnya.

“Dan kau bahagia karena…”

“Karena aku akhirnya bebas! Apa yang bisa aku harapkan dari pria yang bisanya hanya makan saja?” Sooyoung berkata ketus sambil melipat kedua tangannya.

“Jangan bohong padaku, Sooyoung.” ucap Leeteuk pelan namun Sooyoung bisa melihat keseriusan dari mata pria yang ada di hadapannya.

Walaupun Leeteuk bukanlah idol paling senior di perusahaan namun karena umurnya yang lebih tua dibanding yang lain maka semua menganggap Leeteuk sebagai ‘appa’ dari mereka. Leeteuk dekat dan tahu betul sifat dan kepribadian anak-anak SM terutama membernya sendiri, DBSK, SNSD karena mereka menjalani waktu training bersama untuk waktu yang lama.

Leeteuk juga merupakan salah satu orang yang memiliki peran penting dalam hubungannya dan Sooyoung jadi mustahil bagi Sooyoung untuk berkata bohong padanya.

“Hh~” Sooyoung menghela nafas berat, “aku rasa kau sudah tahu apa yang terjadi dan kenapa aku mengambil keputusan itu, oppa.” Sooyoung menunduk.

“Tekanan dari ‘atas’ ?” Leeteuk menekankan kata ‘atas’. Sooyoung mengangguk lemas.

“Wow, kalau begitu ini cukup sulit.” Leeteuk mengacak-acak rambutnya. “Apa ancamannya?”

“Dia akan membocorkan hubungan kami ke publik dan menghancurkan SNSD dan DBSK bersama-sama.”

“Waah, dia benar-benar kelewatan! Sepertinya kontrak budak belum cukup baginya untuk mengikat kita.” Leeteuk berkata kesal.

“Jika aku ingin dia hidup maka ini adalah satu-satunya pilihan yang aku punya.” Sooyoung berkata pelan lalu berjalan dengan tenaga yang tersisa di tubuhnya.

* * *

Changmin’s POV

“Mwo? Kau dan Sooyoung putus? Bagaimana mungkin?” Yunho hyung berteriak kencang ketika dia mendengar alasan kenapa aku mengurung diri di kamar selama 18 jam terakhir.

“Iya, aku putus? PUAS?” aku memukul meja dengan kencang kemudian lari ke balkon.

“Changmin-ah~” Yunho hyung menepuk pelan pundakku. “…maafkan aku karena tidak peka dengan keadaanmu.”

“Hyung, kenapa semua orang meninggalkanku? Jaejoong hyung, Yoochun hyung, Junsu hyung dan sekarang Sooyoung? Apa aku orang yang jahat? Kenapa mereka semua menyakiti dan meninggalkanku? Apa aku hanyalah sebuah boneka mainan yang bisa ditinggalkan begitu saja ketika mereka sudah bosan?” aku bertanya. Jujur, selama beberapa tahun terkahir, ini adalah hal yang paling aku takutkan. Setelah ketiga hyung pergi, hal yang paling aku takutkan adalah bahwa suatu saat Sooyoung juga akan meninggalkanku dan sekarang hal itu benar-benar terjadi.

“Bodoh! Tentu saja tidak! Kau adalah orang yang baik dan semua orang menyukaimu. Mereka hanya…” kata-kata Yunho hyung terhenti sebentar. Dia menutup matanya dan menarik nafas panjang kemudian membukanya dan tersenyum kecil. “Mereka hanya memiliki beberapa alasan yang bahkan sulit bagi kita untuk mengerti.”

“Yang jelas, kau masih mempunyai aku disampingmu dan aku berjanji apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu.” Walaupun kata-kata Yunho hyung membuatku merinding namun aku bersyukur memiliki hyung dan leader seperti dia.

“Oh ya, besok kita ada rapat mengenai lagu-lagu yang akan masuk di album kita jadi kau harus istirahat yang cukup dan lupakan semua masalahmu, arasso? Kita sudah lama menunggu hari esok tiba.” Yunho hyung mengingatkanku.

“Ne hyung, arasso.”

* * *

Aku dan Yunho hyung menunggu di ruang rapat. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 lewat namun manager hyung bersama produser album kami belum juga muncul.

“Kenapa lama sekali?” Yunho hyung terlihat gelisah. Aku tahu betul Yunho hyung adalah orang yang disiplin dan dia paling benci orang yang telat dan mengharuskannya untuk menunggu.

“Sabar hyung, mungkin mereka–” kata-kataku terpotong karena produser serta manager kami sudah datang.

“Annyeonghaseyo, maafkan saya karena terlambat. Jalanan benar-benar macet.” ujarnya. Yunho hyung dan aku bangkit dari duduk dan menjabat tangannya.

“Baiklah, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik.” dia tersenyum lebar lalu mengeluarkan beberapa buah CD dan kertas.

“Ada 22 buah lagu yang tersedia dan kalian bebas memilih lagu mana saja yang kalian inginkan.” Aku dan Yunho hyung langsung mendengarkan lagu demo dan membaca dengan cermat kertas-kertas berisi lirik tersebut.

Sejauh ini kami sudah memilih 5 lagu namun aku maupun Yunho hyung belum memutuskan mana yang akan kami jadikan single utama.

Setelah lebih dari 3 jam, mataku akhirnya tertuju pada sebuah kertas lirik lagu yang berjudul ‘Why?’. Aku membaca dengan cermat lirik itu dan entah mengapa lagu ini seakan mencerminkan apa yang sedang terjadi dalam diriku.

“Hyung, bagaimana kalau lagu ini yang jadi single utama kita?”

Yunho hyung membaca liriknya kemudian dia menatapku dengan tatapan ‘apa-kau-yakin’.

“Wow! Kau memilih lagu yang bagus, Changmin-ssi.” puji si produser.

“Bisakah kami mendengarkan musiknya?”

Setelah mendengarkan musiknya aku bisa merasakan amarah dan sesuatu yang amat kuat dari lagu ini, yang entah mengapa aku merasa lagu ini memang khusus diciptakan untukku.

“Kau yakin akan memilih lagu ini?” tanya Yunho hyung sekali lagi.

“Hyung, aku mohon.” Yunho hyung menghela nafas berat kemudian mengangguk tanda dia menyetujui pilihanku.

* * *

“Akhirnya besok kalian akan comeback juga!” Kim Young Min merentangkan kedua tangannya lebar-lebar untuk memelukku dan Yunho hyung. Walaupun banyak orang yang hanya tahu Lee Soman sonsaeng-nim lah yang jahat tapi pria yang satu ini 100x lebih jahat darinya.

Aku dan Yunho hyung hanya memasang senyum basa-basi kemudian dengan cepat aku menjauhkan tubuhku darinya.

“Sudah berapa lama? 2 setengah tahun! Aah, aku yakin kalian pasti amat merindukkan masa-masa perform di atas panggung kan?” dia tersenyum lebar  sambil menepuk-nepuk pundak Yunho hyung.

“Terimakasih karena sudah datang kesini, chacang-nim.” kami berdua membungkukkan badan kami.

“Oh ya, aku turut sedih atas berakhirnya hubunganmu dengan Sooyoung-ssi. Kau tahu, wanita. Mereka selalu mencari yang terbaik dan lebih baik. Aku harap kau bisa bersikap profesional dan jangan biarkan masalah pribadi mengganggu karirmu, arrachi?” ujarnya padaku.

“Jangan khawatir, Kim Youngmin-ssi.” aku memberinya senyum simpul kemudian dia pergi ke ruangannya.

“Wah, pria itu benar-benar hanya mementingkan masalah uang.” Yunho hyung menggeleng-gelengkan kepalanya. “Untung saja dia tidak tahu hubunganku dan Yuri kalau tidak dia pasti juga akan–“

“Hyung.” kataku memotong ucapan Yunho hyung.

“Apa?”

“Darimana darimana dia tahu kalau aku dan Sooyoung pernah berpacaran? Annyi, dia tahu bahwa aku dan Sooyoung sudah putus? Bukankah tidak ada yang tahu mengenai hal ini selain kita? Dan yang tahu mengenai putusnya hubungan kai hanya kau dan para member SNSD. Super Junior, SHINee bahkan f(x) un belum tahu. Luna bahkan bilang padaku agar aku dan Sooyoung merayakan hari jadi kami yang ke-5 sebentar lagi. Tapi bagaimana caranya dia tahu? Dan dia sama sekali tidak marah atau bilang apa-apa padaku.” kataku. Sedikit aneh, ah bukan– sangat aneh!

Kim Youngmin atau Lee Soman bukanlah tipe atasan yang akan diam jika melihat artis mereka berkencan walaupun kami sudah putus sekalipun. Mereka pasti akan memanggil kami, minta penjelasan dan akan memaki-maki dihadapan kami tapi ini? Dia tersenyum dan mengutarakan rasa simpati nya padaku. Apa dia sudah gila.

“Benar juga! Anak-anak yang lain tidak akan mungkin bercerita padanya mengenai hubunganmu dan Sooyoung. Lagipula kenapa dia tidak marah dan malah bersimpati padamu?” Betul kan? Bahkan Yunho hyung pun memiliki pemikiran yang sama denganku.  Apa mungkin dia?

“Hyung, aku akan menemui Sooyoung sebentar!” aku berlari tanpa menghiraukan panggilan Yunho hyung.

Aku berlari ke lantai 5 dan langsung menuju ruang latihan SNSD. “Oppa, ada apa?” tanya Yoona heran.

“Dimana Sooyoung?” tanyaku tanpa perlu berbasa-basi.

“Soooyung onnie? Ada perlu apa kau mencarinya?” tanya Yoona lagi.

“Aissh~ Aku tidka punya waktu untuk menjawab pertanyaanmu, Yoong! Beritahu aku dimana Sooyoung sekarang?” kataku sedikit membentak menyebabkan Yoona dan Seohyun yang ada disampingnya terlonjak kaget.

“A–ada di kantin.” keduanya menjawab dengan suara gemetar.

“Gumawo.” dan akupun langsung turun ke bawah.

“Changmin-ah, kau mau kemana?” Kyuhyun yang melihatku lari terburu-buru sempat berusaha menahanku dengan menarik jaket yang ku kenakan namun untungnya tidak berhasil. Aku terus menghiraukan orang yang memanggilku dan meninggalkan mereka dengan wajah yang terheran-heran.

Setelah tiba di kantin, aku melihat Sooyoung dengan para Choi siblings nya, Siwon hyung, Minho dan Sulli ditambah Yuri sedang makan siang dan berbincang. Aku mengatur nafasku kemudian berjalan mendekati mereka.

“Oh? Changmin hyung!” Minho yang pertama kali melihatku melambaikan tangannya dengan semangat. Sooyoung yang duduk di depannya dna otomatis membelakangiku langsung memutar kepalanya dan terlihat kaget melihat kehadiranku disini.

“Aku perlu bicara denganmu!” aku memegang tangan Sooyoung dan menarik tubuhnya dengan paksa.

“Hyung/Oppa/Changmin-ah!” Yuri, Sulli, Minho dan Siwon hyung berseru bersamaan namun aku tidak menghiraukan mereka dan terus membawa Sooyoung keluar dari tepat itu.

“Lepaskan aku. Lepaskan aku! LEPASKAN AKU SHIM CHANGMIN!” Sooyoung berteriak. Aku akhirnya menyerah dan melepaskan tanganku darinya.

“Apa kau sudah gila? Apa lagi maumu kali ini?” katanya dingin sambil memijit-mijit pergelangan tangannya yang memerah.

“Apa yang sudah Kim Youngmin atau Lee Soman lakukan padamu?” tanyaku langsung. Kepalanya yang tadi menunduk karena tidak mau melihat wajahku langsung terangkat dan matanya melebar menandakan dia terkejut dengan kata-kataku barusan.

“A–apa maksudmu?”

“Apa yang sudah Kim Youngmin atau Lee Soman lakukan padamu?” ulangku datar.

“Apa yang sedang kau katakan?”

“Jangan bohong, Choi Sooyoung! ” aku berteriak dan menyandarkan tubuh Sooyoung ke dinding secara kasar. “Kau dan aku bukanlah orang yang bodoh jadi sekarang jawab saja pertanyaanku! APA YANG SUDAH MEREKA LAKUKAN PADAMU?” aku berteriak dan menghantamkan tinjuku ke dinding.

“…”

“Apa mereka mengancammu? Apa yang mereka katakan? Apa mereka bilang jika kau tidak memutuskan hubunganmu denganku maka dia akan menghancurkanku?” tanyaku.

Dia tersenyum kemudian mengeluarkan tawa panjang, “apa yang membuatmu berpikir seperti itu? Aku tidak peduli jika dia menghancurkanmu atau grupmu karena itu bukan urusanku. Baiklah, dia memang mengancamku tapi tebakanmu yang sebelumnya salah! Dia bukan mengancam ingin menghancurkanmu tapi menghancurkan aku dan tim ku! Tentu saja aku dengan senang hati akan memutuskan hubunganku denganmu. Kau pikir kau sebanding dengan karirku saat ini? Keep dreaming, Shim Changmin.” dia berkata dingin kemudian berjalan meninggalkanku. Choi Sooyoung, sekarang aku sadar bahwa kau memang wanita yang jahat.

-THE END-

A/N: Ceritanya nge-gantung yah? keke~ emang sengaja aku bikin begitu. Masalah lanjutannya nanti aku pikirin bakal aku lanjutin atau ga yaah~ Aku harap reader semua suka sama ceritanya yaah~
Hope you like it ^^
Read it, Love it and COMMENT!!!

Iklan

14 thoughts on “[OneShot] Why?

  1. aaah dian unniee lanjutin dooong jangan dibikin gantung huhuhu T-T
    kasian changsoo, kenapa kau begitu tega unniee *reader gila*

    bikin sekuelnya ya unnie, please~
    gomawo ^^
    aku suka banget hehe

  2. lho aku kira sooyoung sama changmin bakal bersatu lagi tp ini malah ngegantung…kasihan sooyoung harus menanggung beban demi orang yang sangat dicintai’a…bikin sekuel’a dong chingu coz aku gak setuju jika mereka berpisah…

  3. huaaaaaaaaa……..
    knp soo onnie dibilang jahat??
    soo onnie kan yoeja paling cantik baik hati dan tidak sombong… 🙂
    oppaaaa, itu kerjaannya Kim Youngmin ituuuu……..
    hiks, onnieeee, ayo persatukan CHANGSOO!!! 😀

    onnie, sekuel nya doong, pllliiiissssss 😀

  4. Ya ampuun lanjut doong kasian sooyoung dicap jelek sama changmin padahal sooyoungkan di ancam parah gitu sama atasannyaaaaaa….
    Nice ff!!

  5. annyeong onnie.
    udah lama ga main kesini.
    hehe.

    hwaa.
    subuh2 nemu ff changsoo.
    suka bgt ama ceritanya.
    tp syg ini endingnya ngegantung bgt onn.
    ayo bkin sekuel nya.

    nasib changsoo ada di tangan onnie nih.
    gak tega ngeliat mereka sama2 tersakiti gtu.
    huhuhu T.T

    semangat ya onn.
    slalu ditunggu ff onnie yg lainnya.^^

  6. Annyeong ^^~
    Geregatan Sama Soo unnie kenapa gk jujur aja -___-
    Ini Juga si Youngmin Jahatnya minta ampun -_-
    Dilanjutin yayayaya *Puppy eyes* #plak
    Nice FF 🙂

  7. ChangSoo!! suka bangett ama couple ini!!!!
    ihh Sooyoung kenapa ngomong gtu??????????
    changmin jangan mikir yg engga2! sooyoung ga jahat. aduh aku geregetan
    wah ada neplok dikit Yuri Yunho. ayo kapan2 bikin YulHo couple!! kwkwkw
    kereenn ffnya!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s