[OneShot] Timeless

 Timeless
Xiah Junsu – Kim Taeyeon
Romance


Timeless, it isn’t seperation, is it?

Aku memandang televisi yang ada didepanku saat ini. Apakah ini mimpi? Ataukah ini kenyataan? Apakah aku masih waras? Atau aku sudah kehilangan akal sehatku sekarang? Entahlah, aku tidak tahu.

Yang aku tahu saat ini dunia kita sudah berbeda, kita sudah tidak berjalan dijalan yang sama lagi seperti saat-saat dulu. Saat ini adalah yang kita sebut ujian. Kau dan aku sama-sama memiliki mimpi yang harus diraih dan itu membutuhkan sebuah pengorbanan, cinta.

Semua orang bertanya padaku, ini bukan perpisahan kan? Entahlah, bahkan akupun tidak tahu. Yang aku tahu saat ini adalah kau menjauh dariku, kau jauh dari rangkulanku. Aku tidak bisa merengkuh sosok mu yang hangat seperti dulu lagi.

Ketika mengingat kita pernah berjanji bahwa cinta kita abadi tidak termakan waktu. Mungkin itu terdengar gombal dan menggelikan tapi kita berdua tahu bahwa itu lah kenyataannya. Kita berdua setuju bahwa cinta kita kekal, abadi, selamanya.

Melihatmu saat ini membuatku sadar, apa yang harus kulakukan? Melihat tatapan matamu yang sedih, mata yang tidak memiliki pancaran cahaya seperti dulu dan hanya terdapat kesedihan didalamnya.

Haruskah aku menghilang? Namun ketika aku menghilang nanti, akankah semua kesedihan itu ikut denganku? Atau akan tinggal dengan setia disisimu?

Aku ingin memelukmu, berkata bahwa semua akan baik-baik saja. Aku ingin merasakan hangat hembusan nafasmu, detak jantungmu dan wangi rambutmu. Aku ingin mencium keningmu dan berkata semuanya akan kembali seperti semula dan yang perlu kau lakukan hanyalah menunggu.

Tunggu aku. Tunggu aku membuktikan pada dunia ini betapa besar cintaku padamu. Tunggu aku menjemputmu ketika aku sudah siap dan kita akan hidup bahagia selamanya.

Tapi… Apakah akan semudah itu? Kau juga memiliki kehidupan yang tidak mungkin kuhancurkan hanya karena keegoisanku saja.

Kau… begitu rapuh. Bahkan saat kau ditarikpun kau hanya bisa meringis tanpa melawan. Kau… begitu lembut bahkan akupun takut untuk menyentuhmu karena kau terlalu berharga. Apakah yang kulakukan ini benar?

Ya Tuhan, aku hanya ingin kita bisa bersama namun kenapa semuanya nampak terlalu sulit? Aku sadar demi kebahagiaan kita akan ada banyak orang yang terluka, akan ada banyak orang yang kecewa. Tapi apa itu tandanya kita tidak berhak untuk bahagia? Apa kita tidak berhak hidup berdasarkan rasa cinta kita? Seperti yang kukatakan, kita berdua setuju kalau cinta kita itu kekal.

Aku menundukkan kepalaku dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja. Yang perlu kulakukan hanyalah menggenggam erat tanganmu agar tidak terlepas dari dariku, melindungimu dari kebencian orang-orang yang merasa tersakiti.

Jika ada luka di hati, luka tersebut tentunya akan sembuh kan? Haruskah itu dibayar dengan beribu air mata? Entahlah. Yang jelas tolong jangan lepaskan tanganku.

“Oppa.” dia tersenyum dan berjalan menghampiriku. Dia tersenyum lebar memamerkan sderetan giginya yang tersusun rapi namun anehnya kesedihan itu masih berdiam di matanya.

“Kau sudah datang?” tanyaku. Dia mengangguk kencang lalu menatapku dalam. “Kau kenapa?”

“Annyi. Hanya saja…ini semua terasa seperti mimpi.” jawabnya. Aku merengkuh tubuh kecilnya lalu memeluknya dengan erat. Aku bisa merasakannya! Aku bisa merasakan hangat tubuhnya, detak jantung serta desah nafasnya. Dan aku bisa merasakan bahwa hatinya juga ada disini sekarang, ada untukku.

“Jadi, apa pendapat yang lain?” tanyanya sambil masih tetap berada dipelukanku.

“Mereka mengerti. Hanya saja mereka sedikit menyesali keputusan kita berdua untuk mundur. Bagaimana denganmu?” aku melepaskan pelukanku dan menatap matanya.

“Kontrak kami memang sudah hampir habis, hanya tinggal persiapan akhir. Lagipula Sooyoung dan Hyoyeon akan menikah tahun ini dan tentu saja mereka mengundurkan diri.”

Lalu bagaimana denganmu? Apa kau bisa hidup tanpa bernyanyi?” tanyaku. Dia memberikan tatapan yang tidak bisa keubaca namun sedetik kemudian dia tersenyum dan memelukku dengan erat.

“Asalkan bersama oppa, aku rela bahkan jika aku tidak bisa berjalan.” aku tersenyum mendengar kata-katanya.

“Bagaimana dengan oppa? Jaejoong oppa sudah memberikan statement bahwa dia akan terus bernyanyi lalu bagaimana denganmu?”

“Aku? Asalkan aku bisa menggenggam tanganmu maka itu sudah lebih dari cukup.” Dia tersenyum lalu mendekatkan wajahnya kewajahku. Aku bisa merasakan bibir lembutnya menyentuh bibirku.

“Saranghaeyo, Kim Junsu.” ucapnya pelan. Aku balas mencium keningnya dan berbisik sesuatu ditelinganya, “our love… is timeless. Saranghaeyo, Kim Taeyeon.”

Iklan

15 thoughts on “[OneShot] Timeless

  1. Asik TaeSu!! Aku suka TaeeSu 😀
    Ini nyeritain mksdnya abs snsd am jyj selesai karir mrk yah? Semoga deh nantinya abis snsd dan jyj selesai Junsu oppa beneran sm Taeyeon 🙂 hehe

    • Sama, aku juga suka TaeSu!! 😀
      Iya, jd ini ceritanya mereka udah selesai karir dan mutusin buat sama². Iya nih, aku jg berharap ceritaku jd kenyataan, Нεнε ¨☺¨ нεнε ¨☺¨ нεнε.

      Makasih ya udah baca~

  2. amiin! semoga TaeSu jadi real! mereka bener-bener cocok haha
    soo dan hyo nikah sama siapa itu haha *aneh-aneh aja saya*
    nice ff 😉

  3. Annyong..numpang comment yah..gw fans beratnya taesu nh..banyakin dng epep taesunya jd khyalan gw ttg mrka ga pudar…hhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s