[OneShot] My Two Favorite Boys (Short-Story)

My Two Favorite Boys
JaySica
OneShot

“Ayolah oppa, aku hanya pergi sebentar.” Jessica berkata sambil memasukkan beberapa barang ke dalam tas nya.

“Syuting CF itu tidak sebentar, Sica.”

“Aku janji hanya sebentar.” Sica mencubit pelan pipi suaminya karena gemas.

“Tapi kau tahu kan kalau aku tidak tahu bagaimana caranya mengurus anak?”

“Kau bisa tapi kau MALAS!” Sica berjalan keluar kamar dan suaminya mengikuti dari belakang.

“Aah! Kita paggil Soojung saja!” usul si suami dengan wajah ceria.

“Kau gila? Dia sedang dalam masa ujian!”

“Kalau begitu kita panggil Tiffany saja!” usulnya lagi.

“Park Jaebum, kau mau anak kita terbunuh karena si jamur itu? Kau pasti tidak pernah nonton Hello Baby ya? Lagipula sekarang dia sedang di Prancis bersama Siwon oppa.”

“Huuhhh….” Jaebum terduduk lemas di sofa.

“Ayolah! Tidak ada salahnya berduaan dengan Jaehyun kan? Hitung-hitung bonding bersamanya.” Jessica menggendong Jaehyun yang sedang bermain di lantai, mencium pipinya lalu menyerakannya kepada Jaebum.

“Jangan ajak dia keluar! Jangan lupa beri makan dia jam 6 sore nanti, jangan lupa juga untuk mengganti popoknya. Oh ya, jangan lupa cek temperatur susunya, aku tidak ingin bayiku kenapa-napa!” Jessica mengingatkan Jaebum sambil mengambil jaketnya.

“Iya…iya…” Jaebum menjawab istrinya asal-asalan.

“Jaehyun-ah, omma pergi dulu ya.” Jessica mencium anak yang ada di tangan Jaebum dan pergi.

“Hei! Kenapa aku tidak dicium juga?” Jaebum teriak protes. Sang istri tertawa kecil dan memukul dahinya, mencium pipi Jaebum lalu kembali pergi.

“Hei, he got lips but how come I only got cheeks?” Jeabum kembali protes.

“No lips in front of baby, you pervert!” Sica mengedipkan matanya dan masuk ke dalam mobilnya meninggalkan 2 pria kesayangannya sendirian di rumah.

“Ok, seems like it’s only you and me now!” Jaebum memicingkan matanya ke arah Jaehyun.

***

“Wooyoung-ah, ayolah! Kalian kan bisa pergi kapan-kapan.” ujar Jaebum dengan nada memelas.

“Hyung, ini malam anniversary kami jadi tidak bisa dilakukan kapan-kapan!” suara dari seberang membentak keras Jaebum.

“Aaiissh! Awas saja kau! Sampaikan kata-kataku pada Taeyeon bahwa dia sial memiliki suami sepertimu!” Jaebum membentak tak kalah keras dan menutup telpon dengan kasar.

“Aah, masih ada Khun!” Jaebum dengan cepat menekan beberapa digit angka telepon.

“Hai, ini Khun…” telpon Jaebum langsung tersambung mesin penjawab.

“…dan ini Yoona…” terdengar lagi sebuah suara perempuan.

“…mohon maaf kami tidak bisa menjawab panggilan kalian karena kami tengah berada di Macau dalam rangka ‘second honeymoon’ dan akan kembali beberapa waktu. Annyeong, saranghaeyo. Tuut…tuutt…” Jaebum tidak bisa menahan mulutnya untuk tidak terbuka setelah mendengar suara Khun dan Yoona.

“Paman dan bibi mu yang satu itu benar-benar MENJIJIKKAN!” Jeabum berkata kepada Jaehyun.

“Baiklah, sepertinya memang benar-benar tinggal kita berdua, mari lihat apa yang bisa kita lakukan malam ini!” Jaebum berkata dengan mimik muka pasrah sementara Jaehyun tersenyum memamerkan 3 buah giginya.

“Ya, kau sudah memiliki gigi tapi kenapa masih manja dan minum susu? Kau tahu, susu itu harganya mahal dan aku harus memutar-mutar kepalaku dilantai untuk itu.” Jaebum mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Jaehyun namun bayi 9 bulan itu langsung meraih jari appa nya dan memasukkan ke dalam mulutnya.

“Ya, Jaehyun-ah jari appa kotor!” Jaebum menarik kembali jarinya dari mulut anaknya, khawatir dengan bakteri yang nanti masuk ke tubuh Jaehyun.

“Kau tahu, kau ini tidak pembersih seperti omma mu.” Jaebum mencibirkan lidahnya keluar membuat anaknya tertawa.

“Booya? Kau suka melihatku menjulurkan lidah? Dasar anak aneh!” Jaebum mengelus kepala Jaehyun pelan.

“Jaehyun-ah, sebentar lagi jam 6 jadi appa akan menyiapkan makan malammu dulu, ok? Kau duduk dulu disini dan nonton TV ya.” Jaebum meletakkan anaknya di kereta dorong dan memilihkan acara TV khusus untuk bayi.

Sementara Jaehyun duduk tenang menonton, Jaebum sibuk dengan botol, susu dan air panas. Sesuai instruksi Sica, air panasnya dimasak terlebih dahulu. Jaebum mengambil panci kecil, mengisinya dengan air bersih kemudian dimasak di atas api kecil.

“Tunggu dulu! Aku kan tidak tahu berapa sendok susu dan gula yang harus kumasukan.” Jaebum menepuk dahinya sendiri.

Karena takut salah maka dia mengambil ponselnya dan menelpon Sica.

“Wae, sudah menyerah?” tanya Sica langsung.

“Annya. Kau tahu, ini sudah hampir jam 6 dan aku harus memberi anak ini…”

“Anak kita.” Jessica membenarkan kata-kata Jaebum.
“…iya, maksudku anak kita makan. Tapi aku tidak tahu berapa banyak sendok susu yang harus kutuangkan kedalam botolnya.”

“Hhh…” Jessica mendesah pelan. “Masukkan 2 sendok susu kedalam botolnya kemudian tambahkan sedikit air panas dan air biasa, setelah itu kocok dan tuangkan sedikit ke telapak tanganmu. Kalau masih terasa panas maka susunya ditiup dulu.” Jessica menjelaskan panjang lebar.

“Lalu gulanya?”

“Gula? Kau sudah gila? Anak bayi tidak mengkonsumsi gula!” Jessica berteriak mengeluarkan suara lumba-lumbanya.

“Minum susu tanpa gula? Apa rasanya?” Jaebum mengernyitkan dahinya.

“Enak! Sudah jangan banyak tanya! Sekarang aku sedang sibuk dan Jaehyun pasti sudah lapar jadi cepat beri dia makan!” Jessica memutuskan sambungan telpon membuat Jaebum mendecak tidak percaya.

“Aigoo… this ajhumma! Ya! Lihat omma mu! Dari dulu sifatnya tidak berubah.”. Jaebum menatap Jeahyun namun anak itu hanya bisa melebarkan matanya.

“Ya! Kau ini sebenarnya anak siapa? Matamu tidak sepertiku! Kenapa matamu besar dan memiliki kelopak mata? Tapi kau tahu, matamu aneh seperti ibumu, besar sebelah.” Jaebum mencibirkan bibirnya ke Jaehyun.

“Great! Sekarang aku sedang bicara pada anak berumur 9 bulan!” Jaebum menepuk dahinya sendiri menyadari kebodohan dirinya dan hal itu membuat Jaehyun tertawa.

Jaebum membawa Jaehyun masuk ke dalam kamar lalu menidurkannya di kasur dan memberikannya sebotol susu. “Minum susu yang banyak agar kau cepat besar dan bisa makan nasi. Kau tahu, aku sudah tua untuk memutar-mutar kepalaku di lantai.” Jaebum bergumam di telinga Jaehyun.

“Haruskah aku menyanyi untukmu? Baiklah. Ehemm… Beautiful girl, all over the world… Wait a second! You’re a boy! Ah baiklah, anggap saja ini lagu untuk ibumu ok?” Jaehyun telah tertidur pulas dan susu di botolnya telah habis ketika Jaebum memandangnya.

Jaebum melepaskan botol susu dari mulut Jaehyun lalu meletakkan bantal disekelilingnya agar anaknya tidak jatuh dari kasur.

Melihat wajah tenang Jaehyun, Jaebum hanya tersenyum lembut lalu mengelus-elus lembut kepala anaknya.

“Cepatlah tumbuh besar agar kau bisa bermain denganku nanti, arasso?” Jaebum mencium pipi Jaehyun lalu kembali mengelus kepala anaknya. Di dalam hatinya dia amat bersyukur bisa memiliki istri yang cantik dan baik seperti Jessica dan seorang anak tampan seperti Jaehyun.

“Kau tahu? Aku tidak pernah menyangka akan menikah dan memiliki anak tampan sepertimu. Tapi kalau dilihat-lihat aku masih lebih tampan dibanding kau.” Jaebum menaikan alisnya lalu mencubit gemas pipi Jaehyun.

“Hooaammm… Aah, aku mengantuk.” Jaebum menyandarkan kepalanya di bantal yang ada di sebelah Jaehyun dan tertidur.

***

“I’m home!!” Jessica berkata ketika dia masuk ke dalam rumah. “Boys, I’m home!” Jessica berkata lagi namun tidak ada sahutan suara Jaebum.

“Kemana mereka?” Jessica melepas matelnya dan meletakkan di gantungan lalu mulai mencari 2 pria favoritnya di sekitar rumah.

“Oppa…” Jessica kaget ketika dia masuk ke dalam kamarnya. 2 pria yang paling dicintainya tengah tidur di kasur. Jessica berjalan mendekati mereka dan terkekeh.

“Kau benar-benar lucu oppa.” Jessica mengelus kepala suaminya dan mencium pipinya. “Maaf sudah membuatmu bekerja keras.” bisiknya.

Jessica membuka lemarinya lalu mengambil sebuah kamera dan mengambil gambar suami dan anaknya yang tengah tertidur pulas. Setelah hasilnya keluar, Jessica tidak dapat menahan senyumnya dan terkekeh kecil. Terakhir sebelum dia pergi mandi dia menempelkan foto tersebut di pintu kulkas dan tidak lupa di menulis ‘my 2 favorite boys.”

-END-

Annyeong readers :DDD
Sebelumnya aku minta maaf karena hiatus dan ga sempet update karena jujur selama beberapa bulan ini minat aku buat nulis jadi ilang, aku mohon maaf. Buat ff series yg belum aku lanjutin Insay Allah bakan aku post secepatnya, ok?

Happy Reading ^^
Read it, Love it and COMMENT!!

Iklan

22 thoughts on “[OneShot] My Two Favorite Boys (Short-Story)

  1. annyonhaseo, aku reader bru chingu.aku suka crita’y.klo bsa dbkin 2 shot atw series aj chingu.seru soal’y..hehe *maksa..

  2. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… guw suka nie ff..

    berasa kyk bneran…..
    jaebum bisa ngurus ank juga toh, kirain gag bisa….

    pengen rumah tangga guw kyk mereka…. romantis cuii….

    lanjutkan unnie….

  3. Kyaa.
    akhirnya muncul lagi.
    asyik.asyik.^^

    jaysica so sweet bgt.
    lucu kali ea kalo misalkan ff ini dijadiin mv gtu.
    wkwk.

    good job.
    ditunggu a walk to remember nya.^^

  4. ahhh…
    Lcunya… Ska crita nya*hug author*..
    Tpi krang ska couplenya..*mianhae/nnduk 90 drajat*
    ..
    Aq HaeSica shipper sch…
    Nice ff.,

    i like it..

  5. Wah suka bgt sama ni ff, penokohan jaebumnya oke, dan babonya jaebum dpt bgt, jgn2 sica bilang babo itu emg bwt si jay, hahaha. Babo

  6. sica bisa ngurus anak?? Hihihi 🙂
    benarkah mata Sica gede sebelah? Ga merhatiin..

    Ayo eonn, semangat buat nulis lagi!
    Yang one shot agak pendek kayak gini juga gpp, asal update terus. Kekeke

  7. Aihhh bagusss ceritanya 😀 Seneng dehh ada Wooyoung-Taeyeon!! Jae jae masa bayi minum susu pake gula kekeke.. Bagussss onn FFnya^^

  8. Annyeong aku reader baru.
    Baru pertama kali baca Jaysica couple, langsung suka
    FF nya keren ><
    Hehehee.. Lanjutkan bikin ff dgn couple ini ya thor ^^d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s