Nine Girls Nine Different Stories >> Taeyeon

Nine Girls Nine Different Stories
Chap: Like a Star
Kim Taeyeon – Kim Junsu
SNSD Members
Inspired by Taeyeon ft. The One – Like a Star


Taeyeon’s POV

“Taeyeon onnie, ada surat untukmu!” Yoona berteriak dari daun pintu kamarku sambil memegang sebuah surat beramplop merah.

“Surat?” aku berdiri dan menghampirinya. Yoona mengangguk dan menyerahkan surat itu padaku, “ada bunga lily nya juga.” diserahkannya setangkai bunga lily ketanganku.

“Gumawo.” Yoona tersenyum lalu meninggalkanku sendirian dikamar. Aneh, surat ini tidak berperangko. Diamplopnya juga tidak ada nama pengirim dan hanya terdapat namaku disana.

Aku membuka amplop merah itu dan didalamnya terdapat sebuah kertas pink dengan aroma bunga lily, bungan kesukaanku. Apa mungkin ini dari fans? Aku mengernyitkan dahiku dan membuka surat itu.

Kemanapun kau pergi, kemanapun kau bersembunyi, aku pasti akan menemukanmu. Kau, belahan jiwaku, setengah dari diriku. Jika tidak ada dirimu, aku… jantungku pasti akan berhenti berdetak.

Walaupun kau tidak pernah berkata kau mencintaiku tapi aku tetap bisa merasakannya, ya… hatiku bisa merasakannya.

Jika kau ada disini, didekatku, maka aku tidak memerlukan apapun lagi karena kau segalanya bagiku. Kau adalah segala-galanya bagiku. Kaulah cintaku satu-satunya, hanya kau yang memiliki sinar paling terang dimataku, selamanya cintaku.

Kita saling mencintai satu sama lain, apa itu bisa dibandingkan dengan hal lain? Yang aku butuhkan hanyalah dirimu, cintamu dan hatimu. Siapa yang bisa menggantikanmu? Tidak! Tidak ada. Karena kau adalah segalanya untukku.

Walaupun saat ini kita tidak berdekatan namun kita tidak akan pernah terpisah satu sama lain. Aku tidak akan membiarkan apapun yang dapat melukai hatimu, hal yang dapat membuat air matamu jatuh, itu tidak akan terjadi.

Karena kau adalah segalanya bagiku. Tolong jangan berubah, jangan berpaling seiring berjalannya waktu. Kau adalah satu cintaku, selamanya cintaku. Kita saling mencintai dan aku akan membawamu ketempat dimana tidak ada kesedihan.

Bersinarlah seperti bintang karena kau adalah salah satu dari mereka.

-Love, Kim Junsu-

Mataku terbelalak melihat nama pengirim dibawahnya. Junsu oppa? Apa benar dia yang mengirim surat ini? Atau mungkin ini hanya perbuatan para pendukung TaeSu?

Aku bisa merasakan ponselku bergetar di saku celanaku. Kulihat ada sebuah pesan dan ternyata itu dari nomer yang tidak kukenal.

“Annyeong. Sudah terima suratku?”

Ini? Apa ini Junsu oppa? Jadi benar dia yang mengirim surat ini? Surat ini darinya? Belum lagi pikiran ku bersih dari segala pertanyaan tiba-tiba ponselku kembali bergetar.

“Hei Tae! Kenapa tidak membalas pesanku?”

Tae? Hanya Junsu oppa yang memanggilku dengan nama itu. Biasanya orang-orang akan memanggilku dengan sebutan ‘Taengoo’ atau ‘Taeng’ tapi tidak dengan Junsu oppa. Dia selalu memanggilku ‘Tae’

Sekali lagi ponselku bergetar namun ini bukan pesan melainkan panggilan masuk. Kutarik nafasku dalam-dalam dan kuangkat telponnya.

“Yeo… Yeobseyo?” suaraku begetar.

“Yeobseyo? Tae?” oh Tuhan! Ternyata itu benar dia. Suara khas nya langsung terdengar dan gampang sekali untuk dikenali.

“Jun.. Junsu o…oppa?”

“Tentu saja! Kenapa kau tidak balas pesanku?”

“A…aku…”

“Kau sudah terima suratku?” tanyanya pelan. Suaranya… suaranya begitu lembut terdengar di telingaku, suara yang sudah 1 tahun lebih tidak terdengar.

“Familiar dengan kata-kata itu?”

“Oppa, apa kau sedang mengutarakan perasaanmu padaku?” tanyaku setelah sadar dari lamunanku.

“Memangnya kenapa?”

“Oppa, itu amat tidak romantis. Itu lirik laguku.” aku terkekeh kecil.

“Tae, aku tahu aku tidak seromantis Yoochun yang bahkan bisa membuatkan lagu untuk kekasihnya tapi lirik lagumu itu benar-benar mewakili perasaanku.” suaranya terdengar serius.

Benar apa yang dikatakannya. Junsu oppa bukanlah tipe romantis seperti Yoochun oppa yang puitis, tidak seperti Jaejoong oppa yang bisa memperlakukan wanita layaknya seorang putri. Dia… dia hanyalah Kim Junsu. Malaikat polos dan baik hati yang menjelma sebagai manusia.

“Tae? Kau masih disana?”

“I…iya.” aku menyeka air mata yang ternyata sudah mengalir di pipiku.

“Kau tahu, 1 tahun ini aku sudah berpikir keras.” ujarnya.

“Berpikir? Berpikir apa?” tanyaku.

“Setelah keluar dari perusahaan dan berdiri diatas kakiku sendiri, aku tahu bahwa hidup tidaklah mudah. Keluar dari perusahaan, berpisah dengan teman dan sahabat yang sudah kuanggap sebagai keluargaku sendiri, itu semua amat berat.” ujarnya. Aku bisa… aku benar-benar bisa merasakan perasaannya saat ini.

“Tapi kau tahu apa yang amat menyakitkan dari semuanya ini?” tanyanya.

“Apa?” aku bertanya balik.

“Aku… Aku tidak bisa melihat bintang.”

“Oppa, memangnya kau tinggal dimana sampa-sampai tidak bisa melihat bintang?” aku tertawa mendengarnya.

“Aku tidak bisa melihatmu, maka dari itu aku tidak bisa melihat bintang. Kau tahu, kau lah bintang untukku Tae.” dia berkata pelan.

“Aku sudah memperhatikanmu selama satu tahun ini namun yang kudengar akhir-akhir ini kau sering sedih dan murung. Bahkan melalui televisi pun aku bisa melihat itu.” lanjutnya.

“…”

“Bersinarlah seperti bintang, Tae. Ebrsinarlah seperti bintang yang membawa cahaya indah untuku semua orang, untuk para member mu, untuk semua fans mu dan juga untukku.”

“Oppa…”

“Aku ada dibawah. Kau tahu mobilku kan? Jika kau menerima perasaanku dan bersedia menjadi bintangku maka turunlah. Jika tidak maka aku tidak akan mengganggumu lagi.”

Dia menutup sambungan telponnya. Aku… Apa yang harus aku lakukan?

Haruskah aku turun kebawah? Atau aku diam disini? Aku… aku bingung. Disisi lain aku khawatir keputusanku untuk turun kebawah tidak hanya akan membayakan diriku tapi juga para member dan tim ini.

Tapi bila aku berdiam disini… Itu tandanya aku akan mengalami penyesalan seumur hidup.

“Pergilah. Apa yang kau lakukan disini?” aku kaget mendengar suara Sica yang ternyata sudah berdiri di belakangku.

“Apa yang kau tunggu? Pergilah.” dia tersenyum.

“Apa maksudmu?” aku berusaha menutupi perasaanku, aku tidak mau Sica tahu.

“Taengoo…” Sica memeluk tubuhku tiba-tiba. “…kau pikir aku bodoh? Oke lah aku memang tidak sepintar kau atau Junhyun dan aku juga tahu bahwa kau bukanlah orang bodoh yang akan melepas cintanya.”

“Sica-ah…”

“Pergilah. Tidak usah mengkhawatirkan kami. Kau sudah berkorban terlalu banyak dan sekarang waktunya untukmu mengejar apa yang kau inginkan.” Sica melepas pelukannya dan menatapku lembut.

Sica… Jessica Jung, si putri es yang berhati hangat. Aku membalas senyumnya dan memeluknya sebentar lalu langsung berlari keluar. Kutekan tombol lift dan tidak sampai 5 menit aku sudah tiba di basement apartment kami.

Aku memandang kesekitar, mencari sebuah mobil sedan silver yang sudah lama tidak kulihat. Kuarahkan pandanganku keseluruh pelosok bangunan dan akhirnya sebuah mobil yang sudah akrab di pandanganku terlihat.

Aku berjalan gugup mendekati mobil itu sambil menggenggam bunga lily yang diberikannya dengan erat. Setelah sampai, kuketuk perlahan kaca mobilnya dan dalam hitungan detik, setelah kaca mobil diturunkan, aku bisa melihat wajah itu dihadapanku.

Aku mundur beberapa langkah untuk memberinya ruang. Dia turun dari mobil dan sosok yang sudah tidak kulihat 1 tahun lebih berdiri tegap didepanku.

Dia memberikan senyumnya yang manis lalu menarik tanganku sehingga tubuhku berada di dalam pelukannya.

“Saranghae.” kata-katanya benar-benar membuatku kaget, mataku juga langsung terbelalak.

“Oppa…”

“Saranghae saranghae saranghae saranghae saranghae saranghae.” dia mengucapkan kata itu berulang sambil tetap memelukku.

“Oppa aku…”

“You’re my everything to me
You’re my everything to me
Haneul ui byeolcheoreom hwanhageh bichwojuri
Geudaeneun naman ui sarang
Yeonywonhan namanui sarang
Uri saranghaeyo
Geudae hanamyeon nan chungbunhaeyo” dia bernyanyi tepat di telingaku. Suaranya… suaranya amat manis terdengar di telingaku.

“You’re my everything to me
You’re my everything to me
Haneul ui byeolcheoreom hwanhageh bichwojuri
Geudaeneun naman ui sarang
Yeonywonhan namanui sarang
Uri saranghaeyo
Geudae hanamyeon nan chungbunhaeyo” aku juga bernyanyi di pelukkannya.

“Saranghae oppa. Dari pertama kali kita bertemu, 7 tahun yang lalu aku sudah menyukai… annyi, mencintaimu.” balasku. Bisa kurasakan pelukannya makin erat dan dia mencium tengkukku yang terasa hangat karena hembusan nafasnya.

“Aku juga. 7 tahun yang lalu, ketika melihatmu aku tahu bahwa kau lah takdirku, kau lah yang akan menjadi bintang di hatiku.” dia melepas pelukannya dan menghapus air mataku.

“Jangan menangis.” dia tersenyum lembut kemudian mencium keningku kemudian kembali memelukku.

“Please shine like a star.” bisiknya ditelingaku dan mempererat pelukannya.

-END-

Annyeonghaseyo yeorobun…
Aku balik nih!!! kekeke~

Maaf ya selama ini aku tanpa kabar hiatus. Masalahnya mamaku kemarin skait jadi sebagai anak cewe satu-satunya aku harus ngurusin mama dan pekerjaan rumah jadi aku ga sempet mau bikin ff, mikirin/baca ff aja ga paling2 aku cuma ttp update news doank.

Nah… kali ini aku balik dengan cerita Taeyeon dan dengan cerita ini maka cerita “9 Different Girls 9 Different Stories” udah abis alias tamat. Cerita ini kepikir kira-kira jam 7 malem tadi pas aku dengerin lagunya Taeng yang “Like a Star” itu. Lagunya sweet bgt trus enak bgt buat di dengerin.

Masalah pairing kenapa aku pilih Junsu karena dari awal aku udah niat buat masangin Taeyeon ama Junsu di cerita ini.

Ok, cukup cuap-cuap nya, author juga pegel ngetik mulu. as usual, Read it, Love it and COMMENT!

Iklan

21 thoughts on “Nine Girls Nine Different Stories >> Taeyeon

  1. you’re my everything to me,
    you’re my everything to me~

    sukaa bgt ff nya… apa lgi smbil dnger suara taengg,huhuhu
    ahirnya baca taesu jg..dah lama ga bc taesu..
    taesu jjang!

  2. uwaaa….versi tae uda ada!
    hehehe…horeeee…
    ma junsu lagi,cocok bgt!dan sori ngomen nya cuma yg taeng ini padahal uda baca semua…maaf yah

  3. Akhrnya 9 Different Girls 9 Different Stories dibuat jg yg Taeyeon.. Hehe. Bagusss banget onnie.. Itu sih Junsu oppa romantis bgt.. Aduhh suka banget sm TaeSu..

  4. Ska bgt sma TaeSu..
    Ff’y bgus.. Kta2nya ngena, btw.. WGM nya blm ada lanjutan’y ya, kpan2 lanjutin ya author yg cantik.. Xixixi..

  5. hwaa.
    taesu.
    so sweet bgt nih.
    jd kangen mereka berdua.
    kpn lg ea liat mereka breng2 kya dulu?
    huhu.

    oh ya, cpet smbuh ea mamahnya.^^

  6. hua so sweet.. kata-katanya junsu keren haha
    jessica dewasa banget, jadi makin suka deh wkwk
    baguus jempolan pokoknya ^^

  7. hi. . . !?
    annyeong onnie..¿!
    new reader(ga jg sich cz da ngebc yg laen tp ga komen ja) hehe. . .
    g sk se x ma ff ni(yg laen jg) but yoon kok skt ja T_T

    Leh kn pgl onnie?
    Len 16,met knl. .

  8. Hi. . . ?! annyeong onnie. . !? New reader(ga jg sich cz da ngebc yg laen tp ga komen ja) hehe. . . G sk x ma ff yg onnie buat tp kok yoon skt sj T_T
    Lgny taenG mmg enak dh

    Leh kn pgl onnie?
    16,met knl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s