[OneShot] Confession of a Friend

Confession of a Friend
2AM Jinwoon – SNSD Seohyun – CNBlue Yonghwa
Romance
PG-12

Author’s POV

“Jinwoon!”

Buk!

Seorang gadis manis berambut panjang tersenyum lebar ketika tubuhnya menabrak punggung seorang lelaki tinggi.

“Aduh!”

“Sakit ya? Mianhae.” gadis tadi memijit-mijit punggung orang yang sudah di ‘celakai’ nya.

“Kenapa? Mukamu cerah sekali.”

“Kau pikir aku matahari? Ah, hari ini aku sedang bahagia jadi jangan rusak mood ku ya!” dia mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan ke belakang.

“Hei, nanti kau jatuh!” Jinwoon menarik lembut lengan gadis itu agar berjalan sejajar dengannya.

“Semalam kau kemana? Aku ke rumahmu tapi ibumu bilang kau pergi.”

“Aku? Aku pergi kencan!! Hehe~”

“Kencan? Dengan siapa? Memangnya kau punya pacar?”

“Ya! Begini-gini aku juga bisa kencan!” gadis itu memukul lengan Jinwoon karena merasa diremehkan.

“Kalau begitu kau berkencan dengan siapa?”

“Ehm… Kalau aku beritahu kau jangan kaget ya.”

“Iya! Siapa?”

“Younghwa sunbae!” pekiknya girang.

“Younghwa? Maksudmu Jung Younghwa? Anak band itu?” tanya Jinwoon tak percaya. Seperti prediksinya, Jinwoon pasti kaget.

“Memangnya kenapa? Tidak percaya?”

“A…annya. Aku hanya kaget.”

Teng…Teng…Teng…

“Seohyun-ah, ayo cepat! Nanti gerbangnya keburu ditutup!” Jinwoon meraih tangan Seohyun dan mereka pun berlari sebelum gerbang sekolah ditutup.

***

Seohyun’s POV

Baru kali ini aku masuk ruangan ini. Ruangannya tidak besar, bisa dikategorikan sempit dan sesak malah. Terdapat begitu banyak alat musik, drum, gitar, bass dan keyboard.

Melihat keyboard membuat hatiku tergerak untuk memainkannya. Apa? Tentu saja aku bisa memainkannya. Ibuku adalah pemain piano jadi sejak kecil aku dan sahabatku Jinwoon sering diajari hingga akhirnya kami jadi ahli, keke~

Tidak ada tempat duduk, bagaimana aku memainkannya? Aku melihat sekitarku dan terdapat sebuah benda besar yang sepertinya sebuah alat sound system.

Well, ini bisa dipakai untuk duduk kan?

Aku menariknya sedikit sehhingga alat itu berada di dekat keyboard. Aku duduk di atasnya dan kumainkan lagu dari boy band favoritku, 2AM.

You hold my hand and tell me you only have me
Keeping me as a friend,you say it’s a blessing
Whenever you say let’s never change
I had to push my feelings down

“Seohyun? Sedang apa kau?” Younghwa oppa yang baru saja masuk nampaknya agak kaget melihatku sudah ada di dalam.

“Oppa. Aku hanya ingin mengunjungimu, lagipula kulihat ada keyboard jadi aku…”

“Kau duduk di atas benda itu?” tanyanya dengan mata lebar.

“Apa? Oh ini? Iya, karena aku tidak menemukan tempat duduk makanya kutarik benda ini kesini agar aku bisa…”

“Kau sudah gila? Kalau rusak bagaimana?” ujarnya panik dan langsung menghampiriku. Dia menarik kembali benda itu dengan hati-hati lalu menempatkannya ke posisi semula.

“Mianhae oppa, aku tidak…”

“Sudahlah tidak perlu dibahas! Lain kali kalau ingin berbuat sesuatu minta izin dulu padaku, jangan asal!”

“Mianhae oppa.”

“Seohyun-ah, jangan panggil aku dengan sebutan ‘oppa’ ketika kita sedang disekolah! Kau harus memanggilku sunbae.”

“Aah? Y…ye.”

“Kau kesini mau apa?” tanyanya tetapi tidak melihatku, dia terus saja merapikan tempat ini.

“Aku hanya mau memastikan kencan kita.”

“Bukankah aku sudah bilang kalau besok sore aku jemput kau di rumah?”

“Ah,  ye. Kalau begitu aku permisi dulu.” ujarku pelan dan meninggalkannya.
Hh… Kenapa dia dingin sekali?

End of Seohyun’s POV

***

Author’s POV

Seohyun sudah dandan dengan cantik. Rambut panjang lurusnya di gerai bebas, memakai dress berwarna aqua dan make up minim membuat gadis itu terlihat seperti malaikat. Karena takut terlalu tinggi, Seohyun memutuskan untuk memakai flat shoes di bandingkan heels.

“Anak omma cantik sekali.” puji Ny. Seo pada anaknya.

“Omma.” Seohyun tersipu mendengar pujian ibunya.

“Mau pergi kemana?” tanya Ny. Seo

“Date.” jawab Seohyun pelan sambil melirik ibunya.

“Date?? Bersama Jinwoon? Omma kira kalian sahabat.” Ny. Seo terlonjak kaget.

“Apa? Annyeo omma, bukan bersama Jinwoon.” Seohyun langsung menggeleng.

“Lalu?”

“Bersama seorang sunbae ku di sekolah.” terang Seohyun malu-malu.

“Apa dia anak yang baik?” Ny. Seo nampak menyelidik.

“Omma… Biasanya omma tidak begini.”

“Annyi. Biasanyakan kau kemana-mana bersama Jinwoon, kali ini bersama orang lain rasanya aneh saja.”

“Gwencanha omma, aku ini sudah besar.”

“Kalau begitu pulangnya jangan malam-malam, arachi?” Seohyun mengangguk mantap.

“Kalau begitu aku pergi dulu omma, annyeong.” Seohyun mengecup pipi kanan ibunya lalu pergi menuju tempat kencannya.

***

Sudah 4 jam berlalu sejak Seohyun datang ke restoran itu namun Younghwa belum juga menampakkan hidungnya. Entah sudah berapa ribu kali Seohyun mencoba menelpon lelaki itu namun selalu berakhir ke mailbox.

“Maaf Nona, restoran kami sudah mau tutup.” suara pelayan tadi memecahkan lamunan Seohyun.

“Oh. Mianhamnida, tapi apa aku boleh menunggu sebentar lagi?” pinta Seohyun pada pelayan tadi.

“Maaf sekali tapi ini sudah lewat 1 jam dari waktu kami tutup.”

“Ah. Ne, mianhamnida. Kalau begitu saya minta bill…””Seohyun-ah!” panggil seseorang yang baru saja masuk ke dalam restoran.

“Yong… Jinwoon-ah.” terdengar kekecawaan dari nada suara Seohyun. “Sedang apa kau disini?”

“Aku disini untuk menjemputmu. Terimakasih.” ujar Jinwoon setelah membayar bill minuman Seohyun.

“Ayo kita pulang. Apa kau tega melihat para karyawan disini pulang telat karenamu?”

“Aku…””Kita bicarakan di jalan saja. Khamsahimnida.” Jinwoon mengambil tas beserta mantel Seohyun dan menunduk pada karyawan-karyawan disana.

“Khamsahimnida. Chosonghamnida.” Seohyun juga ikut menunduk.

“Kenapa kau tidak menelponku?” tanya Jinwoon setelah berada diluar. “Kau kan bisa menelpon dan minta aku untuk menjemputmu jadi kau tidak harus menunggu lama sep…” kata-kata Jinwoon berhenti ketika melihat wajah Seohyun yang basah dengan air mata.

“Seohyun-ah…”

“Mianhae.” ucap gadis itu pelan.

“Mworago?” Jinwoon mendekatinya.

“Mianhae karena aku sudah merepotkanmu.” Seohyun berkata lebih keras.

“Aku selalu membuat masalah dan berakhir dengan merepotkanmu. Aku… aku minta maaf.” Seohyun menangis sesegukkan.

“Seohyun-ah..” Jinwoon menarik tubuh kecil Seohyun kedalam pelukannya. Tinggi gadis itu bahkan tidak sampai dagunya. Dia mengelus rambut Seohyun yang kecokelatan dan mengecup puncak kepalanya.

“Aku menunggunya.. tapi…tapi dia tidak datang-datang…” lanjut Seohyun.

“Aku tahu…” Jinwoon berucap pelan dan mengeratkan pelukkannya pada Seohyun.

***

“Omonim!!!” panggil Jinwoon keras ketika mereka sudah sampai dirumah Seohyun.

“OMO! Seohyun kenapa?” Ny. Seo berseru panik.

“Annyeo, Seohyun hanya tertidur. Karena aku tidak tega membangunkannya maka aku gendong.” Jinwoon tersenyum.

“Kalau begitu bawa dia ke atas!” Ny. Seo membuka pintu lebar agar Jinwoon bisa masuk. Kamar Seohyun terletak di lantai atas namun berhubung Jinwoon sudah terbiasa maka tidak jadi masalah untuk Jinwoon menggendong Seohyun ke lantai atas.

Jinwoon meletakkan tubuh Seohyun dengan hati-hati keatas kasur dan menyingkap rambut yang menutupi wajah cantiknya.

“Sepertinya Seohyun kelelahan makanya dia sama sekali tidak terbangun.” kata Jinwoon pada Ny. Seo

“Kenapa jadi begini? Aku kira dia pergi kencan tapi kenapa dia pulang bersamamu? Apa Seohyun ada masalah dengan teman kencannya?” Ny. Seo terdengar khawatir.

“Kalau itu saya juga kurang tahu tadi kami hanya bertemu di jalan.” bohong Jinwoon.

“Kalau begitu terimakasih sudah mengantarkan Seohyun pulang, Jinwoon-ah.”

“Omonim, ini sudah jadi kewajibanku untuk melindungi Seohyun jadi tenang saja.” Jinwoon tersenyum lebar.

“Aigoo, andai saja teman kencan Seohyun itu kau.”

***

“Seohyun-ah, bagaimana tidurmu semalam?” tanya Jinwoon ketika dia menjemput Seohyun sekolah seperti biasanya.

“Agak sedikit pusing tapi aku rasa aku tidak apa-apa.” jawab Seohyun sambil memegang kepalanya.

“Kau yakin bisa sekolah?” Jinwoon terdengar cemas. Secara tiba-tiba Seohyun meraih tangan Jinwoon dan mengenggamnya erat.

“Jinwoon-ah, hanya kau yang punya. Memiliki teman sepertimu adalah anugerah yang amat besar untukku.” Seohyun berkata serius.

“Seo… Hyun-ah, kau ini kenapa?” Jinwoon terlihat memaksakan senyumnya.

“Tidak apa-apa, aku hanya bahagia memiliki teman sepertimu.”

Teman? Selalu saja teman.

“Jangan berubah, Jinwoon-ah. Tetaplah menjadi temanku.”

Aku tidak ingin hanya sekadar menjadi seorang teman untukmu, Seohyun-ah.

“Kita pergi sekarang?” ajak Seohyun.

“O..oh.” Jinwoon menyalakan mesin mobilnya dan melaju cepat menuju sekolah mereka.

End of Author’s POV

***

Seohyun’s POV

Aku mengunjungi studio yang kemarin kudatangi untuk bertemu dengannya. Walaupun gugup namun aku memaksakan diriku untuk berani.

Kuintip dari luar dan bisa kulihat dia sedang bernyanyi beserta 3 temannya yang memainkan alat musik. Setelah mereka selesai baru aku masuk.

“Seohyun-ah.” dia terlihat sedikit kaget ketika aku masuk.”Bisa kita bicara oppa?” pintaku.

“Bicaralah.” dia meletakkan mic ditempatnya dan turun berhadapan denganku.

“Berdua saja.” Seakan mengerti, ketiga temannya langsung meletakkan alat musik yang tadi mereka mainkan dan keluar dari ruangan.

“Ada apa?” tanyanya santai.”Oppa, apa kau yakin tidak melupakan sesuatu?” aku balik bertanya.

“Lupa? Melupakan apa?” tanyanya polos seakan dia tidak memiliki salah.

“Kemarin, kita berdua janjian untuk berkencan. Aku menunggumu dari sore tapi kau tidak datang menjemputku. Maka dari itu aku putuskan untuk langsung datang kerestoran. Disana aku menunggumu selama 4 jam namun kau tetap tidak datang. Annyi, jangankan datang, kau bahkan tidak menelponku.”

“Kau tahu aku tidak datang kenapa kau menungguku? Jika sudah lewat 1 jam kenapa kau tidak pul….”

PLAK!
Aku menampar pipinya dengan keras. Jelas sekali tamparan itu amat keras karena telapak tanganku terasa amat panas sekarang.

“Kenapa kau menamparku?! Kau bahkan bukan pacarku dan kau berani menamparku!” dia berteriak keras sambil memegang pipinya.

“Mwo? Aku bukan pacarmu?”

“Memang sejak kapan kita berdua pacaran?” tanyanya dengan nada meremehkanku.

Aku menarik nafas panjang dan berkata, “Kau mau tahu kenapa aku menamparmu? Karena kau pecundang yang pantas untuk ditampar.” jawabku dingin.

“Kau…” dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi untuk memukulku dan karena takut dengan apa yang akan terjadi maka aku hanya bisa menutup mataku.

BUK!
Terdengar bunyi pukulan keras dan ketika kubuka mataku aku bisa melihat sosok Jinwoon yang sudah berdiri didepanku.

“Dasar banci! Apa tidak cukup kau membuatnya menunggumu selama 4 jam dan sekarang kau masih mau memukulnya? Kau benar-benar pecundang!”

“Jinwoon-ah…”

“Ayo kita pergi!” Jinwoon menarik tanganku dan membawaku keluar.

“Seohyun-ah!” panggil Yonghwa. Aku menghentikan langkahku dan menoleh kearahnya.

“Hubungan kita berdua… Hubungan kita berakhir! Kita putus!” katanya sambil memegang ujung bibirnya yang berdarah.

“Putus? Memang sejak kapan kita berdua pacaran?” ujarku dingin lalu berjalan meninggalkan ruangan itu.

“Gumawo, Jinwoon-ah.” aku memeluk tubuh Jinwoon sebentar kemudian melepasnya.

“Bagaimana? Lega?” tanyanya. Aku hanya tersenyum simpul.

“Tapi bagaimana kau bisa sampai kesini?”

“Kau tahu Kang Minhyuk? Dia teman sekelasku yang juga 1 band dengan lelaki itu. Dia memberitahuku bahwa kau datang ke studio mereka makanya aku langsung kesini.”

“Gumawo.”

“Hei, kau sudah mengucapkan kata itu tadi.”

“Annya, kali ini untuk kau yang selalu ada disampingku. Aku tidak tahu akan seperti apa jika tidak ada kau.” Jinwoon hanya menatapku tanpa berkata apa-apa namun tiba-tiba dia memegang erat kedua pundakku dan tersenyum.

“Nanti malam, aku tunggu kau dirumahku. Jam 7, arachi?” ujarnya memencet pelan hidungku.

End of Seohyun’s POV

***

Jinwoon’s POV

Hari ini. Ya, hari ini. Aku mohon padamu, Tuhan, kabulkanlah permintaanku hanya kali ini.

Aku menyiapkan semua perlengkapan dibantu beberapa pembantuku di rumah. Sebuah meja bulat di bungkus taplak meja putih sudah ada ditengah-tengah halaman belakangku.

Disekelilingnya ku letakkan lilin di atas gelas yang didalamnya berisi bonekakeroro kecil dan kususun melingkari meja.

Karena kami masih dibawah umur maka minuman yang seharusnya adalah wine kuganti dengan cola yang sudah terletak manis di atas meja. Tidak jauh dari sini, koki di rumahku pun sudah memanggang daging barbeque dan tepat kira-kira 3 meter dari meja kuletakkan sebuah piano.

“Tuan, agasshi sudah datang.” kata ajhumma yang bekerja dirumahku.

“Suruh dia kesini.” Aku mengambil posisi dengan duduk di depan piano dan hanya tinggal menunggunya masuk.

“Jinwoon-ah.” panggilnya. Mendengar suaranya langsung saja tanganku menekan tuts piano dan menyanyikan lagu kessukaanku.

 

It’s been a while since my heart has been changing
since I’ve been dealing with it lonesome
every time you came back
I hated the guy that made you cry

I’d rather protect you
although I don’t know if it will make it better…

This time I’ll hold you and love youis what I thought
Baby, come to me nowAnd be my ladyI’ve watched you for too longI stood there with no words,hiding my pitiful heart.

As a friend, to remain as friends,I had to push the confessions down my throat
But now I’ll confess to you,I love you…

You hold my hand and tell me you only have me
Keeping me as a friend,you say it’s a blessing
Whenever you say let’s never change,I had to push my feelings down
It might be best if I protect you,not knowing if it will be better
I kept hearing it but I kept coolI was too scared to lose you, but

Baby, come to me nowAnd be my ladyI’ve watched you for too longI stood there with no words,hiding my pitiful heart

As a friend, to remain as friends
I had to push the confessions down my throat
That confession I had to hold it in
But now I’ll confess to you,I love you…

 

Entah karena suara bagus atau apa kulihat Seohyun menitikkan air matanya ketika dia mendengarku bernyanyi, namun yang membuatku bingung dia juga tersenyum lembut padaku.

Sadar aku sudah selesai bernyanyi dia langsung bertepuk tangan kencang dan menghapus air matanya.

“Kau tidak suka?” tanyaku.

“Annyi, sangat bagus Jinwoon-ah.” dia tersenyum lagi.

“Lalu kenapa kau menangis?”

“Aku hanya terharu.”

“Seo Joohyun.” aku menurunkan badanku dan berlutut di hadapannya.

Kukeluarkan kotak merah berisi cincin dari dalam sakuku.

“Jinwoon-ah, apa yang sedang kau lakukan?” Seohyun terlihat bingung.

“Kau sudah dengan lagu yang kunyanyikan barusan? Lagu itu mewakili perasaanku padamu. Saranghae Seohyun-ah.”

“Jinwoon-ah…”

“Selama ini tidak pernah 1 detikpun aku berhenti mencintaimu. Hatiku sakit ketika melihatmu menangis kerena laki-laki lain. *I’ve watched you for too long, I stood there with no words, I’d rather protect you hiding my pitiful heart.”

“…”

**As a friend, to remain as friends, I had to push the confessions down my throat but now I’ll confess to you, I love you. Would you be my girl? Forever and ever? I promise I’ll never hurt your heart, protect you and loving you more than myself.”

“Jinwoon-ah… aku…”

Aku meraih tangannya dan memasangkan cincin ke jemarinya yang lentik.

“Jika kau menolakku maka lepaskan cincin itu dan berikan lagi padaku namun jika kau menerimaku maka kau harus memelukku.” jelasku.

Aku menutup mataku. Entah apa yang akan menjadi keputusannya namun aku merasa lega karena sudah mengungkapkan perasaanku. Terasa lama sekali tapi aku tetap tidak berani membuka mataku.

Namun tiba-tiba aku merasakan tangan Seohyun memegang pipiku dan bibirku merasakan sebuah sentuhan hangat. Kubuka mataku dan wajahnya masih ada tepat di depan wajahku. Dia tersenyum dan melepaskan pegangannya di pundakku.

“Saranghae.” ucapnya pelan namun memberi senyuman yang lebar.

Aku tidak dapat menyembunyikan kebahagiaanku yang mungkin lebih besar dibandingkan dengan ukuran bumi, Seohyun juga tertawa melihat ekspresi wajahku ang kuyakini pasti seperti orang idiot namun aku tidak peduli karena sekarang dia sudah menjadi milikku.

Kubelai rambut panjangnya yang lembut, kupegang wajahnya yang besarnya tidak lebih dari telapak tanganku lalu kukecup bibirnya perlahan.

Gumawo Seohyun-ah, gumawo karena kau mencintaiku.

-END-

Note:

* Aku telah melihatmu terlalu lama, aku berdiri tanpa kata-kata. Aku lebih suka melindungimu dan menyembunyikan hatiku yang terluka

** Sebagai teman, untuk tetap sebagai teman, aku harus mendorong kembali pengakuan ke tenggorokanku tapi sekarang aku akan mengaku kepadamu, aku mencintaimu. Apakah kau bersedia untuk menjadi gadisku? Selama-lamanya? Aku berjanji tidak akan pernah menyakiti hatimu, melindungi dan mencintaimu lebih dari diriku sendiri.

Gimana? Ada yang suka sama pairing Seohyun-Jinwoon? FF ini sebenernya cerita yang aku tulis berdasarkan lagunya 2AM “Confession of a Friend” dan ga tahu kenapa aku langsung keingetan Jinwoon pas denger lagu ini. Karakter Yonghwa disini sebenernya awalnya aku pengennya sih bukan Yonghwa tapi Minho SHINee. Eeehm ga tahu kenapa pas ditengah-tengah aku ngerasa lebih cocokan Yonghwa jadi ya udah aku ganti aja. Buat yang udah baca jangan lupa buat komennya yah~

Read it, Love it and COMMENT!!

Iklan

42 thoughts on “[OneShot] Confession of a Friend

  1. O(≧ω≦)o
    Jinwoon oppa ku sama seohyun onni huks2~
    Jinwoon oppa kan punya kuuu
    Kekekekeke~~ #plak

    Hmm~~ kalo ϑĩ bilang gak setuju pairing jinwoon-seohyun,yang Äϑã gak setujunya dikit,soalnya dia kan biasku #plak
    Kecewa juga ternyata Yong karakternya jahat bgt sih ϑĩ sini ㅠㅠ ㅠㅠ
    Aku kalo jadi seo mungkin uda ngambil gitar ϑĩ studio buat gebukin Yongg~~ kekekekeke~~
    Aigo~
    Jinwoon ϑĩ sini so sweet bgt 🙂
    Mw juga dong ϑĩ lamar gtu #plak

    Keren ffnya 🙂

    • Jinwoon kan Seohyun’s hardcore fan.
      kalo aku suka sama pair ini abis si Jinwoon lucu sih kalo d WGM, bertepuk di luar tapi sakit d dalam kalo liat YongSeo.

      iya, maaf y vio Yoong dsni aku bkin jahat abis gimana lagi donk #plak
      wuiiiss…
      ntar Yoong oppa gantengny ilang donk kalo di gebukin pake gitar.
      kkk…

      makaish yaa~

  2. Yonghwanya minta di gampar -_- tapi dia kan kakak saya (?) *di giles author*
    couplenya baru ya thor? hehe 😀 aku pikir Kyuhyun, taunya Jinwoon 2AM hehe:D
    Buat lagi ya eo nni, pairing baru, misalnya : YoonA – Eunhyuk gitu._. Hehe. Mian saya nyampah. hehe:D

    • gamparin Yoong yuk #ditabokduluanamaHyun
      iya nih, nyoba2 SeoWoon

      waduh! Yoona-Eunhyuk?? jadi inget night star si Eunhyuk ngirain Yoona ngerebutin dia ama member yg laen (pede ny oppa yg 1 ini) pdhal Yoona cm blg “only funny company oppa” lol

      Insya Allah ya tp aku ga janji loh. kalo emg dpet feel ny ntar ak coba, ok 😉

  3. hehehe kerasa bgt maknanya sambil dngerin lagu 2am “chinguroo..” 😛
    bgus thor,, ahirnya jinnwon jd jg ma seo, pdhal d wgm cm bisa cemburu liatin vidio pas jd mc haha
    ff nya sosweet xD

    • aku juga bikinnya sambil dngerin lagu ini berulang-ulang biar dapet feel nulisnya.
      iya, kasian liat Jinwoon di WGM, bertepuk di luar tapi sakit d dalam kalo liat YongSeo.

      Gumawo ya #pelukpelukreader

    • makasih yaa~ *bow 90derajat
      iya nih karena emg ni ff ga berat-berat amat, ceritanya bisa dibilang pasaran lah.

      tapi makasih ya atas masukkanny, berarti bgt buat aku.
      gumawo^^

  4. omo~ sikap yong~ beda bgt dgn yg d wgm…
    kekekeke~~
    aq suka sm jalan cerita’a…
    hhaaaa, , jd keinget pas pertama wgm, , jinwoon jealous bgt sm yong~ karna jd suami seohyun
    hehehehehe…
    btw, , aq suka bgt sm lagu 2am yg ini…

    • Awalny karakter Yoong pgen Minho sbnerny cm brhbg saya lg kena virus YongSeo makany ak ganti Yong aja. Emg agak jahat sih tp kan ini ga bnern. Yong oppa kan sweet bgt orgny, liat aja d wgm. xD

      Makasih ya~
      Ak jg suka ama lagunya.

  5. 2 thumbs for author

    q ska sm pairing seohyun & jinwoon, suka sekaliii…….
    cerita.a bguss dan menyentuh

    kata.a dkenyataan jinwoon emang mengagumi seohyun kan…..
    pas d awal2 wgm yonseo dia kelihyatan g rela ma tu couple, hehe

  6. Sbnr agak nggak rela disini seohyun sm jinwoon mau’a sm yong hwa,tp mau bgmn lg karakter yong~ jht bgt disini,oh ya bykn dong ff yongseo couple mrkkn psngan yg so sweet bgt.

  7. annyeong onni 🙂
    sebenernya aku lebih suka kalo seohyun sama yonghwa, tapi jinwoon ngga buruk-buruk amat 🙂

    pokoknya 2 jempol deh (kalo perlu 2 jempol kaki juga aku kasih) buat semua ff-nya onni 🙂
    aku tunggu ff yang lain ya onni 🙂

  8. annyeong! Im new reader~ zie imnida! *bow*

    wahh~ nice ff! Gag kebayang reaksinya yonghwa. Haha :p chingu? Sekali kali Minhyuk-yoonA ya~ *pairing baru~ (cuma ngasih ide aja koq) hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s