[OneShot] Heartquake

Heartquake
Kim Junsu – Kim Taeyeon
Romance +12

Junsu’s POV

Malam ini begitu dingin. Angin malam berulang kali menari di hadapanku seakan menertawakan penderitaanku. Aku meneguk kira-kira 1/4 soju dalam oneshot. Depresi? Ya! Aku sedang depresi.

Pernahkan kalian merasa sakit? Jika sudah apakah rasanya sebanding denganku? Tidak! Sakit ini teramat sakit sehingga mampu membunuhku.

Aku hanyalah lelaki lemah yang dimabuk cinta, lelaki payah yang hanya mampu mencintai satu wanita tanpa bisa berbuat apa-apa untuknya.

Aku… adalah pecundang.

***

“Oppa, boleh kita makan disana?”

“Mianhae Taeyeon-ah, sekarang oppa tidak punya uang untuk makan disana.”

“Ah, gwencanha! Kita jalan-jalan saja! Asalkan bersama oppa aku juga sudah kenyang.” ujarnya riang dan penuh senyum walaupun aku tahu dia amat ingin makan di restoran itu.

Namun inilah aku, lelaki egois yang tidak peka dengan apa yang diinginkannya. Aku selalu merasa bila dia bilang ‘tidak apa-apa’ maka semuanya memang tidak apa-apa. Tapi aku salah, aku terlalu egois.

***

“Oppa, kau tahu hari ini aku…”

“Taeyeon-ah, aku sedang kesal hari ini!” aku memotong omongannya.

“O, oh.. Kesal kenapa oppa?”

“Hari ini aku ditolak lagi. Aku tidak diterima kerja di perusahaan itu.”

“Gwencanha oppa! Aku yakin kalau nanti pasti ada kesempatan lain. Aku akan terus mendukungmu jadi kau jangan sedih, arachi?” dia menyemangatiku sambil tersenyum lebar. Aku hanya tersenyum simpul karena di dalam hatiku masih tersimpan kekecewaan yang besar.

Lihat? Keegoisanku yang lain. Bahkan untuk membiarkannya bicarapun tidak. Sesaat karena rasa sedih dan kecewa yang besar membuatku menelantarkan perasaannya, tidak menghiraukan hal yang ingin dibagikannya padaku.

***

“Taeyeon-ah, kau sedang apa?” tanyaku ketika menelponnya di malam hari.

“Aku sedang belajar oppa, besok ada ulangan harian.”

“Ooh.”

“Ada apa oppa meleponku?”

“Tidak, aku hanya kesepian.”

“Kenapa oppa tidak berjalan-jalan keluar? Suasana malam yang tenang lumayan untuk membuang kejenuhanmu oppa.” sarannya.

“Tapi aku ingin mendengar suaramu.”

“Tapi…”

“Taeyeon-ah, apa kau merindukanku?”

“Heh? Kenapa tiba-tiba?”

“Annya, aku hanya takut kalau kau tidak merindukanku saja.”

“Oppa aneh.” dia terkekeh kecil.

Percakapan ini kami lakukan sampai larut malam hingga akhirnya aku tertidur duluan. Ketika pagi tiba kulihat baterai handphoneku habis dan malam harinya Taeyeon bercerita padaku bahwa dia sama sekali tidak bisa menjawab soal-soal ulangannya.

Lihat? 1 lagi sikap egoisku. Namun Taeyeon kembali berkata ‘tidak apa-apa’ bahkan dia mengatakan bahwa memang dialah yang bodoh, mau belajar sekeras apapun pasti dia akan tetap mendapat nilai jelek padahal aku tahu pasti otak Taeyeon tidaklah seburuk itu.

***

“Junsu hyung, kau sedang apa?” panggil Minho, junior ku disekolah.

“Sebentar, aku hanya ingin menelpon.” aku berteriak keras agar dia bisa mendengar suaraku.

Aku mengambil ponsel dan melirik jam sebentar. Sudah jam 3 padahal aku berjanji untuk bertemu dengannya jam 1. Bola memang membuatku lupa segalanya.

“Yeobseyo? Taeyeon-ah?”

“Oppa…”

“Kenapa suaramu?”

“Aku keding-inan..”

“Kedinginan? Kedinginan kenapa?”

“Disini hujan deras dan aku tidak bawa payung jadi tubuhku bas…”

“Taeyeon-ah mianhae. Hari ini junior-junior ku disekolah dulu mengajakku main bola jadi aku tidak bisa datang. Lebih baik sekarang kau pulang saja, jangan berhujan-hujanan nanti kau bisa sakit.”

“Tapi…”

“Hyung, cepat!”

“Arasso! Taeyeon-ah mianhae, annyeong.”

Aku langsung menuntup telponku dan kembali bermain bersama teman-teman dan juniorku.

See? Keegoisanku sudah kelewatan kali ini. Aku membiarkan gadis yang kucintai berdiri sendirian dijalan, basah kuyup dan kedinginan.

Keesokan harinya aku tahu dari Sunny, sahabat Taeyeon, bahwa hari ini Taeyeon tidak bisa masuk sekolah karena demam.

Awalnya aku tidak ingin menelponnya karena takut mengganggunya tapi setelah 1 minggu tidak ada kabar akhirnya aku mulai cemas dan memutuskan untuk menghubunginya.

“Yeobseyo?”

“Taeyeon-ah?”

“Junsu oppa.”

“Oh, ini aku. Kau sudah baikan?”

“Sudah lumayan.” jawabnya singkat.

“Aku rindu Taeyeon-ah. Bagaimana kalau hari ini kita bertemu?” ajakku.

“Tapi aku masih sakit oppa.”

“Ayolah Taeng, aku benar-benar rindu padamu.”

“Baiklah. Lagipula ada yang ingin kubicarakan padamu. Kita bertemu di taman dekat rumahku saja ya oppa.”

“Arasso.”

Aku berjalan keluar menuju taman. Huh, malam ini benar-benar dingin! Mungkin suhu saat ini mencapai -7 derajan celcius. Jarak antara taman dan rumahku juga agak jauh.

Ketika tiba disana kulihat Taeyeon telah duduk di bagku yang letaknya di tengah-tengah taman.

“Taeyeon-ah.” panggilku dan aku langsung memeluk tubuhnya yang terasa lebih kecil di banding terakhir kali aku memeluknya.

Dia memberikan senyum manisnya yang sama seperti biasa.

“Oppa annyeong.” ucapnya pelan. Aku bisa melihat wajahnya yang putih menjadi amat pucat. Ku naikkan syal merah yang dipakainya hingga menutupi bibirnya.

“Bagaimana kabarmu?” tanyaku setelah mengajaknya duduk.

“Beginilah. Oppa sendiri apa kabar? Kau terlihat lebih kurus.” ujarnya sembari merapikan kerah mantelku.

“Kau lah yang lebih kurus Taeyeon-ah.”

“Oppa, sebenarnya aku datang kesini karena aku ingin bicara sesuatu padamu.” nada bicara Taeyeon berubah serius.

“Bicara? Bicara apa?”

“Tahukah oppa bahwa saat ini aku sangat lelah?” ujarnya pelan.

“Lelah? Lelah kenapa Taeyeon-ah?”

“Bisakah oppa sedikit lebih peka?” dia mengankat kepalanya dan menatapku tajam. Tanpa kusangka matanya yang cantik kini berubah merah dipenuhi butir-butir air mata.

“Tae.. Taeyeon-ah.”

“Oppa tidak pernah berusaha mengerti perasaanku. Apa oppa tidak pernah menyadari bahwa aku sudah lelah?” dia berkata dalam tangisnya. Aku yang merasa shock dengan luapan emosinya yang secara amat tiba-tiba tidak bisa berbicara apa-apa.

“Oppa tahu, setiap kali kita bertemu atau bicara oppa selalu menyakiti perasaanku?” Taeyeon berkata pelan.

“Oppa tidak pernah berpikir bahwa aku selalu merasa sedih, oppa juga tidak pernah memikirkan keadaanku. Kemana saja oppa selama 1 minggu ini? Aku berharap oppa datang menjengukku tapi percuma saja aku berharap.”

“Mianhae Taeyeon-ah, aku…”

“Aku rasa jalan satu-satunya adalah putus.” ucapnya pelan.

“Taeyeon-ah!”

“Itu yang terbaik untuk kita berdua oppa. Selama ini aku selalu merasa… entahlah, dikesampingkan? Aku lelah begini terus oppa.” dia membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh dariku.

“Aku mencintaimu Kim Taeyeon!” aku berteriak kencang dan dia pun menoleh. Dia menghela nafas berat lalu berjalan ke arahku dengan ekspresi datar.

“Aku juga mencintaimu oppa tapi itu semua tidak cukup. Aku sudah bersabar tapi itu semua juga ada batasnya. Apa oppa tahu bagaimana perasaanku kemarin? Aku menunggumu 2 jam tapi bukannya datang kau malah menyuruhku pulang dan memilih bermain bersama para junior-juniormu. Kau tahu oppa, aku sakit karena hujan-hujanan menunggumu tapi kemana saja kau selama satu minggu ini?” bisa kulihat air mata Taeyeon mengalir deras.

“Taeyeon-ah, aku..”

“Lihat! Oppa tidak bisa jawab kan? Aku mohon oppa, demi kebaikan kita berdua aku ingin putus.”

 

***

 

Kata-kata Taeyeon masih terngiang jelas di telingaku. Aku mohon oppa, demi kebaikan kita berdua aku ingin putus.

Aku tahu aku ini pacar yang tidak becus tapi kau tulus menyayanginya. Aku tidak tahu aku sudha melukainya begitu dalam. Selama ini aku tidak sadar bahwa aku terlalu mengacuhkan Taeyeon. Aku rasa benar kata Taeyeon, demi kebaikan kami berdua, ah annyi, demi kebaikannya sepertinya aku harus rela melepaskannya.

Taeyeon-ah, semoga kau bahagia.

-END-

 

hai reader!!!
Ada yang suka TaeSu couple??
TaeSu adalah couple favoritku buat Taeng selain KangTae.
buat yg udah baca komen yaa~

Read it, Love it and COMMENT!!

Iklan

34 thoughts on “[OneShot] Heartquake

  1. Annyeong..
    New Reader 😎 ..
    Akuuu..
    Aku Suka TaeSu couple, tpii tetep lebih Suka KangTae Couple 😛 ..
    Hhadohh..
    Sedih bgt,. Junsu gk Peka ama Perasaan Taeyeon nihh…
    I Like it 😉 ..

    • padahal si dolphin polos nan baik hati ini ga seperti itu loh, ini cuma keinginan author buat bikin Junsu oppa jahat *dimutilasi Junsu

      “mudahan mereka berdua bhagia”
      di dalem ff ato di kehidupan yg sbnerny? kalo aku sih pngenny di kehidupan yg sbenerny, wkwk~ #taesualert

  2. wah kasihan taeyoennya rela nunggu junsu sambil hujan hujan hujana hebat walaupun akhirnya putus
    oh ya chingu katanya mau bikain ff yoona ma nichkhun kapan nih? di tunggu ya

  3. Aku taesu shipper =D
    Walaupun ga happy ending, aku tetep sukaaaa, feelnya dapet bangetttttt*.*
    Unnie,fanficnya bagus bagus banget,aku sukaaa T.T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s