[OneShot] Dear Mom

Title: Dear Mom

Cast: f(x) Krystal Jung – SNSD Im Yoona – DBSK Jung Yunho

 

“Appa, omma dulunya seperti apa?” tanya seorang anak kecil pada ayahnya.
“Omma? Dia seperti bidadari.”

***

Aku benci hari ini! Kenapa? Karena hari ini adalah hari ibu.
“Soojoung, silahkan maju kedepan.” panggil guruku. Aku maju kedepan dengan enggan.

“Annyeonghaseyo, Jung Soojoung-imnida.” aku melirik ke arah teman-temanku yang sekarang juga sedang melihat ke arahku.

“Ceritakan kepada kami mengenai ibu-mu.” ucap guruku.
“Ehm… Nama saya Jung Soojoung, mungkin kalian semua juga sudah tahu, nama ayah saya Jung Yunho dan ibu saya bernama Im Yoona. Ibu saya sangaat cantik, seperti bidadari.” aku mengambil sebuah foto dari kantong seragamku dan memperlihatkan foto ibuku kepada seisi kelas. “Waah, cantiknya…” “Dia sangat mirip dengan Soojoung”

“Bisa ibu lihat fotonya?” tanya guruku. Aku mengangguk dan memperlihatkan foto omma.
“Ibu-mu amat cantik Soojoung, sangat mirip denganmu.” sonsaeng-nim tersenyum lembut padaku. “Khamsahimnida. Semalam ayahku bercerita sesuatu, ah tidak, bercerita semua tentang ibuku.”

“Ceritakan pada kami, Soojoung.” pinta sonsaeng-nim
“Ibuku…

-flashback-

“Tungguuuu….” teriak seorang gadis pada sebuah bus. Setelah berlari akhirnya bus yang dikejarnya berhenti. “Khamsahimnida.” ucapnya pada supir bus wanita tadi mengambil tempat duduk paling belakang, tepat disamping seorang pria.

“Maaf..” panggil wanita itu.
“Iya?”
“Kau keberatan tidak kalau kita bertukar tempat duduk?” tanyanya.
“Kenapa?” tanya si pria tadi.
“Aku ingin duduk disana.” wanita tadi menunjuk posisi duduk pria itu. Lama pria itu melihat wanita yang ada dihadapannya kemudian dia mengangguk dan beranjak dari tempatnya.

“Khamsahimnida.” wanita tadi tersenyum senang.

“Siapa namamu?” lelaki tadi berhasil mengumpulkan keberaniannya untuk menanyakan nama si gadis.

“Hah?”
“Aku Jung Yunho, kau?” si lelaki bernama Yunho mengulurkan tangannya. Wanita tadi tersenyum manis dan menjabat tangan Yunho.

“Aku Im Yoona.”

-flashback end-

“Jadi itu kali pertama ayah dan ibuku bertemu.” uacpku. Kelihat sekeliling kelas, sepertinya mereka menyukai ceritaku.

“Lanjutkan..”

-flashback-

Semenjak itu Yunho dan Yoona menjadi dekat. Tanpa disangka mereka berdua kuliah di universitas yang sama hanya saja mereka beda jurusan. Yunho yang sebenarnya menyimpan rasa untuk Yoona sejak pertama kali bertemu tidak kunjung berani mengungkapkan perasaannya.

“Yunho, kau sedang apa?” sapa Yoona ketika melihat Yunho hanya duduk termenung di bawah pohon. Yunho hanya mengangkat bahunya dan memberi gesture agar Yoona duduk di sampingnya.

“Malam yang indah.” gumam Yoona. “Kau lihat bintang disana?” tanya Yunho. “Mana?” Yoona berusaha mencari bintang yang dimaksud Yunho. “Aah, yang itu! Sangat indah.” kagum Yoona.

“Bagaimana hubunganmu dengan si Nichkhun itu? Thai prince eh.”
“Hmm… Semuanya sudah berakhir.” jawabnya singat. Yunho memandang Yoona dengan tatapan heran.
“Wae?” tanya gadis itu sambil tersenyum.
“Bukannya kalian baru saja pacaran?” tanya Yunho heran.

“Iya, aku tahu. Tapi… entahlah! Aku merasa tidak pantas untuknya. Dia itu prince sedangkan aku…”
“Goddess!” potong Yunho. “Kau itu satu-satunya goddess yang pernah ada di bumi, Im Yoona! Cam kan itu! Jangan pernah merasa bahwa dirimu rendah karena kau lebih dari itu, kau mengerti?”

“…”
“…”
“Kau… kenapa?” tanya Yoona heran tapi dia tidak bisa menahan tawanya ketika melihat wajah Yunho yang amat serius.

“Kau jangan tertawa!” Yunho merasakan wajahnya mulai memanas dan pastinya… merah.
“Wajahmu merah! Hahaha~” Yoona tertawa puas melihat Yunho yang sedang menahan malu.
“Ya! Im Yoona!”

“Ok..ok.. Lagian apa maksudmu ‘aku merasa rendah’?”
“Barusan kau bilang ‘dia adalah prince sedangkan kau…”
“Sedangkan aku juga tidak cinta padanya! Aku hanya suka melihat wajahnya yang tampan, hanya itu. Dan kau kira aku…” kata-kata Yoona terputus karena tawanya.

“Yoona berhenti!” Yunho benar-benar malu sekarang. “Berhenti kataku!” suara Yunho semakin mengeras tapi Yoona tambah geli melihat wajah Yunho yang merah.

“Aduuh…duh…aku…haa…hihii…hmpfh…” tawa Yoona dikunci Yunho dengan bibir Yunho, ya… bibir mereka bertemu. Yoona yang awalnya nampak kaget lama kelamaan membalas apa yang sudah dilakukan Yunho. Setelah merasa cukup, Yunho melepaskan ciumannya dari Yoona dan menatap mata gadis itu, amat indah, batinnya.

“Im Yoona, maukah kau menikah denganku?”

-flashback end-

“Awww…” seisi kelas terpukau mendengar cerita Soojoung.
“Masih ada lanjutannya?” tanya Sulli, teman sekelas Soojoung. Soojoung hanya mengangguk sambil tersenyum.

-flashback-

Setelah moment pengakuan tersebut, Yoona dan Yunho menyadari bahwa mereka memang benar-benar mencintai. Setelah lulus dari universitas dan Yunho sudah mendapat pekerjaan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengakhiri kencan mereka dengan pernikahan.

Yoona menggunakan gaun putih panjang di hari pernikahannya. Kulitnya yang putih serta rambutnya yang panjang menambah nilai plus dari penampilannya. Tidak perlu make-up yang tebal untuk membuat Yoona terlihat cantik karena benar kata Yunho, Yoona adalah satu-satunya goddess di bumi ini.

Pernikahan mereka berlangsung hikmat dan meriah. Setelah 1 tahun menikah akhirnya Yoona mengandung anak pertama mereka.

“Aku mau anak perempuan, kalau kau?” tanya Yoona. Yunho yang sedang duduk di ujung kasur sambil membaca menutup buku dan melepas kacamatanya. Dia merentangkan tangannya agar Yoona bisa bersandar di bahunya.

“Terserah apa mau mu saja. Laki-laki atau perempuan sama saja bagiku.” Yunho tersenyum lembut.
“Ehm… kalau begitu kita tentukan namanya sekarang! Siapa yaa…”
“Hmm… bagaimana kalau Miyoung!” usul Yunho.
“Sooyoung? Kau serius?”
“Kenapa?”
“Aku tidak mau anakku nanti diolok-olok temannya. Ganti!” Yoona tak setuju. “Padahal menurutku itu nama yang bagus.” Yunho merengut. “Bagaimana kalau Sunkyu!” Yunho kembali semangat.

PLETAK!

Sebuah jitakan berhasil mendarat di kepala Yunho. “Kau mau nantinya anak kita dipanggil nenek-nenek?”
“Aah, molla!” Yunho putus asa.
“Bagaimana kalau Sooyeon?” usul Yoona.
“Kenapa tidak Soojoung saja?” tanya Yunho.
“Aah, nama yang bagus! Aku setuju! Nanti nama panggilannya Krystal yah!”
“Eh? Krystal?”
“Iya Krystal.” Yoona mengangguk sambil tersenyum lebar.

“Aku mau anak kita seperti Krystal yang cantik dan berkilau.” Yoona tersenyum sendiri. “Arasso!” Yunho mencium kening dan memeluknya erat.

-flashback end-

“Aah, jadi itu sebabnya kau selalu ingin di panggil dengan nama Krystal.” Sulli kembali menyeletuk.
“Ne, karena ibuku ingin aku dipanggil dengan nama itu.”

-flashback-

“Yunho! Cepat kau pulang!” terdengar suara seorang wanita dari seberang telpon.
“Wae omma? Aku sedang rapat sekarang.” Yunho berbisik karena saat ini dia sedang rapat dengan klien-nya.
“Cepat pulang! Yoona… Yoona…”
“Yoona? Ada apa dengan Yoona?” Yunho mulai terlihat panik.
“Yoona, dia.. dia masuk rumah sakit!” wanita tadi terdengar menangis dan sesegukkan sesekali.

“Aku segera kesana!”

***

“Yoona! Yoona kenapa? Omma? Appa?” orang tua Yoona diburu berbagai pertanyaan. Sang ibu hanya bisa tertunduk diam dan menangis.

“Tadi… ketika Yoona kembali dari mini market… dia… dia terserempet motor dan jatuh pingsan.” ayah Yoona menjelaskan. Yunho langsung jatuh terduduk. Dia tidak bisa merasakan tubuhnya, semua terassa lemas dan dia mati rasa.

“Maaf…” seorang wanita berpakaian biru keluar dari ruang operasi. “Keluarga Ny. Jung Yoona?” tanya wanita tadi.

“Saya suaminya. Bagaimana istri saya?” tanya Yunho buru-buru.
“Ehm.. ada yang ingin saya tanyakan pada Anda. Bisa kita duduk sebentar?” dokter wanita tadi menyarankan Yunho beserta orang tua Yoona untuk duduk.

“Kontraksi yang dialami Ny. Jung cukup hebat dan dia terlambat ketika dibawa kesini. Bayinya berada di situasi yang amat tidak menguntungkan. Karena kejadian tersebut kandungan Ny. Jung terbentur hebat dengan tanah sehingga menyebabkan kandungannya benar-benar berbahaya. Yang saya ingin tanyakan adalah…”

“…” semua orang terdiam dan menunggu kata-kata dokter itu.

“Hh… Siapa yang ingin diselamatkan? Sang anak atau ibunya?” dokter tadi terlihat berat ketika mengatakan hal yang barusan dikatakannya.

“A..apa? Maksud dokter apa?” ibu Yoona terdengar amat shcok.
“Karena kejadian itu kami harus mengeluarkan bayi lebih cepat dari waktunya dan sayangnya… hanya 1 jiwa yang bisa diselamatkan.”

“Selamatkan Yoona! Nantinya kami bisa punya anak lagi.” suara Yunho terdengar parau. “Mengenai itu… walaupun nantinya Ny. Yoona selamat dan hidup dengan sehat tapi dia tidak akan bisa mengandung.”

“Kenapa?”
“Rahimnya amat rawan sehingga kami harus mengangkatnya.” jelas sang dokter lagi.
“Selamatkan ibunya! Aku mau Yoona hidup! Aku mau…”
“Annyi, selamatkan anaknya.” ayah Yoona buka suara.

“Yeobo..”
“Abboji..”
“Kalian pikir Yoona akan senang? Kalian pikir Yoona akan berterima kasih karena dia selamat tetapi dia harus kehilangan anaknya? Terlebih lagi setelah dia tahu bahwa dia tidak akan pernah bisa menjadi ibu untuk selama-lamanya?” ayah Yoona terlihat amat tegar ketika mengatakan hal tersebbut namun matanya sudah penuh dengan air mata.

“Selamatkan anaknya.” ucapnya lagi. Dia melihat Yunho untuk memberi keputusan akhir.
“Bisakah aku bertemu Yoona untuk terakhir kalinya?” pintanya. Sang dokter mengangguk dan mempersilahkan ketiga orang tadi untuk masuk.

Setelah memakai baju operasi lengkap, mereka dipersilahkan untuk bertemu dengan Yoona.

“Yunho. Omma, appa.” panggil Yoona lemah.
“Kami menghilangkan pengaruh obat bius nya agar kalian bisa berbincang-bincang.” ucap dokter tadi.

“Yoona.” panggil Ny. Im dan memeluk anaknya dengan erat. “Omma, kenapa kau menangis? Aku baik-baik saja.” Yoona tersenyum dan terlihat amat tegar.

“Yoona-ah.” panggil Tn. Im yang juga memeluk anaknya dengan erat.

“Omma, appa bisa kalian tinggalkan kami berdua saja?” pinta Yoona, dia masih tersenyum. Omma dan appa nya hanya bisa mengangguk sambil menahan tangis mereka.

“Hai.” sapa Yoona.
“Hai.”
“Maaf.”
“Untuk apa?”
“Karena aku tidak bisa menjaga bayi kita.” airmata Yoona mulai mengalir. Yunho hanya bisa diam dalam tangisnya.
“Hei, lelaki tidak menangis.” Yoona menghapus airmata yang mengalir di pipi suaminya. Yoona berusaha keras meraih tangan Yunho dan menggenggamnya.

“Yeobo… Selamatkan bayi kita.” ucapnya pelan.
“Yoona…”
“Aku mau bayi kita hidup. Aku mau dia melihat betapa indahnya dunia ini.”
“Bagaimana dengan kau?”
“Aku? Hah, aku sudah punya banyak kesempatan melihatnya.”
“Yoona…”
“Aku ingin bayi kita nantinya menjadi Krystal, goddess kedua setelah aku.” Yoona masih tersenyum, airmatanya terus mengalir.

“Kau mau berjanji padaku untuk menjaga anak kita?” Yoona mengacungkan jari kelingkingnya.
“Pabo! Tentu saja aku akan menjaga anakku.” Yunho melingkarkan jari kelingkingnya ke jari Yoona. Tangannya terasa amat dingin.

Yunho menangis dan mencium bibir Yoona untuk yang terakhir kalinya. Bisa dirasakan airmata keduanya membahasi bibir mereka.

“Tutup matamu. Terimakasih karena kau telah datang di dalam hidupku.” ucap Yunho lirih.
“Yunho, berikan surat yang sudah kutulis untuk Krystal di hari ulang tahunnya yang ke-17.”
“Surat?” tanya Yunho heran.
“Aku menulis surat untuknya dan tolong aku untuk memberikan surat itu padanya, 17 tahun lagi.”
“A..aras..arasso.” Yunho terisak.

“Annyeong, Jung Yunho. Kita bertemu lagi di kehidupan selanjutnya.” Yoona kembali memberikan senyum manisnya.
“Kehidupan selanjutnya, dan selanjutnya dan selanjutnya.” jawab Yunho kemudian memeluk erat tubuh istri tercintanya.

“Dokter, selamatkan anakku.”

-flashback end-

Terdengar tangisan membahana di dalam ruangan kelas. Wajahku sendiri sudah basah karena airmata.

“Cerita yang amat bagus Soojoung.” puji sonsaeng-nim. “Mari kita semua menundukkan kepala dan mendoakan ibunya Soojoung.” Seluruh teman-temanku menurut dan menundukkan kepala mereka.

“Surat itu, apa kau sudah membacanya?” tanya Taemin, teman sekelasku. Aku menggeleng, “hari ini adalah ulang tahunku yang ke-17 jadi aku baru akan menerimanya hari ini.”

KRIIINGG!!!

Bel tanda sekolah berakhir berbunyi.
“Mari semuanya beri tepuk tangan untuk Soojoung, ah bukan, Krystal.” ujar sonsaeng-nim. Semua anak bertepuk tangan dan beberapa memanggilku dengan nama Krystal.

***

“Ini dia suratnya.” Appa memberiku sebuah amplop biru muda padaku. Sama sekali belum terbuka, itu tandanya appa pun belum pernah membacanya.

Aku membuka amplopnya dengan hati-hati, aku tidak ingin merusaknya -tentu saja-.
Kukeluarkan sebuah kertas berwarna senada dengan amplopnya. Kubuka secara perlahan dan kulirik appa sesekali, wajahnya sama penasarannya sepertiku.

Soojoung-ah annyeong, omma-ah.

Anakku, hari ini kau berumur 17 tahun, tentunya kau tumbuh menjadi anak yang cantik dan baik. Ehm… Omma bingung ingin bicara apa karena selama omma menulis surat ini omma belum pernah melihat atau bicara padamu secara langsung.

Baiklah, mungkin omma hanya akan menceritakan keburukan appa mu saja, keke~ tentu saja tidak! Appa mu adalah lelaki terbaik yang pernah omma temui. Dia memang tampan namun terkadang dia juga bodoh. Dia bilang kalau nantinya dia ingin melabrak laki-laki yang berani memacarimu, aneh kan? Hehe..

Tapi dia sangat sayang padaku dan kau. Omma juga mencintainya sama seperti aku mencintaimu. Omma harap kelak kau akan menjadi anak yang baik dan tidak mengecewakan kami. Tumbuh menjadi wanita yang catik Soojoung-ah, jadilah seperti Krystal yang indah, anakku.

Salam sayang, ibumu.

Aku mengelap airmataku setelah membaca habis isi surat ini. Kulihat mata appa juga merah karena menangis. Kuambil sebuah foto dari dalam amplop dan kudapati ada foto omma yang sedang mengandungku. Perut omma terlihat amat besar namun dia tersenyum dan mengelus perutnya dengan rasa sayang.

“Appa, omma benar-benar cantik.” pujiku.
“Kau amat mirip dengannya, kau tahu?” appa memelukku dan mencium kepalaku. “Annyi, omma lebih cantik.”

***

“Soojoung-ah, appa tidak bisa mengantarmu kesekolah hari ini karena rapat dadakan. Kau tidak apa-apa kan berangkat sendiri?” tanya appa sambil merapikan dasinnya.

“Siap boss!” aku memberi gesture hormat padanya.
“Mianhae, annyeong.” Appa mencium pipiku dan setengah berlari kedepan. Aku mengantarkan kedepan dan ketika melihat mobilnya menghilang dari hadapanku aku langsung mengambil tasku dan mengunci pintu rumah.

Kuhirup udara pagi yang amat segar dan berjalan menuju halte bisa yang letaknya tidak jauh dari rumahku.

“Oh? Eh… Tunggu… tunggu… Ajusshi tunggu!” aku berteriak memanggil bis yang sudah berjalan. Setelah berlari sedikit akhirnya bisa itu berhenti dan akupun bisa masuk.

“Khamsahimnida.” aku membungkuk dan membayar dengan uang pas. Aku berjalan menuju tempat duduk paling belakang dan duduk disebelah seorang pria.

“Maaf..” panggilku.
“Iya?”
“Kau keberatan tidak kalau kita bertukar tempat duduk?” tanyaku
“Kenapa?” tanyanya.
“Aku ingin duduk disana.” aku menunjuk posisi duduknya. Lama pria itu melihatku kemudian dia mengangguk dan beranjak dari tempatnya.

“Khamsahimnida.” aku tersenyum senang.

“Siapa namamu?” tanya lelaki itu tiba-tiba.

“Hah?”
“Aku Choi Minho, kau?” lelaki bernama Minho mengulurkan tangannya. Krystal tersenyum manis dan menjabat tangannya.

“Aku Jung Soojoung.”

-END-

Hi readers… aku balik bawa ff baru ^^ Baca sekaligus komen yaaahh….                   SILENT READER IS NOT ALLOWED

Iklan

37 thoughts on “[OneShot] Dear Mom

  1. KEREN!!!
    Pertama..crita ini bikin aku ketawa pas yunho ma yuna bahas tentang khun..

    Kedua..aku hampir nangis di part yuna sakit..

    Ketiga..alur maju mundurmu bagus, mudah dicerna n dinikmati..

    Terakhir..ff ini ngingetin aq dg film india kuch kuch hota hai hahahahaha

    ffnya keren..endingnya juga manis..^^

    • Masa sih onn? Makasih atas pujianny, hhe…
      Sbnerny ak pgen bkin cast ny tuh Yuri (scra yul kan jg mrip ama krystal) tp ff ku byk bgt yg cast ny yuri makany ak pke yoona aja (abs slaen yuri ga ada lg yg mrip krystal kecuali Yoona)

      Thx udh mampir onn. Oya, blog onnie udah dibuka blom? Pgen maen ksna.

    • Annyeong, slm knal.
      Hmm… gmn yah? Ak sih dasarny ga t’llu suka sm couple Minho-Krystal karena dsarny aku tuh pndkungnny MinYul jd kalo ak bkin ff romance ttg mrka ak takut feel ny ga dapet. Tp ada ko slah satu ff ku yg cast ny mrka berdua jdulny Lucifer, cari aja. It jg pndk bgt dan psngn it d ff ini cm ak jdiin cameo doank, hhe…

      Tapi ntar kalo emg lg tergerak pngen bkin ff ttg mrka psti ak bkinin, hhe… D tampung yah request mu.

    • Gumawo ^^
      Hm, bkn versiny Krystal? Kayany author bakal jantungn kalo pairingny sm Minho (Minho bias here)

      Tp biarpun ak bkinin kayany bkal sama deh crtany sm cerita ini.

  2. annyong ^^
    Y ampun . . .critanya mengharukan. . Pengorbanan seorang ibu. . Aku suka banget
    Jd ingt sma ibuku bc ff ini :’)

    Ending.ny bgus. . Krystal nglamin kjadian yg sma ky ibu.ny. .

    Nice ff
    I love it ^^

  3. Haaaloo, ku new reader nih. Aku telat bgt ya baca ini.
    Sumpah keren bangeett nih cerita!
    Aku suka banget bahasanya ni ff.

    Dan yg bikin kusuka, ff ini berhasil bikin aku merinding.

    Woh Krystal berpengalaman yang sama ya kaya mamanya dulu.

  4. eonni menurutku lebih cocok ma yoona, kapan kapan buat ff tentang yoona yunho yaaa hihi, bagus ceritanya, seneng my biased yoona yunho bisa satu cerita <3, aku udah lama eon jadi yoonyun shipper alias yoona yunho couple hihi, pas pertama aku tau bahwa yunho adalah tipe ideal yoona pas di strong heart aku makin suka sama mereka, memang banyak fans fans lain, memasangkan yunho tu ma yuri, ckckc,, tapi jeongmal aku benar benar suka sama yoonyun couple, mereka adalah dua orang yg berpengaruh di tvxq dan snsd, mianhae yaa klo kepanjangaann koment, eonni mungkin bisa mempertimbangkannya lagiii, gomawo eonni 🙂
    semoga eonni juga bisa jadi yoonyun shipper hii

  5. wah kisah cinta soojung prtma’a kyk kisah cinta eomma’a…

    hikz hikz,, sumpah nangis aku bca’a,, ap agy bca ambil dngerin lgue snsd yg dear mom,, tmbh nysek bca’a… daebak lach. di tnggu krya authour yg lain’a…

  6. K….ke…keren….. =A= *speechless
    Ebuset, deh!! Baru pertama kali baca ff yoonyun udah ketemu ff bagus macem begini! Aku suka banget ceritanya.. Alur nya enak, keren, dan aku jadi suka yoonyun xD wkwkwkw~
    Suka banget sama ending nya, si krystal ketemu minho percis kayak yoona ketemu yunho.. Daebak lah pokoknya :3
    Fighting dan keep writing ne, author! Lope lope(?) Buat author x3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s