[2Shot] Campus Night (end)

Title: Campus Night

Cast: SNSD – 2PM – SUPER JUNIOR – DBSK

Minor: After School

Genre: Thrill

Rating: PG15

Yoona’s POV

“Sedang apa kau disini?” tanya Siwon setelah menyeretku keluar.
“Kutanya sedang apa kau disini?” bentak Siwon sekali lagi. “Aku kira kau mengambil cuti, tapi demi Tuhan Yoona, apa yang kau lakukan disini? Dan, ada apa dengan rambutmu?” Aku masih diam tidak menjawab.

“Tunggu dulu! Apa kau disini… kau sedang menyamar? God, seharusnya aku sudah menebaknya!” ucapnya. “Kenapa kau lakukan ini?”

“Kau tahu, aku ingin menyelesaikan kasus ini, sama sepertimu.” jawabku.
“Sendiri? Kau ingin menyelesaikan kasus ini sendiri? Apa kau sudah gila?”
“Iya, aku sudah gila!” ucapku ketus dan meninggalkannya. Aku mempercepat langkahku karena aku marah. Tapi tidak jauh dari tempat aku meninggalkan Siwon, salah satu rekan kerjaku, Kwon Yuri, sekarang sedang berdiri di depanku.

“Hai.” sapaku kaku. Aku tidak terlalu dekat dengannya jadi momen kali ini terasa sedikit canggung.

“Kau mau pergi kemana?” tanyanya dingin.
“Aku mau masuk.”
“Ayo ikut kami ke kantor.”
“Untuk apa? Aku sedang cuti saat ini.” jawabku dingin dan berjalan meninggalkannya.
“Aku bilang ayo!” dia menarik tanganku dengan kasar.
“Hei!”
“Yuri, lepaskan saja.” perintah Siwon. Sesuai perintah dia merenggangkan tangannya dari tanganku kemudian melepaskannya.

Siwon berjalan menghampiriku dan menatapku dalam. “Aku tidak akan membawamu ke kantor tapi ingat! Kau tidak punya surat perintah untuk menyelidiki kasus ini jadi pulanglah.” ucapnya. Dia mengajak Yuri untuk pergi.

“Dan Yoona…” panggilnya. “Sejauh ini yang menjadi korban adalah wanita dengan rambut berwarna merah jadi cat rambutmu menjadi hitam lagi kecuali kau memang sengaja melakukannya.”

***

Aku tidak percaya Hyuna adalah korbannya. Baru saja aku berbicara dengannya dan sekarang dia sudah tiada. Aku menatap tempat tidurnya yang kosong, tempat tidur yang biasanya diisi oleh seorang gadis periang.

“Kau belum tidur?” tanya Ibu asrama dari daun pintu kamarku.
“Hyuna yang malang.” gumamnya sambil duduk di atas kasur Hyuna dan mengelus-elus lembut seprainya.
“Baru saja tadi pagi aku mendampinginya bicara pada polisi.” ucapnya lagi, aku hanya memberi senyuman kecil padanya.
“Tapi semua itu sudah lewat dan kita harus tetap melanjutkan hidup, benar kan?”
“Kalau begitu aku keluar dulu. Selamat tidur Yoona.” ucapnya ramah dan tersenyum manis.
“Iya, selamat malam bu.” jawabku.

“Ah, andai saja rambutnya tidak merah.” gumam ibu asrama ketika berjalan keluar. Aku terdiam sejenak dan satu hal terlintas di benakku.

“Tunggu sebentar!” panggilku.
“Ada apa Yoona?” dia berbalik dan tersenyum.
“Ibu tidak terlihat terganggu dengan kasus ini.” tanyaku.
“Maksudmu?”
“Ibu terlihat amat tenang dan tersenyu seakan… bahagia.”
“Apa maksudmu?” tanyanya.
“Apa yang akan terjadi jika rambutnya tidak merah?” selidikku lagi. Senyum di wajahnya sekarang menghilang, berganti dengan tatapan kaku di wajahnya.

“Jadi selama ini kau pelakunya?” ucapku.
“Apa… apa yang sedang kau bicarakan? Aku.. Aku tidak mengerti.”
“Saya rasa ibu tahu persis apa yang sedang saya bicarakan.” kataku sambil berusaha meraih kantong celana belakangku.
“Rambut merah. Apa yang ada dibenak ibu ketika mendengar kata itu?” Dapat! Aku menekan tombol “1” kemudian kuletakkan handphone nya dibelakang tubuhku.

“Jadi kau sudah tahu? Sejak kapan?” wajah kakunya berubah menjadi senyuman sinis.
“Baru saja.”
“Aku juga tahu kalau kau seorang polisi. Dan kau tahu, sebenarnya… kau memang korbanku yang selanjutnya!” ucapnya dingin dan sesaat kemudian dia sudah menarik rambutku.

***

Author’s POV

“Apa? Dia pasti sudah gila!” ucap Yoochun tidak percaya.
“Kau yakin?” tanya Taekyeon sekali lagi, Yuri hanya mengangguk.

Kriiing…Kriing…


“HP bos bunyi.”
“Angkat saja.” suruh Taekyeon.
“Kau gila? Kau saja yang angkat.” tolak Yoochun.
“Kalau penting bagaimana?”
“Sudah, biar aku saja.” Yuri mengambil handphone Siwon dari atas mejanya.
“Yoona?” gumam Yuri heran.
“Yoona?” ucap Taekyeon dan Yoochun bersamaan.
“Angkat saja!” saran Yoochun. Yuri dengan ragu menekan tombol jawab.

“Yeobseyo.”
“Jadi kau sudah tahu? Sejak kapan?”
“Yeobseyo.”
“Baru saja.” Ketiga polisi itu saling berpandangan dan ketakutan tergambar persis diwajah mereka.

“Aku juga tahu kalau kau seorang polisi. Dan kau tahu, sebenarnya… kau memang korbanku yang selanjutnya!”

BRAKK! “Arrrghhhh…” terdengar suara teriakan panjang dari seberang.

“Yeobseyo? Yoona-ssi? Yoona-ssi!” panggil Yuri tetapi tidak ada jawaban dari Yoona selain suara ribut.

“Sepertinya Yoona…” suara Yoochun beergetar.
“Kita panggil bos!”

***

“Lepas! Lepaskan aku!” teriak Yoona namun wanita itu masih terus menyeretnya di lantai.
“TOLONG!” teriaknya lagi.
“Silahkan saja kau teriak. Tidak ada yang akan mendengarmu. Semua murid sudah pulang kerumah mereka sendiri-sendiri.” ucap wanita itu dingin.
“Tolong!” Yoona masih berusaha teriak namun yang ia dengar hanyalah pantulan suaranya di koridor asrama.

Setelah kira-kira 1o menit akhirnya wanita itu berhasil membawa Yoona ke tengah hutan yang ada di samping asrama.

“Berhubung kau ini polisi maka aku rasa kita akan pelan-pelan. Bukankah ini menarik?” bisiknya di telinga Yoona.
“Kau membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Apa maumu?” ucap Yoona pelan.
“Mauku? Kau tahu jelas mauku apa. Aku mau membunuhmu.” ucapnya tenang.
“Kenapa?”
“Aku benci wanita berambut merah. Sudah cukup?” dia tersenyum licik.

“Lalu karena itulah kau membunuh mereka?”
“Yaa, kurang lebih begitu.”
“Kau setan!” ucap Yoona pelan dengan suara dalam.
“Hahaha… Kau benar sekali. Kau tahu? Karena wanita berambut merah aku kehilangan lelaki yang aku cintai. Beraninya dia merebut pacarku!” kata wanita itu kesal.

“Pantas saja pacarmu meninggalkanmu. Melihat kelakuanmu sekarang tidak heran kalau dia mencampakanmu.” Yoona berkata dengan nada meremehkan.

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat mulus di wajah Yoona.

“Berani sekali kau!” geramnya. “Dia tidak mencampakanku! Ini semua salah wanita jalang itu!” teriaknya.

BUK!

Tinjuan Yoona berhasil membuat wanita rubuh. Selama ini dia hanya berpura-pura lemah agar wanita itu tidak berpikir bahwa dia akan melawan.

Wanita itu perlahan berdiri dan memegang wajahnya yang memerah.

“Kau berurusan dengan orang yang salah.” Yoona berkata dengan senyum di wajahnya.

“Tidak. Kau lah yang berurusan dengan orang yang salah. Haaaa…” wanita itu berlari kearah Yoona dan menghantamkan kepalanya ke perut Yoona. Yoona yang sempat terjatuh buru-buru berdiri.

“Ingin membunuh polisi ya?” ejek Yoona.
“Kau…” wanita itu kembali berlari ke arah Yoona dengan cepat dan…
“Ah.” tubuh Yoona perlahan jatuh kebawah dengan pisau menancap di perutnya.

“Sudah kukatakan kau berurusan dengan orang yang salah.” ujar wanita iti dengan mata mendelik pada Yoona yang merintih kesakitan. Dia melirik ke sekitarnya dan diambilnya sebatang kayu tebal yang dilihatnya.

“Hah! Kau benar! Aku ingin membunuh polisi! Itu suatu kebanggaan bagiku!” katanya sambil mengangkat kayu tinggi-tinggi.

“Sampai jumpa, Im Yoona.” tepat ketika dia akan mengayunkan kayu di tangannya, Yuri yang baru saja datang langsung menembak wanita itu tepat di dadanya.

“Sampai jumpa, Park Gahee.” ujar Yuri dingin ketika tubuh wanita itu ambruk.

“Yoona!” teriak Siwon dari belakang. Siwon dengan cepat berlari ke arah Yoona yang sedang sekarat disusul tim medis dibelakangnya. Dengan cepat Yoona yang tadi tertusuk ditangani oleh mereka.

“Mana Yoona?” tanya Yoochun dan Taekyeon.
“Dia tertusuk tapi kurasa dia akan baik-baik saja.” jawab Yuri pelan.

“Lalu pembunuh itu?” Tanpa menjawab Yuri hanya menunjuk seorang wanita yang terbaring kaku yang juga sedang di tangani tim medis.

“Kurasa dia sudah mati.” jawabnya datar.
“Waah, yokshi! Uri Yuri jjang!” teriak kedua pria itu semangat dan memeluk Yuri bersamaan.

“Terimakasih Yuri-ssi.” ucap Siwon yang berlumuran darah ketika mereka telah selesai mengevakuasi TKP.

“Ini memang sudah tugas saya, Pak.”
“Kalau kau tidak buru-buru datang mungkin pembunuh itu masih berkeliaran saat ini dan kehilangan rekan kerja kita . Kerja bagus.” Siwon menepuk-nepuk pundak Yuri dan berjalan meninggalkannya.

“Semuanya sudah berakhir, Yuri. Sudah berakhir.” batin Yuri.

-END-

hi readers…

mian buat updateny yg lama. enjoy and don’t forget to comment 😉

Iklan

9 thoughts on “[2Shot] Campus Night (end)

  1. Untung rambutku coklat*g nyambung…

    Film Second sigth jga kya gt un,,ada ahjusi psycho yg suka culik cwek berambut merah,,terinspirasi dari sana y?

  2. . kereeeeeen chingu .
    . trnyta tebakan qu salaaaaah besar .
    . waah gahe jahaaat .
    . mzak cm gara” rambut na merah trz d bunuh .
    . chingu siwon oppa tuh suka ma yoona onnie ga sicch?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s