[OneShot] Sorry Daddy


Title: Sorry Daddy

Cast: SNSD Tiffany

Inspired by: f(x)’s Sorry Daddy

“Dipanggil lagi?” ucap Appa lesu, aku hanya mengangguk.

“Ya sudah, besok Appa kesekolahmu.” ucapnya tersenyum dan tidak lupa mengelus rambutku lembut sebelum dia beranjak pergi. Apa? Dia sama sekali tidak marah?

***

Ah, kenapa tiba-tiba aku haus? Ku lihat jam weker yang ada di sampingku, baru jam 2 malam. Aku beranjak dari tempat tidur dan memakai sandal biru kesayanganku. Ketika hendak ke dapur tyiba-tiba langkahku berhenti di depan kamar Appa. Aku mendengar dia sepertinya sedang bicara tapi dengan siapa? Iseng-iseng aku mengintip dari ce;ah pintu yang tidak ditutup rapat.

“Yobeo, apa kabar? Yobeo-ah, hari ini aku dipanggil lagi kesekolah Fany, tadi siang dia menyerahkan suratnya padaku. Kau tahu, ketika aku mendapat surat itu aku benar-benar merasa bersalah padanya, aku tidak bisa menjadi orang tua tunggal yang baik untuk Fany. Mungkin kalau aku bisa marah padanya akan bagus tapi apa yang harus kulakukan? Hanya dia yang aku punya di dunia ini sekarang, aku tidak ingin dia merasa aku tidak sayang lagi padanya. Kasihan Fany, dia harus menanggung hal yang benar-benar berat di pundaknya.”

Aku melihat Appa sedang bicara sambil memegang foto Ibu-ku. Saat melihat hal tersebut, jujur hatiku sakit. Aku sudah banyak membut kesalahan, berkelahi, pulang terlambat, membuat pesta ketika Appa tidak ada dirumah dan sekarang?

Aku buru-buru tersadar dari lamunanku ketika mendengar Appa berdiri dari kursi goyangnya dan berjalan ke arah pintu tempatku berdiri. Aku langsung berlari ke dapur dan pura-pura membuka kulkas.

“Oh, Fany-ah, kau belum tidur?” tanya Appa lembut.

“Be..belum. Appa sendiri kenapa belum tidur?” tanyaku balik.

“Appa haus.” jawabnya singkat dan mengambil gelas dari rak yang ada di sampingku. Bisa kulihat mata Appa merak dan mukanya sembab.

“Ap..appa.” panggilku.

“Hm?”

“A..anya. Aku mau tidur dulu.”

“Fany-ah, good night.” ucap Appa tersenyum. Aku hanya bisa membalas senyuman Appa dengan anggukan singkat.

Ya Tuhan, maafkan diriku kali ini.

***

“Fany, kau mau kemana?” Jessica menarik-narik bajuku dari belakang berusaha mencegatku. “Kita perginya sehabis pulang sekolah saja ya.” bujuknya lagi. Seolah tidak mendengarkan apa yang dikatakan olehnya aku terus berjalan.

“Fany, Appa-mu baru saja pulang dari sekolah, kau jangan cari masalah lagi.” tambahnya lagi. Aku terus berjalan ke lapangan belakang sekolah. Disana ada pagar pendek yang jika di loncati maka aku bisa keluar dari area sekolah. Banyak yang tidak tahu karena anak-anak disekolah ini sudah termakan cerita horor mengenai tempat ini.

Sepertinya Jessica tidak ikut hari ini, bagus! Karena itu aku bisa bertindak sendirian. Ku keluarkan baju yang sudah kusiapkan dari dalam tas ku dan aku masuk ke dalam toilet umum untuk berganti. Setelah selesai, aku langsung berjalan menuju sebuah klub yang letaknya tidak jauh dari rumahku.

Di sepanjang jalan orang-orang memperhatikanku seakan mereka baru pertama kali melihat manusia, tetapi aku terus berusaha keras untuk mengabaikan mereka. Tidak lama kemudian aku berhasil tiba di sebuah klub yang buka 24 jam. Aku masuk kesana dan kulihat tidak terlalu banyak orang, mungkin kira-kira 20-25 orang. Aku terus berjalan dan aku pun naik ke atas panggung kemudian aku mulai berdansa dan menari di atas sana. Terdengar olehku suara orang-orang yang mulai menyorakiku, tapi aku terus menari tanpa menghiraukan mereka. Terasa olehku setetes air mata membahasi wajahku dan buru-buru ku hapus dengan tanganku.

Sesaat kemudian, terasa sebuah tangan hangat menyentuh pundakku. Perlahan aku menoleh ke belakang dan kuliha Appa dan Jessica sidah ada di hadapanku.

“Ayo pulang nak.” ucapnya pelan.

“Fany-ah, ayo pulang.” tambah Jessica.

“Ayo ikut Appa pulang.” Appa menarik lembut lenganku dan menuntunku berjalan keluar dari club. Appa membukakanku pintu mobil tanpa satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya, bahkan di perjalanan dia juga tidak berkata apa-apa.

***

Pertama-tama kami mengantar Jessica pulang kerumahnya terlebih dahulu dan setelah itu baru kami pulang ke rumah. Setelah tiba di rumah Appa masih tidak berkata apa-apa. Sudah cukup! Aku sudah tidak tahan lagi!

“Appa.” panggilku.

“Wae Fany-ah?” tanyanya dengan lembut. Aku berjalan mendekat kemudian ku raih tangannya dan PLAK! Ku arahkan tangannya ke wajahku agar bisa menampar pipiku dengan keras.

“Fany-ah!” pekik appa kaget. “Apa yang sedang kau lakukan.” Air mataku sudah tidak bisa tertahankan lagi, aku menangis di depan appa.

“Appa, mianhae.” Isakku.

“Fany-ah…”

“Appa, aku tahu aku salah, aku tahu appa pasti membenciku. Aku tahu aku pantas di hukum.” ucapku tertunduk.

“Fany-ah, appa tahu kau memang bersalah tapi Appa tidak membencimu.” Aku tertegun sejenak mendengar perkataan Appa barusan. Aku berusaha berhenti menangis dan mengangkat wajahku.

“Appa tidak membenciku?”

“Tentu saja tidak. Kau adalah orang yang paling appa sayang jadi mana mungkin appa membencimu?” ucap appa lembut. “Kau adalah harta appa yang paling berharga, Fany-ah.” Appa memelukku.

“Appa, kau minta maaf karena telah berkelakuan buruk sebelumnya.”

“Gwencanha. Appa harap kali ini kau tidak akan mengulanginya lagi, janji?” appa melepaskan pelukkannya dan membuat simbol “janji” dari jari kelingkingnya.

“Ehm, janji.” Aku melingkarkan jariku dan tersenyum melihat wajah bahagia appa.

Appa, mianhae. Semenjak omma meninggal sepertinya aku sudah banyak membuatmu susah. Saranghae appa. Sorry Daddy.

What a fail. Kali ini ff nya bener-bener jelek banget. ceritany ga nyambung dan ga menyentuh sama sekali. huh. tapi buat yg udah baca tetep jangan lupa komen yah.

Iklan

9 thoughts on “[OneShot] Sorry Daddy

  1. Oy un mw nanya lgy widget thu paan sich?n gmN cra mkex…
    Mian y un qlow aq nanya mulu kya wartawan kota

    btw aq menanti klanjutan ff series unnie

    • widget itu… duh, gimana jelasinny yah? widget itu icon2 yg ada di side bar blog (contoh widgetku: gambar2 gif SNSD, tag).
      sori ya aku ga bisa bntu byk abis aku gaptek sih, hhe..

      ok deh^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s