ff: My Name is Yuri part 6

Title: My Name is Yuri part 6

Cast: Yuri – Hankyung – Hyoyeon – Heechul – Sooyoung – Tiffany

Genre: Romance

Rating: 13

“Aaah, dia benar-benar menyebalkan! Kenapa dia tidak mati saja di Jepang?” Hyoyeon kembali mengomel sepulang dari bandara. Siwon oppa beserta Sooyoung dan temannya mengantar kami pulang ke rumah kemudian setelah itu mereka pulang.

“Hei, jangan kelewatan begitu donk. Dia kan teman kita.”

“Teman? Siapa bilang nenek sihir seperti dia itu temanku? Kalau tidak ada Siwon oppa sudah kujambak rambutnya tadi!” geram Hyoyeon sambil mengepalkan tangannya.

“Sudah. Kau mau cepat tua karena marah-marah terus?” sindirku. “Mwo? Aku tua hanya gara-gara dia? Oh, no no no!” jawab Hyoyeon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku hanya bisa tertawa berkat bakat lucunya itu.

***

“Oppa. Oppa mau mengantarku ke kampus ya, ya..” pintaku.

“Kwon Yuri! Kenapa kau jadi manja seperti ini?” tanya oppa-ku.

“Ayolah oppa. ya? o?” rengekku lagi.

“Jiyoung-ah, sekali-kali kau antarkan lah dia ke kampus, kasihan kan kalau dia berangkat kuliah dengan bus setiap hari?” ujar omma.

“Makanya omma belikan dia mobil.” jawab Jiyoung oppa.

“Andwe! Adikmu tidak boleh menyetir., terlalu berbahaya!” sanggah appa.

“Dan aku boleh? Ahh, omma dan appa memang tidak sayang padaku.” Jiyoung oppa pura-pura  ngambek.

“Bukankah kalian sudah terlambat sekarang? Pergi lah atau nanti kalian akan terjebak macet.” ucap Appa.

“Ne.” jawab kami berdua.

Aku masuk ke dalam mobil dan buru-buru mengeluarkan tas make-up ku. “Kenapa tidak dandan dari rumah?” tanya Jiyoung oppa sambil menjalankan mobil. “Aku tidak sempat.” jawabku sekenanya. “Aigoo.. uri Yuri sudah besar ternyata.” katanya sambil mencubit pipiku.

“OPPA! Sakit!” protesku dan menepis tangannya yang masih menempel di pipi kiriku. “Aku sudah besar, bukan anak kecil lagi!” tegasku.

“Siapa sangkan kau tumbuh dengan cepat? Seingatku kau masih mengompol.” godanya lagi. “OPPA!” pukulku.

“Ahah.. mian Yuri-ah. Tapi kenapa pacarmu tidak jemput hari ini?”

“Pacarku? Siapa?”

“Siapa lagi? Choi Siwon… Pacar Yuri, Choi Siwon…” dia mengolok-olokku lagi.

“Oppa! Dia bukan pacarku tahu!” protesku.

“Iya iya. Kalau bukan pacar jangan nyolot donk.” goda Jiyoung oppa lagi. Ahh.. oppa ku yang satu ini memang benar-benar jahil.

Sekitar kurang lebih 1 jam akhirnya kami sampai juga di depan kampusku. “Kau buru-buru masuk san nanti telat.” ucap Jiyoung oppa.

“Ehm. Gumawo oppa.” Setelah mengantarku Jiyoung oppa langsung meluncur pergi menuju kampusnya. Ya, kampus kami memang tidak sama. Karena kakakku lebih pintar makanya dia mendapat kesempatan untuk berkuliah di universitas yang lebih bagus di bandingkan dengan universitasku.

Baru satu hari aku tidak datang ke kampus tetapi rasanya sudah lama sekali. Aku suka aroma lingkungan ini, hijau dan penuh bunga-bunga indah.

“Hankyung-ah, tunggu aku!” teriak seseorang, sepertinya dari belakang. Karena mendengar nama Hankyung aku menoleh ke belakang dan ternyata benar dalam jarak 2 meter Hankyung sudah ada di belakangku.

“Hankyung-ssi.” sapaku. Dia tersenyum dan menghampiriku. “Ayo kita ke kelas ama-sama.” ajaknya.

“Hankyung-ah!” teriak orang tadi. Aku menghentikan langkahku dan menatap Hankyung. ‘Dia temanku.” jawab Hankyung seolah dia bisa membaca pikiranku.

“YA! Kau jahat sekali.” ucap temannya tadi.

“Annyeonghaseyo.” aku juga menyapa temannya.

“Oh, annyeonghaseyo.” balasnya.

“Yuri-ssi, kenalkan ini temanku namanya Kim Heechul.”

“Kwon Yuri-imnida.”

“Kita seangkatan tapi hanya berbeda kelas.” ucap lelaki bernama Kim Heechul tadi, aku mengangguk.

“Kalau begitu kami ke kelas dulu.” pamitku padanya. “Ah, ne.”

“Maafkan temanku tadi, Yuri-ssi.” kata Hankyung setelah kami berpisah dengan Kim Heechul.

“Maaf? Maaf kenapa?” tanyaku heran.

“Dia orangnya agak aneh.” aku tertawa mendengar perkataan Hankyung.

“Bukannya kau juga sama? Pertama kali kau melihatku kau juga bersikap aneh, Hankyung-ssi.”

“Ah, benarkah?” dia menggaruk-garuk kepalanya.

Tidak terasa karena kejadian ini aku dan Hankyung bertambah akrab, bahkan kami sudah tidak menggunakan bahasa baku lagi dalam berbicara. Sudah lewat 1 bulan aku dan Hankyung, Heechul dan Hyoyeon selalu bersama di kampus. Memang benar, bergaul dengan orang yang seumur dengan kita memang benar-benar mengasyikan.

Tapi ada satu hal yang menurut Hyoyeon sangat mengganggu di kampus, Sooyoung dan temannya Tiffany juga menjadi mahasiswa di kampus kami. Bagaimana denganku? Aku tentu saja tidak keberatan, apalagi Tiffany adalah anak yang baik, aku rasa aku bisa berteman baik dengannya.

“Yuri-ah.” panggil Tiffany dari jauh sambil melambai-lambaikan tangannya padaku. Aku tersenyum melihatnya dan diapun berlari ke arah kami.

“Lihat dia, sok imut!” ucap Hyoyeon ketus.

“Ya.. Dia itu baik kok.” sangkalku.

“Baik? Huh, tunggu saja sebentar lagi dan dia akan berubah seperti temannya yang jangkung itu.”

“Dia siapa?” tanya Heechul yang duduk di sebelahku.

“Dia temanku dan dia baru datang dari Jepang.” jawabku, Heechul mengangguk tanda mengerti.

“Annyeonghaseyo.” sapa Tiffany dengan senyum manisnya.

“Annyeong.” jawab Heechul terlebih dulu. Aku melihat wajah Heechul yang berbinar melihat kehadiran Tiffany, lucu.

“Tiffany-imnida.”

“Tiffany, ini Hankyung dan Heechul. Mereka satu angkatan dengan kita.” aku mengenalkan mereka satu persatu pada Tiffany. “Oya, Sooyoung mana?”

“Sooyoung, entahlah. Tadi sih dia ada di belakangku tapi sepertinya dia mendapat.. kau tahu..”

“Apa?”

“Mudah-mudahan dia jatuh terus kakinya patah dan akhirnya dia jadi perawan tua.” timpal Hyoyeon tiba-tiba. Aku menyikut lengan Hyoyeon agar dia berhenti bicara yang tidak-tidak. “Apa?” protesnya.

“Bukan, bukan itu. Sooyoung.. aku rasa dia dapat banyak penggemar.”

“APA? Penggemar katamu? Mana ada orang waras yang suka padanya?” teriak Hyoyeon tidak percaya.

“Sooyoung itu siapa?” bisik Hankyung padaku.

“Teman kami juga.”

“Tapi tadi ada banyak laki-laki yang…”

“Hai everyone…” teriak seseorang. Kami semua menoleh dan terlihatlah Sooyoung dengan beberapa laki-laki di belakangnya.

“Fany-ah, sedang apa kau disini?” tanya Sooyoung.

“Aku datang kesini untuk menyapa Yuri dan teman-temannya.” jawab Tiffany.

“Teman? Orang seperti dia mana punya.. ooohh…” Sooyoung membentuk bibirnya menjadi huruf ‘o’.

“Siapa dia?” tanya Sooyoung antusias.

“Hankyung-imnida.”

“Waah, you’re totally my style.”

-TBC-

Wah, sebenernya ff  ini ga mau aku terusin tapi karena ada yang minta makanya aku bikin lanjutannya, tapi ga panjang-panjang karena ga tau mau nulis apaan. Mian kalo ff nya jelek.

Iklan

25 thoughts on “ff: My Name is Yuri part 6

  1. akhiiirrrnnnyyyaaa kkeeellluuuaaarrrr…..lanjuuuutttaaannnnnyyyaa lggiii yaaa!!!
    ak reader br tp dah byk ngoch..mianhae.

  2. Loh. .dian. .ini ad part 6.nya??
    Aku ubeg2 dblog ini n nemu..ini yg part 6 nya blm msk indeks series an,,. . .haha. .ayo2 segera d copas k indeks,biar ga ad yg telat bc n penasaran brkepanjangan soal part 6 seperti sy,,yg trnyata part 6 nya udh dbkin..==”!!(ini masukan y dian^^)

    y ampun,hyo. .haha. .sensi bgt dy ama soo,,hehe,,tp aku lucu ngbyangin omongan2ny hyo.

    Brarti cwo,yg wkt i2 ama yul i2,jiyoung yh??dsni oppany yul gt??tp,brarti jg bkn oppa kndung yh. .
    Kayanya soo naksir ama han yah. .trz hee suka ama tiff. .

    Penasaran. .ayo dong bkin part 7nya. .
    Smoga cepet dpt ide dh. . .
    Sukses slalu. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s