Nine Girls Nine Different Stories >> Yoona

 

Nine Girls Nine Different Stories

Chap: Faith

Yoona – Nichkhun

SNSD & 2pm Members

“Arrghh!” aku menghempaskan diriku ke kasur. Kepalaku pusing, terlalu banyak hal yang mengganggu pikiranku.

“Kenapa? Bertengkar lagi?” tanya Yuri onnie yang sedang membaca. Aku tidak menjawab pertanyaannya, toh tanpa kujawabpun dia sudah tahu.

“Hei, ada apa sih? Kau kelihatan… kacau.” tanyanya lagi. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku.

“Yoona-ah…” Yuri onnie duduk di ujung ranjangku. Aku bangit dan duduk menghadapnya.

“Hei, kau kenapa?” tanya Yuri onnie sambil mengelus rambutku. “Benar kalian bertengkar lagi?” Aku mengangguk.

“Kenapa? Masalahnya apa?”

“Seperti biasa onnie. Ya Tuhan… aku benar-benar lelah dengan hubungan ini.”

“Jadi dia tidak percaya padamu lagi?” aku kembali mengangguk.

“Aku sudah mencoba untuk menjelaskan padanya kalau aku dan Taecyeon oppa tidak ada apa-apanya, tapi dia tetap tidak percaya dan menuduhku yang tidak-tidak.” ujarku sambil berurai air mata.

“Yoona-ah…” Yuri onnie memelukku.

“Onnie, sekarang aku mau istirahat dulu. Aku mau menenangkan diriku.” kataku dan melepas pelukkannya.

“Kalau begitu sebaiknya kau tidur.” ucapnya sambil menyelimuti badanku.

“Good night Yoona.”

 

 

Keesokan paginya

Kepalaku terasa berat, mungkin karena semalam aku terlalu banyak menangis. Aku mencoba bangkit dari tempat tidurku dengan susah payah. Setelah berhasil berdiri, aku berjalan menuju cermin besar yang ada di dalam kamarku. Kulihat bayanganku disana dan benar kata Yuri onnie semalam, aku benar-benar kacau! Aku beralih berjalan ke kamar mandi dan langsung membasuh wajahku di wastafel. Setelah selesai, aku keluar kamar dan berjalan menuju dapur yang merupakan spot utama untuk kami di dorm ini.

Kulihat ruang makan sudah ramai, semua member sudah ada disana. Hyoyeon onnie tampil seperti biasa dengan celemek dan spatula nya. Aku menarik bangku yang ada disamping Sooyoung onnie yang sedang sibuk dengan makanannya. Melihatku sepertinya dia cukup kaget dan langsung menarik piring dengan nasi goreng yang menggunungnya jauh-jauh dariku.

“Ini jatahku ya, jangan di ambil. Aku sudah bersusuah payah membujuk Hyoyeon untuk melebihkan jatahku, kau ambil saja sendiri disana.” katanya dengan mimik tolong-jangan-ambil-makananku. Disaat-saat sulit bagiku seperti sekarang ini aku tetap tidak bisa memungkiri wajah Sooyoung onnie saat ini benar-benar lucu.

“Onnie, aku tidak akan mengambil makananmu.” jawabku pelan.

“Meskipun dia shiksin tapi tidak sepertimu!” timpal Hyoyeon onnie dan menyuguhkan seporsi nasi goreng untukku. “Porsimu aku lebihkan agar kalian tidak bertengkar.”

“Onnie aku sedang tidak nafsu makan.” kataku pelan. Semua kegiatan yang sedang berlangsung disana tiba-tiba berhenti sesaat. Mereka memandangku aneh.

“Apa yang barusan kau katakan?” Sooyoung onnie yang duduk di sebelahku bertanya.

“Ya! Ya! Jangan ganggu Yoona lagi! Dia.. dia sedang diet.” bela Yuri onnie.

“Yoona? Diet?” tanya Sica onnie. “Kalau begitu jatahmu untukku saja ya!” ucap Sica onnie cepat dan langsung mengembat jatah nasi gorengku.

“Hei! Kau mau kemana? Aku kan juga mau!” teriak Sunny onnie disusul Fany onnie. Seperti inilah kami, Nation Fairies yang rela mati demi sepiring nasi goreng.

“Yoona, sebaiknya kita kekeamar saja.” Yuri onnie buru-buru menarik tanganku masuk ke kamar. Setelah berada di dalam kamar, Yuri onnie duduk di sampingku.

“Apa kau masih tidak mau bercerita padaku apa yang terjadi semalam?”

Aku menghela nafas panjang sebelum bercerita padanya. Kutarik nafas dalam-dalam dan kuhembuskan perlahan. Aku mencoba tenang dan berusaha mengingat kejadian malam tadi.

 

-Flashback-

“Oppa!” panggilku ketika melihat Nichkhun oppa dari belakang. Dia membalikkan badannya ketika mendengar suaraku. Aku berusaha mempercepat langkahku. “Sudah lama menunggu? Mian aku terlambat aku tadi barusan… Oppa, kau kenapa?” tanyaku melihat wajahnya yang benar-benar beda dari biasanya. Dia menatapku dengan tatapan, aku tidak tahu, sedih, marah.

“Oppa..”

“Yoona-ah, kalau kau begini terus lama-lama aku lelah.” ucapnya pelan.

“Aku? Memangnya aku kenapa?”

“Kau, ya kau. Kau dan Taecyeon, Kau dan Seunggi hyung, kau dan semua fanboys-mu itu.” nada bicaranya mulai menaik.

“Oppa, bukannya ini sudah pernah kita bicarakan sebelumnya?”

“Iya aku tahu. Tapi kalau setiap hari aku harus melihat beritamu dengan mereka terutama dengan Taecyeon, jujur aku bingung mau percaya padamu atau pada media.” katanya dengan kepala tertunduk.

“Oppa..” aku menggenggam kedua tangannya dan menatap matanya, “..kau tidak perlu percaya pada mereka, yang kau perlukan hanya percaya padaku.”

“Tapi itu sulit Yoona.” dia melepaskan tangannya dari genggamanku. “Aku tidak bisa tenang dan berdiam diri melihat pacarku digosipkan dengan laki-laki lain.” kali ini kulihat matanya berkaca-kaca. “Aku tahu berpacaran denganmu butuh banyak resiko dan salah satunya ini, tapi jika aku harus menghadapi hal ini terus bagaimana mungkin aku bisa tahan!”

“Oppa..”

“Yoona-ah, mungkin lebih baik kalau kita..” dia terdiam sejenak, aku menunggu kata-kata selanjutnya.

“..kita tidak bertemu dulu beberapa waktu. Aku butuh waktu untuk menenangkan diriku dulu.”

“Maksud oppa putus?”

“Bukan, maksudku bukan itu. Tapi entah kalau kau maunya begitu.”

“Oppa!” aku meninggikan suaraku. “Aku mencintaimu Yoona.” dia mengecup bibirku  sebentar kemudian berbalik dan berjalan meninggalkanku, jauh… dan semakin jauh.

-Flashback end-

 

“Lalu maksudmu kalian berdua putus?” Yuri onnie terdengar shock. Tidak heran jika dia shock, 1 tahun lebih aku dan Khun oppa berhubungan tapi baru kali ini kami memiliki masalah serius.

“Molla.” jawabku lesu.

“Kalau begitu lebih baik sekaramg kau mandi saja dulu setelah itu kita pikirkan lagi bagaimana caranya supaya kesalahpahaman ini bisa diselesaikan, ok?” aku mengangguk dan memeluk Yuri onnie.

“Gumawo onnie.”

“Sekarang kau mandi, aku mau sarapan dulu. Jangan-jangan sisa nasi gorengku tadi sudah diembat Sooyoung.” mau tidak mau aku tersenyum geli mendengar kata-kata Yuri onnie.

 

Yuri’s POV

“Kalian sedang apa disini? Apa dari tadi kalian menguping?” tanyaku kaget melihat Taeyeon dan Sica sudah ada didepan pintu kamarku dengan posisi satu berdiri dan yang satunya lagi jongkok.

“A..annyi, kami tidak sedang menguping! Kami sedang…sedang.. membersihkan pintu!” jawab Sica gugup.

“Membersihkan pintu?” bisik Taeyeon pada Sica.

“Sudah..sudah. Kita keruang makan saja, ada yang mau aku rundingkan dengan kalian.” Taeyeon dan Sica mengikutiku dari belakang.

“Perhatian semuanya!” teriakku. Semuanya tidak ada yang menoleh. Hyoyeon dan Sunny sedang cuci piring, Fany dan Seohyun sedang mengobrol, dan Sooyoung? Ya Tuhan… dia sedang menghabiskan sisa nasi goreng yang ada di penggorengan, LAGI!”

“Biar aku saja.” Teyeon mengambil alih. “Anak-anak, kegiatan kita untuk minggu ini ditiadakan.” ucap Taeyeon pelan dan yang luar biasanya semuanya sekarang menoleh ke arah kami. “Wah, manjur.” bisik Sica.

“Gottcha! Sekarang semuanya berkumpul, ada yang mau Yuri bicarakan.” perintah Taeyeon. Seperti yang sudah diperintahkan semuanya beranjak mendekat meskipun beberapa dari mereka mengomel karena merasa telah dibohongi dan Sooyoung? Dia tetap cuek dan membawa penggorengan berisi nasi gorengnya itu.

Setelah semuanya lengkap, aku menceritakan pokok permasalahannya dan sama sepertiku semuanya nampak kaget termasuk Sooyoung yang dapadahal dari tadi tidak terlalu memperhatikan.

“Mereka bertengkar?” tanya Fany tidak percaya.

“aaa meea uus?” tanya Sooyoung dengan mulut penuhnya. Kami semua terdiam dan menatapnya heran. Sooyoung dengan susah payah menelan nasi gorengnya dan menjelaskan “apa mereka putus?”

“Ohh…” angguk kami semua. “Tidak, atau mungkin harus kukatakan belum. Jadi begini, aku punya rencana supaya mereka tidak bertengkar lagi..”

“Bagaimana kalau kita memanggil semua laki-laki yang digosipkan dengan Yoona untuk menjelaskan bahwa Yoona tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka ke Khun oppa?” potong Fany.

“Kau gila? Lalu membiarkan semakin banyak orang yang tahu bahwa mereka pacaran? Kemarin saja SuJu oppa-deul sudah tahu mengenai hal ini dengan mudahnya.” tolak Hyoyeon.

“Oppa-deul sudah tahu? Bagaimana bisa?” tanya Seohyun kaget.

“Ya, kau tebak saja sendiri. Salah satu diantara kita dengan gampangnya membocorkan masalah ini hanya demi semangkok ramen bikinan Wookie oppa.” jawabku. Semuanya menatap Sooyoung.

“Apa?” tanya Sooyoung dengan innocent nya.

“Sudahlah! Jadi rencanaku begini…”

 

Sementara itu di dorm 2pm

Author’s POV

 

“Aku menyukai Yuri tapi kenapa jadi aku yang terjebak di antara Khun dan Yoona?” Taecyeon menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Kalian juga sih pake acara punya couple ring segala!” simbat Wooyoung sambil lalu.

“Ya! Itu kan bukan couple ring kami!” sahut Taecyeon protes.

“Apa kau sudah lihat Khun hyung? Dia benar-benar K-A-C-A-U!” bisik Wooyoung serius. Taecyeon hanya diam merasa tidak enak. “Taecyeon-ah, apa tidak sebaiknya kau bicara saja padanya?” saran Wooyoung.

“Entahlah. Aku.. aku tidak berani.” jawab Taecyeon pelan.

Junsu berlari dari kamar menghampiri Wooyoung dan Taecyeon dengan semangat, “Ya! Ya! Aku baru dapat telefon drai Yuri katanya…”

“Yuri? Great!” ucap Taecyeon kecewa. Mengapa Yuri tidak pernah menelfonku? batin Taecyeon.

“Ternyata SNSD juga sudah tahu masalah Khun dan Yoona dan mereka berencana untuk mendamaikan mereka dan tentu saja untuk itu mereka memerlukan bantuan kita.” terang Junsu.

“Bantuan kita? Maksudnya?” tanya Wooyoung tidak mengerti.

“Mendekatlah, aku bisikkan pada kalian.” pinta Junsu. Taecyeon dan Wooyung mendekat dan “…kalau yang itu aku setuju!” ucap Taecyeon bersemangat.

“Ya imma! jangan teriak keras-keras!” pukul Junsu ke kepala Taecyeon.

“Hehe, mian.” Taecyeon cengengesan memamerkan gigi cemerlangnya.

“Kalau begitu kapan?” tanya Wooyoung serius.

“Malam ini juga. Kebetulan SNSD tidak ada schedule malam ini, sama seperti kita.” jawab Junsu tak kalah serius.

“Malam ini? Tapi kan ini jadwalnya kita ke gym.” keluh Taecyeon.

“Kau mau atau tidak? Kalau kau tidak mau sih aku dengan senang hati mau menggantikanmu.”

“Kau mau mati?” ancam Taecyeon pada Junsu.

“Ya! Aku ini hyung-mu tahu!” Junsu menjitak kepala Taecyeon walaupun karena itu dia harus menjinjit.

“Ok, malam ini!”

 

Malam harinya

“Khun hyung, ayo cepat!” teriak Wooyoung dari pintu depan. “Iya, tunggu sebentar.” sahut Nichkhun dari dalam.

“Sebenarnya kita mau pergi kemana sih?” tanya Nichkhun setelah berada di luar.

“Hari ini ita mau bertemu Taecyeon hyung dan pacar barunya, yah meskipun bukan benar-benar baru.” terang Wooyoung.

“Maksudmu Taecyeon punya pacar?” tanya Nichkhun kaget, Wooyoung mengangguk.

“Bagus! Baru saja bertengkar dan sekarang mereka sudah resmi berpacaran.” batin Nichkhun

 

Seperti yang telah direncanakan, para member 2PM dan SNSD akan bertemu di sebuah restoran yang telah sengaja mereka pesan khusus. Di sepanjang perjalanan Nickhun terlihat murung dan sama sekali tidak bersuara. Junho dan Chansung sudah berusaha mengajaknya ngobrol tetapi tetap saja hasilnya nihil.

Setelah kira-kira menempuh perjalanan selama 1 1/2 jam akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.

“Hei, mobil Taecyeon hyung sudah disini.” seru Junho menunjuk sebuah mobil yang sudah terparkir.

“Benar. Tapi mobil pacarnya belum ada, apa mereka pergi bersama?” terka Chansung.

“Bagus, benar-benar bagus.” batin Nichkhun.

“Ayo kita masuk saja!” ajak Wooyoung menarik tangan Nichkhun. Di pintu masuk sudah menunggu seorang pelayan yang mengantar mereka masuk ke dalam restoran. Ternyata di dalam sudah penuh dekorasi, terdapat banyak balon-balon berbentuk hati dan sebuah spanduk yang masih di gulung. Taecyeon yang sudah menunggu dari tadi tersenyum ketika melihat wajah teman-temannya.

“Ya, kenapa kalian lama sekali?” tanyanya dengan wajah bahagia.

“Terus, tersenyumlah di atas penderitaanku Ok Taecyeon.”

“Mana pacarmu hyung?” tanya Junho pura-pura tidak tahu.

“Sebentar lagi dia datang.” jawab Taecyeon sambil mengecek arloji-nya.

“Sebelah sini nona.” terdengar suara pelayan tadi. Semua member 2PM menoleh ke asal suara dan betapa kagetnya Nichkhun ketika melihat kedatangan Yoona.

“Apa? Jadi benar Yoon.. Yoona…”

“Khun oppa?” Yoona tak kalah kaget. Nichkhun tetap membeku dan masih bergulat dengan pikirannya sendiri. Di belakang Yoona menyusul member SNSD yang lain.

“Oppa.” panggil Tiffany riang ketika melihat para member 2PM.

“Oppa.” panggil Yuri yang ada di belakang dan setengah berlari ke arah mereka kemudian denga mengejutkannya dia langsung memeluk Taecyeon. Semua yang ada disana pura-pura terkejut kecuali Yoona dan Nichkhun yang benar-benar tidak mengerti dengan situasi ini.

“Oh, jadi ini pacarmu itu hyung? Wah, selamat ya…” ucap Wooyoung sambil sesekali melirik ke arah Yoona dan Nichkhun yang masih membeku.

“Hei Khun, Yoona-ah! Sekarang bukan hanya kalian berdua yang menjadi pasangan di 9PM.” seru Taecyeon. Yoona dan Nichkhun tidak terlalu memperhatikan apa yang dikatakan Taecyeon dan mereka tetap berdiri membatu.

“Lakukan sesuatu Nichkhun, ayo!”

“Ehm.. Yoona-ah, apa kau mau jalan-jalan di luar denganku sebentar?” ajak Nichkhun.

“Ehm.” jawab Yoona. Nichkhun berjalan keluar lebih dulu sedangkan Yoona mengikuti dari belakang. Mereka berjalan di taman belakang restoran tanpa ada pembicaraan sama sekali.

“Yoona-ah mianhae.” ucap Nichkhun tiba-tiba tanpa membalikkan badannya.

“Oppa..”

“Aku.. aku sudah tidak percaya padamu. Mianhae.” ucap Nichkhun lagi.

“Oppa.. aku..”

“Aku benar-benar bodoh.” Nichkhun membaikkan badannya dan langsung memeluk Yoona denga erat seakan dia takut gadi itu akan pergi lagi darinya.

“Oppa.”

“Kau mau kan memaafkanku?” tanya Nichkhun tanpa melepaskan tubuh Yoona. “Aku berjanji akan tetap mempercayaimu apapun yang terjadi, aku janji.”

“Oppa, kau benar-benar tidak marah padaku lagi?”

“Tidak, aku tidak akan marah padamu lagi.”

“Oppa, yang aku inginkan hanya 1 hal.”

“Apa itu?” Nichkhun melepaskan pelukannya dan menatap Yoona dalam-dalam.

“Aku hanya ingin kepercayaan darimu.”

“Aku janji, aku akan terus mempercayaimu apapun yang terjadi.” ucap Nichkhun dan kembali memeluk Yoona.

 

Tanpa mereka sadari, para member-member yang lain memperhatikan mereka dari jauh.

“Oooh.. so sweet..” koor para wanita.

“Aku harap Jay oppa ada disini.” gumam Sica

“Jadi kita bagaimana Yuri-ssi?” tanya Taecyeon pada Yuri yang berdiri disampingnya.

“Maksudmu?” tanya Yuri balik.

“Kelanjutan hubungan kita?” wajah Taecyeob berubah serius.

“There is no ‘us’ Taecyeon-ssi, lagi pula sudah ada lelaki yang kusukai.” jawab Yuri dan berbalik menjauhi Taecyeon.

“Siapa?” Taecyeon juga meninggalkan teman-temannya dan mengejar Yuri.

“Rahasia.”

“Ayolah, siapa?”

“Seseorang disini.”

“Siapa?”

“Seseorang dengan gigi yang banyak.” jawab Yuri dengan senyuman.

 

-end-

 

Iklan

21 thoughts on “Nine Girls Nine Different Stories >> Yoona

    • Gumawo ^^

      duuh, ff it ak blom tw kpn mo lnjutn. Sbnerny chap 6 udh jd stgh tp tb2 kehlngan ide d tgh jlan. Insya Allah ak trusn, tp kayany bwt skrg ak lbih fokus k oneshot.

  1. seseorang dg gigi yang bnyak??
    siapa tuh?

    di sini tetap sooyoung yg bkin ngakak..
    ampun dech lama2 pacaran ma penggorengan deh tu cwe hahaha

    pas tae ma sica nguping jga bkin ketawa..

    ayo q tunggu next story^^

    • siapa lagi lah onn kalo bukan Taecyeon. abis aku liat Yuri lbih cocok sm Taec sih, sm2 seksi berdua Cute sexi couple lah kalo aku namainny sndri.

      emg te2p Sooyoung sih yg ku bikin abis cm dia yg pribadiny aneh bih ajaib, he.. lama2 di abisa pcran ama penggorengan? bener bgt tuh onn!!

  2. annyeong 🙂
    new reader nih
    ffnya so sweet
    khun ma yoona emang cocok!
    yuri ma taecyeon? boleh jg tuh…q suka ff ini,apalagi pas bagian sooyoung
    dasar shikshin ckckckck -.-

  3. Koq,,komenku ga msk yh??hemm. .
    Okelah komen again. .

    Yoonkhun. .ehmm,,ku jg lbh sk pair ini dr pd yoontaech. .he,,

    ahh. .ngakak bgt sm ulah slh 1 sikshin i2,,
    sooyoung . .ehmm ney ank. .mesti pny suami yg jago masak ney. .
    Haha. .

    Sk sm part2ny yonyul..ehmm brasa careny yul k yoona. .

    Part,sica n taeng nguping jg sukses bkin ku ngakak. .haha. .
    Okelah..^^
    hemm,,ktinggalan bnyk ffmu ney. .

    • sama, aku juga krg sreg sama YoonTaec abis keliatan bgt mrka tuh terpaksa, kaya akting mrka mah, ga kaya KhunA, natural bgt apalg Khun brpa kali nyebut Yoong itu cewe idealny (smpe skrg malah)

      YoonYul jjang!
      lucu? makasih ya onn..

      jangan lupa buat baca2 yg lain y onn, itung2 bs ngehibur *week~~
      keke..

  4. Waahh, setuju sama hellen unnie! Sooyoung unnie bikin ngakak kekeke apalagi yg ngomong amburadul itu wahaha
    Huaa aku suka banget sama fanfic ini,dian unnie.. Buat oneshot khuna lagi, aku ga bosen baca fanfic ini padahal udah 2 kali dalam sehari *.*
    Aku juga suka banget sama yg oh my goddess ,entah udah berapa kali aku baca yg itu >.o<

  5. Waahh, setuju sama hellen unnie! Sooyoung unnie bikin ngakak kekeke apalagi yg ngomong amburadul itu wahaha
    Huaa aku suka banget sama fanfic ini,dian unnie.. Buat oneshot khuna lagi, aku ga bosen baca fanfic ini padahal udah 2 kali dalam sehari *.*
    Aku juga suka banget sama yg oh my goddess ,entah udah berapa kali aku baca yg itu >.o<
    hahaw

  6. Khuna jarang nih tapi aku suka keke~~
    aku baru tau Taecyeon sama yuri dari blogmu loh~

    Sooyoung unnie ku minta banget dicubit haha

    Khun oppa akhirnya mau percaya sama yoona. awas kalo jahat lagi ma Yoona entar aku jodohin Yoona sama kakakku (?)

  7. wah asiikk,,, terxta khunA bsa menyelesaikan mslahx trsebut semoga fanfic ini bnran trjdi pda mrka AMINNN,,,,,, minlnjtin dong ffx tntng yuri onnie dgn taecyeon oppa,, please !!! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s