Nine Girls Nine Different Stories >> Sooyoung

Title : Nine Girls Nine Different Stories

Chap: My First Love

Cast : Choi Sooyoung – SNSD Members

Genre : Romance

Rating : PG13

Author pov

“Anak-anak!!” teriak Taeyeon dari ruang tengah.

“Duuh, apa lagi sih dia?” terdengar suara Jessica dari kamar. “Kenapa sih?” omel Hyoyeon sambil memegang panci. “Aigooo, suaramu seperti kaleng rombeng!”  keluh Tiffany sambil memegang telinganya.

“Aaahh, kalian jangan banyak ngomong. Semuanya kesini dan tinggalkan pekerjaan kalian!” perintah Taeyeon. Semuanya menurut, Hyoyeon yang ada didapur langsung melepas celemek yang dipakainya, Tiffany menghampiri Taeyeon tapi tidak duduk didekatnya karena takut kalau-kalau Taeyeon mengeluarkan suaranya yang seperti ajhumma lagi. Jessica berjalan malas-malasan dari kamar, “aku kan baru mau tidur!” gumamnya.

“satu..dua..tiga..” Taeyeon menunjuk sambil menghitung satu persatu, “..empat termasuk aku. Yang lainnya mana?” tanyanya pada Hyoyeon. “Mana aku tahu.” Hyoyeon mengangkat bahunya.

“Soonkyu, Yuri, Sooyoung, Yoona, Johyun!!!” teriak Taeyeon lagi dan kali ini berkat hal tersebut sebuah jitakan mendarat dikepalanya. “Jangan pernah kau keluarkan suara itu lagi!” ancam Hyoyeon dan Sica. Taeyeon yang tadinya penuh dengan wibawa tiba-tiba berubah ketakutan.

“Arro..arro..” ucapnya menenangkan Hyoyeon dan Sica. Well, pasangan HyoSic memang terkenal dengan “kebrutalan” mereka, apalagi kalau Hyoyeon sudah bergabung.

“Ada apa onnie?” tanya Yoona diikuti Seohyun dari belakang.

“Yoona, kau panggilkan Sooyoung dan Sunny. Lalu Jo Hyun panggilkan Yuri. Cepat!” perintah Taeyeon tapi tidak berteriak.

Setelah kira-kira 5 menit, semua anggota SNSD sudah berkumpul dan sesuai kemauan Taeyeon mereka duduk melingkar.

“Kita mau ngapain sih? Main jelangkung?” tanya Yuri heran. *emang di Korea  ada yang begituan?

“Bukan. Minggu ini, 5-minutes-talk ditiadakan.” seru Taeyeon gembira namun sayangnya hanya dia yang terlihat senang.

“Yaahh, padahal aku sudah menyiapkan banyak sekali kesalahan Taeyeon yang ingin kubicarakan.” gumam Sooyoung.

“Baru saja aku ingin minta panci baru.” susul Hyoyeon.

“Aku juga mau giliran masakku ditiadakan.” sahut Jessica.

“Ya! Kalian ini aneh sekali sih? Baiklah, karena suasana hatiku sedang bagus bagaimana kalau kita main truth or dare?” usul Taeyeon. “Hah?”

“Iya, truth or dare. Otte?” tanya Taeyeon penuh harap. Member yang tadinya terlihat kecewa sekarang juga tertular semangat 45 Taeyeon.

“Ok, siapa takut!” tantang Sooyoung dan Yuri.

“Aku ikut!”  ujar Yoona. “Aku juga!” sahut Taeyeon dan Sunny.

“Ya, terserahlah kalian mau apa yang penting ini cepat selesai supaya aku bisa cepat-cepat tidur.” ucap Sica yang membuat semua orang terdiam. “Sica effect.” komen Sooyoung dan kembali ke permainan.

“Aku ambil botol dulu.” Hyoyeon berdiri dan berjalan ke dapur lalu kembali dengan sebuah botol.

“Siapa yang putar?”

“Aku saja!” kata Taeyeon. Dia memutar botol itu dan botolnya berhenti di Yoona.

“Aaah, kok aku sih?”

“Truth or dare?” tanya yang lain. “Ehmm… truth!”

“Ok. Kau lebih suka menyanyi atau drama?”

“Hei, mana ada pertanyaan seperti itu.” protes Yoona. “Ah, kau tinggal jawab saja!”

“Ehmm… aku suka dua-dua nya.”

“Aee, mana ada! Harus pilih salah satu donk!”

“Baiklah. Aku suka drama tapi aku lebih suka jadi penyanyi.” jawab Yoona jujur.

“Chinja?” Sunny mencoba meyakinkan. “Ehm.”Yoona mengangguk.

“Assa, ayo lanjut!” kali ini Yoona yang memutar botol dan botolpun berhenti di Sooyoung.

“Truth or dare?” tanya Yoona sambil memicingkan matanya.

“Kau kenapa?” tanya Sooyoung heran. “Aku kan ingin terlihat seperti detektif.”

“Aigoo…” Sooyoung dan yang lain menggelengkan kepala melihat kelakuan magnae yang aneh.

“Aku pilih truth.” jawab Sooyoung. “Kenapa dari tadi pilih truth sih?” protes Tiffany. Suka-suka author donk!

“Onnie! Siapa cinta pertama onnie?” tanya Yoona.

“Ya! Kenapa kau jadi bicarakan masalah cinta?” Sooyoung yang merasa dirugikan buru-buru protes.

“Sudah, ceritakan saja.” Yuri ikut mendukung Yoona.

“Jadi aku harus bercerita?” tanya Sooyoung, semuanya mengangguk.

“Kalau aku tidak mau?” tantangnya.

“Sebagai hukumannya malam ini kau tidak boleh makan.” tantang Hyoyeon balik.

“Heiii…”

“Mau cerita atau tidak?” Jessica juga ikut angkat bicara. Sooyoung mendesah lemas dan akhirnya menyerah, “baiklah, aku akan cerita.”

“Ehmm, cinta pertamaku ya?  Cinta pertamaku cukup menarik sebetulnya.”

“Menarik? Menarik bagaimana?” tanya Yuri penasaran.

“Hmm… mau kuceritakan atau tidak ya?” Sooyoung menggoda teman-temannya sambil memutar kedua bola matanya.

“YA! Jangan mempermainkan kami. Ingat, jatah makanmu terancm loh.” balas Hyoyeon.

“Heii…” protes Sooyoung tapi dia langsung menguasai dirinya kembali.

“Baiklah, aku akan cerita. Jadi kisah cintaku ini dimulai pada saat aku masih SMA.”

“SMA? Setelah debut atau sebelum debut?” tanya Sunny.

“Sebelum debut, tepatnya kira-kira setengah tahun setelah aku masuk sekolah.”

“Waah, muda-muda kau tetap genit ya.” Jessica berdecak kagum.

“Ya, chugulle?” ancam Sooyoung dan Jessica kembali menutup mulutnya rapat-rapat.

“Jadi waktu itu kalau tidak salah hari senin. Tentunya kalian tahu donk kalau hari senin kita berupacara di lapangan? (author ga tahu kebiasaan-kebiasaan anak Korea di sekolah, jadi kita bikin seakan-akan sama kaya di Indonesia aja ya).”

“iya…iya…” gumam lyang lain.

“Waktu itu karena aku berlatih hingga malam makanya aku bangun terlambat dan tentu saja terlambat datang ke sekolah. Karena terlambat jelas saja aku di hukum donk. Nah, pada saat itula haku bertemu dengannya.” terang Sooyoung panjang lebar.

“Kisah cinta onnie seperti di film-film saja.” timpal Seohyun.

“Itu lah kkata orang-orang, nothing is impossible.” jawab Sooyoung.

“Maksudnya apaan?” tanya Jessica setengah ngantuk.

“Maksudnya ga menutup kemungkinan kalau kisah cintanya Sooyoung itu sama seperti di film-film.” Taeyeon berusaha menjelaskan, Sica mengangguk-angguk. “Lanjutkan.” perintahnya.

“Jadi ketika aku di hukum, aku disuruh menunggu di ruangan guru dan kulihat ada seorang laki-laki disana. Kulihat dia duduk di bangku dengan kepala menunduk. Aku menghampirinya dan ikut duduk di sampingnya.”

“Kau menyapanya tidak?” tanya Yuri.

“Ehm.” Sooyung mengangguk. “Aku menyapanya dan bertanya kenapa dia di hukum. Dia bilang dia juga datang terlambat dan di suruh untuk menunggu di ruang guru.”

“Wah, kalian punya persamaan ya.” kagum Yoona, Sooyoung menggangguk bangga.

“Lalu, selanjutnya bagaimana lagi?” tanya Seohyun.

“Setelah itu…”

Flashback

“Kalian berdua!” panggil seorang guru dari luar. Sooyung dan laki-laki tadi langsung berdiri.

“Choi Sooyoung!” guru tadi langsung menjitak kepala Sooyoung.

“Aww.. sonsaeng-nim!” keluhnya.

“Apa? Sudah berapa kali kau telat dalam bulan, annyi, dalam minggu ini!” ucap guru tadi, Sooyoung hanya cemberut.

“Aigoo, entah mau jadi apa kau nantinya.” guru itu menggeleng-gelengkan kepalanya dan duduk di kursi menghadap mereka berdua.

“Dan kau, siapa namamu tadi?” tanya guru tadi pada lelaki di sebelah Sooyoung.

“Choi Kang Min sonsaeng-nim.” jawabnya sopan.

“Choi Kang Min? Kau ada hubungan kerabat dengannya?” sonsaeng-nim menunjuk Sooyoung, lelaki itu menggeleng.

“Untung saja tidak kalau iya itu tandanya kalian benar-benar bermasalah. Ya, Choi Sooyoung! Lihat caramu berseragam, kau pikir ini pasar?”

“Waeyo?” tanya Sooyoung tidak mengerti.

“Caramu berpakaian seperti preman pasar, kau tahu? Rapikan seragammu!” perintah sonsaeng-nim.

“Ne.” jawab Sooyoung.

“Kalian dihukum membersihkan toilet. Sebelum selesai kalian belum boleh masuk kelas. Mengerti?” perintah sonsaeng-nim.

“Sonsaeng-nim…” keluh Sooyoung. “Cepat!” bentak sonsaeng-nim membuat Sooyoung dan Kangmin cepat-cepat meninggalkan ruangan guru.

“Ah, chinja! Guru tua itu masih saja suka menghukumku!” Sooyoung mengomel-ngomel sendiri.

“Kau sering di hukum ya?” tanya Kangmin pada Sooyoung.

“Oh? Tidak juga. Kau?”

“Ini pertama kalinya aku dihukum.”

“Waaahh, murid baik-baik ternyata.” ucap Sooyoung sambil menepuk-nepuk pundak Kangmin.

“Siapa namamu tadi?”

“Aku? Choi Kang Min.”

“Ehm, etrnyata marga kita sama ya. Kalau aku Choi Sooyoung.” Sooyoung mengulurkan tangannya untuk berjabatan.

“Senang berkenalan denganmu. Kau kelas berapa?” tanya Kangmin. Mereka meneruskan perbincangan sambil berjalan.

“Aku? Aku kelas 1. Kau?”

“Aku kelas 2. Wah, jadi aku seniormu ya.” Sooyoung hanya mengangguk. “Kau..tidak mau…memanggilku oppa atau…sunbae?” tanya Kangmin lagi.

“Oppa? Kalau kau mau berteman denganku sebaiknya kau mau dipanggil nama saja, apalagi kita cuma beda 1 tahu kan? Lagipula aku lahir di awal tahun.” kali ini giliran Kangmin yang mengangguk-angguk tanda mengerti.

“Hei Sooyoung!” terdengar suara laki-laki memanggilnya. Sooyoung menoleh dan melambaikan tangannya.

“Kena hukum lagi?”

“Begitu lah. Kau mau kemana?” tanya Sooyoung.

“Aku mau ke kantin, bosan berada di kelas. Sudah dulu ya!” laki-laki itu kembali berjalan ke arah kantin.

“Ya Minhyuk-ah!” panggil Sooyoung lagi, lelaki yang bernama Minhyuk pun menoleh. “Jangan lupa makananku ya!”

“Oh.” lelaki tadi sekarang berlari meninggalkan Sooyoung dan Kangmin.

“Ayo jalan!” ajak Sooyoung tapi Kangmin malah berdiri membatu dan tidak bergerak 1 inci pun.

“Hei, ayo!”

“Ka..kau kenal orang tadi?” Kangmin menunjuk ke tempat Minhyuk berdiri tadi Sooyoung hanya menjawab dengan anggukan.

“Tapi dia kan senior yang menyeramkan di sekolah kita?”

“Lalu?”

“Di..dia benar temanmu?” Kangmin mencoba meyakinkan lagi. “Iya. Kenapa sih?” tanya Sooyoung yang sudah mulai terganggu.

“Waah, kau pasti menyeramkan.” Kangmin memundurkan badannya beberapa langkah ke belakang, memberikan pandangan kau-wanita-mengerikan pada Sooyoung.

“Heii, enak saja! Aku memang  berteman dengan mereka tapi aku tidak menyeramkan!” protes Sooyoung.

“Kecuali…” Sooyoung berjalan mendekati Kangmin dan merangkul bahunya. “…kalau kau macam-macam padaku.” Kangmin bergidik mendengar perkataan Sooyoung. Terlihat dari wajahnya dia benar-benar tegang.

“Hahahaa… Aku hanya bercanda kok! Ayo! Aku tidak mau berlama-lama berada di toilet.”

Flashback end

“Semenjak itu kalian jadi akrab?” tanya Sunny dan dijawab anggukan oleh Sooyoung.

“Semenjak saat itu kami jadi akrab dan karena itu juga aku lama-lama jadi menyukainya.” ucap Sooyoung dengan malu-malu.

“Awww….” koor gadis-gadis yang lain.

“So sweet…” ucap Fany dan Jessica serentak.

“Bisa tidak kau melompat ke bagian saat-saat kalian sednag pacaran saja? Aku sudah terlalu ngantuk untuk mendnegar prosesnya.” timpal Jessica yang membuat semua orang tiba-tiba diam *Sica effect*

“Ya! No! Diam saja!” Hyoyeon dan Sunny berusaha membekap mulut Jessica agar bisa diam.

“Siapa bilang kami pacaran?” tanya Sooyoung tiba-tiba.

“Hah?” yang lain tampak kaget.

“Jadi kalian tidak pacaran?” tanya Yoona.

“Annyi.” geleng Sooyoung. “Aku kan hanya bilang kalau dia cinta pertamaku saja.”

“Baiklah. Kalau begitu coba ceritakan kenapa kau bisa menyukainya.”

“Mungkin bagi kalian ini lucu tapi aku menyukainya karena kami benar-benar berbeda.”

“Berbeda? Maksudnya?”

“Ya, kalian tahu kan kepribadian ku yang sedikit…”

“Kasar.””

“Preman.”

“Suka seenaknya saja.” potong gadis-gadis yang lain.

“Ya, kalau kalian begini terus aku tidak akan cerita ya.” ancam Sooyoung dengan aura pembunuhnya. Ke delapan member yang tadinya cekikikan sekarang malah memilih diam dari pada mati sia-sia ditangan Sooyoung.

“Ya, bisa dikatakan agak sedikit kelaki-lakian lah.” lanjut Sooyoung.

“sedikit…” bisik Yoona pelan pada Seohyun sambil cengengesan.

“Ya, Im Yoona…”

“Arasso, mian…mian…”

“Dan kepribadiannya yang benar-benar berbeda 180 derajat dariku.”

“Maksudmu dia anak baik-baik dan penurut?”

“Ya begitulah.” jawab Sooyoung setuju.

“Apa dia tidak memiliki perasaan yang sama denganmu? Maksudku salah satu di antara kalian tidak ada yang mengungkapkan perasaan kalian?” tanya Yuri. Sooyoung tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya.

“Sebenarnya waktu itu aku hendak mengungkapkan perasaanku padanya.” ucap Sooyoung pelan.

“Wah, chinja?” tanya yang lain tidak percaya, maklum selama mereka mengenal Sooyoung belum pernah sekalipun mereka melihat sisi dari Sooyoung seperti  yang sednag diceritakannya.

“Iya. Bahkan aku pernah mencoba untuk mengubah sikap dan penampilanku untuk menjadi seperti yang ia suka.”

“Mengubah penampilan?” Sooyoung mengangguk. “Gadis yang ia sukai itu gadis yang lemah lembut dan feminim, dan kalian tahu hal itu sama sekali tidak ada dalam diriku.”

“Ya..ya..kami tahu..” jawab yang lain.

“Bisa kau ceritakan pada kami tentang kejadian itu?” pinta Tiffany.

“Waktu itu…”

Flashback

“Sooyoung-a, Choi Sooyung? Kau benar Choi Sooyoung kan?” tanya Kangmin pada Sooyoung.

“Jela.. ehm.. maksudku iya ini aku. Memangnya kenapa?” tanya Sooyoung berusaha mengubah suaranya menjadi pelan dan terdengar manis.

“Tidak, hari ini kau agak… berubah. Kau jadi terlihat lebih manis.” puji Kangmin yang membuat Sooyoung bisa tumbuh sayang dan terbang ke langit ketujuh.

“Gumawo.” jawab Sooyoung pelan.

“Oh ya, hari ini ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu. Kau bisa tidak datang ke taman biasa nanti sore?” pinta Kangmin.

“Taman? Nanti sore? Dia ingin menunjukkan sesuatu? Apa mungkin dia ingin…” ucap Sooyoung dalam hati.

“Hei..hei.. Sooyoung-a..” Kangmin melambai-lambaikan tangannya di depan muka Sooyoung karena gadis itu melamun.

“Oh?  Eh, i..iya.” Sooyoung jadi gugup karena malu.

“Jadi kau bisa kan? Aku benar-benar berharap kau bisa.” pinta Kangmin.

“Aku…”

“Apa kau ada latihan hari ini? Jadwalmu penuh?” tanya Kangmin lagi.

“Latihan? Sebenarnya sih ada tapi aku bisa minta tolong Hyoyeon untuk mengizinkanku.” batin Sooyoung lagi.

“A..annyi.. Aku tidak ada jadwal hari ini, ai’em prii.” jawab Sooyoung.

“Hahaa.. Kalau begitu terima kasih ya. Jangan lupa datang jam setengah 4 nanti, arrachi?”

“Oh, arasso.”

“Sooyoung-ah.” panggil Kangmin lagi ketika dia sudah jauh. “Bahasa Inggrismu hancur sekali.” ejeknya. Biasanya Sooyoung akan mengejar dan membalas orang yang sudah berani mengejeknya tapi untuk yang satu ini… well, ada pengecualian.

Sore ini, aku harus mengatakan perasaanku padanya!

Jam setengah 4 sore, taman.

“Kangmin-ah..” panggil Sooyoung dari jauh sambil berlari.

“Sooyoung-ah…” Kangmin terdiammelihat Sooyoung. Dia amat manis. Sore ini Sooyoung mengenakan rok putih dipadukan dengan t-shirt berwarna pink dan itdak ketinggalan kaus kaki tinggi se-lutut serta syal putih melingkar di lehernya.

“Maaf aku terlambat.”

“Sooyung-ah, kau…”

“Aku? Kenapa? Aku terlihat konyol ya?” tanya Sooyoung cemas sambil mengecek kembali pakaian yang melekat di tubuhnya.

“Tidak, tidak, bukan itu. Kau hanya terlihat.. manis.” Wajah Sooyoung memerah ketika Kangmin memujinya seperti itu.

“Ayo duduk.” Kangmin mempersilahkan Sooyoung untuk duduk di sampingnya.

“Sebenarnya ada apa kau mengajakku ke sini?” tanya Sooyoung.

“Aku ingin mengatakan sekaligus menunjukkan sesuatu padamu.” jawab Kangmin.

“Apa?”

“Sesuatu. Sesuatu yang amat spesial.” jawab Kangmin lagi, dia tersenyum begitu manis.

Apa kau memiliki perasaan yang sama denganku, Kangmin-ah?

“Sesuatu? Apa?” tanya Sooyoung dengan hati yang berdebar-debar.

“Kangmin oppa.” panggil seseorang dari jauh.

“Oh? Eunju-ah.” balas Kangmin. “dia yang mau kutunjukkan padamu.” terang Kangmin sambil menunjuk gadis yang bernama Eunju tadi. Dia berdiri dan berlari menghampiri gadis itu. Mereka berdua tersenyum dan berjalan menghampiri Sooyoung sambil berpegangan tangan.

“Sooyoung-ah kenalkan, dia ini Kim Eunju. Dia ini pacarku.” kata Kangmin.

“Annyeonghaseyo. Eunju-imnida.” gadis yang bernama Eunju itu memberi salam serta menunduk pada Sooyoung.

Gadis ini sangat cantik. Jadi..yang mau kau tunjukkan itu…

Flashback end

“Jadi maksudmu dia sudah memiliki pacar?” tanya Taeyeon setengah tidak percaya. Sooyoung mengangguk.

“Sebelum kau sempat mengungkapkan perasaanmu padanya?” susul Jessica yang sekarang sudah hilang kantuknya setelah mendengar kisah sedih di hari minggu nya Sooyoung.

“Tapi aku cukup bersyukur dengan kejadian itu.”

“Kenapa?”

“Karena akalu aku mengungkapkan perasaanku sementara dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku tentu saja hubungan kami akan menjadi canggung dan aneh.”

“Benar juga sih.”

“Dan kami tidak akan bisa berteman sampai sekarang.” tambah Sooyoung.

“Jadi kalian masih terus berteman sampai sekarang?”

“Tentu saja. Kalian pikir setelah itu aku akan meninggalkannya dan memecatnya menjadi temanku?”

“Ya, begitu lah…”

“Kau jangan sedih ya, sekarangkan kau sudah memiliki kami sebagai saudaramu.” Taeyeon memeluk Sooyoung.

“Heii, kalian membuatku benar-benar terlihat menyedihkan tahu?” protes Sooyoung. Yang lain tertawa dan ikut-ikut memeluk Sooyoung seperti yang dilakukan Taeyeon.

“Sooyoung-ah saranghae.” ujar member-member yang lain.

“Anak-anak, na do saranghae.” ucapnya sambil tetap berpelukan.

TENG…TENG…TENG…TENG…

Jam dinding di ruang tengah berbunyi menandakan sudah pukul 12 malam.

“Sudah jam 12. Ayo semuanya tidur. TIDUR…” Taeyeon kembali berteriak. Bagai anak ayam yang digiring oleh induknya, kedelapan member yang lain menurut dan berjalan ke kamar mereka masing-masing.

“Taeyeon-ah..” panggil Sooyoung ketika hendak masuk kamar.

“Apa?” tanya Taeyeon lembut.

“Gumawo.” ucap Sooyoung tulus.

“Ehm. Istirahat yang cukup ya. Semoga mimpimu indah.” Taeyeon membalas dengan sebuah pelukan.

Meskipun aku tidak memiliki lelaki yang mencintai dan aku cintai, setidaknya aku memiliki saudara-saudara yang peduli dan tentu saja cinta padaku, ya meskipun mereka semua agak aneh.

“Kangmin-ah, saranghae.” gumam Sooyoung sebelum tidur kemudian menutup matanya sambil tersenyum.

-The end-

Bagi yang udah baca, jangan lupa komen ya. ^^

Iklan

14 thoughts on “Nine Girls Nine Different Stories >> Sooyoung

  1. Preman2 jga bsa jadi feminin kalo nyangkut masalah cinta. Ditunggu lanjutanx…. Ga sabar ma Taeyeon, Fany ma Yoona.

  2. oh preman Soo, how sweet are you .. ^^
    Choi Kang Min itu OC kan thor ?? Hehe
    Statement Soo fav. Ku : “Meskipun aku tidak memiliki lelaki yang mencintai
    dan aku cintai, setidaknya aku memiliki saudara-
    saudara yang peduli dan tentu saja cinta padaku, ya meskipun mereka semua agak aneh”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s