ff: Beautiful Friendship part 4

Title : Beautiful Friendship

Chap: Let’s Play

Cast :

Major –>

1. Luna Park

2. Krystal Jung

3. Mir

4. Eli Kim

Minor–>

1. Wooyoung

2. Jinwoon

3. Jonghyun

Genre : Friendship

Rating : PG13

Author POV

Teng…teng…teng…

Bel sekolah berbunyi 3 kali, itu tanda sekolah usai. Luna memasukkan peralatan sekolahnya ke dalam tas Channel merahnya.

“Ayo pulang!” ajak Krystal yang sudah berdiri.

“Ehm.” angguknya singkat lalu berjalan bersama Krystal meninggalkan kelas.

“Sunyeong-a, Soojeong-a, kalian mau kemana?” teriak anak laki-laki berambut merah dari belakang.

“Mau pulang, wae?” jawab Krystal.

“Aee, masa langsung pulang sih? Kita main bowling dulu yuk!” ajak anak laki-laki yang satunya.

“Bowling?” teriak Krystal semangat. “Luna, kita pergi yaaa…” rengeknya. Luna nampak berpikir kemudian mengangguk. Ke-empat anak-anak tadi berjalan keluar gedung sekolah. “Kalian tunggu disini dulu biar aku ambil mobil sebentar ya.” pinta Eli kemudian pergi berjalan ke parkiran.

“Memangnya Eli sudah dapat SIM?” tanya Krystal pada temannya.

“Iya.” jawab Mir singkat.

“Tapi kita kan baru 18 tahun.”

“Aigoo, kau seperti tidak tahu Eli saja.” ucap Mir gemas sambil mengacak-acak rambut Krystal.

“Aku tidak ikut.” jawab Luna singkat.

“Loh? Kok tidak ikut?” tanya Krystal.

“Aku mau langsung pulang, ngantuk.” Luna beralasan.

“Ehm, ya sudah kalau begitu aku juga tidak ikut.” Krystal juga memutuskan untuk tidak pergi.

“Jangan..jangan.. Kau pergi saja. Lagian aku mau pergi kesuatu tempat dulu.” elak Luna.

“Kenapa?” Eli yang baru saja keluar dari mobil BMW silver nya.

“Ini, Luna bilang dia tidak mau ikut.” adu Krystal padanya. “Kenapa?” tanya Eli.

“Aku mau pergi, ada urusan.”

“Kau mau kemana sih? Tidak biasanya?” Eli menatap Luna dengan tatapan curiga.

“Kau tidak perlu tahu aku mau kemana.”

“Mau aku temani?” tanya Mir, Luna menggeleng dan memberi sinyal kepada Mir lewat delikan matanya. Mir mengangguk tanda mengerti.

“Ya sudah, kita bertiga saja yang pergi. Ayo!” Mir mendorong tubuh Krystal untuk masuk ke dalam mobil dan mengedipkan sebelah matanya pada Luna. “Good Luck.” bisiknya.

Luna memperhatikan mobil yang ditumpangi ketiga sahabatnya itu melaju kencang menjauhi dirinya. Perlahan sebuah senyum tersirat diwajahnya, senyum yang tidak biasa. “Let’s Play!” gumam Luna.

Luna’s POV

Aku menyusuri koridor sekolah yang sudah sepi. Tentunya jam segini sudah tidak banyak lagi murid-murid yang berkeliaran di sekolah. Mereka lebih memilih duduk-duduk di cafe mewah atau bahkan pergi ke mall untuk berbelanja. Dasar sampah! Tapi untungnya ada beberapa orang yang tidak cukup bodoh untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna seperti itu, namun sayangnya mereka jug atidak cukup pintar untuk ukuran manusia.

Aku terus berjalan menuju ruangan di ujung koridor dimana manusia-manusia bodoh itu berkumpul. Setelah kira-kira tinggal 1 meter jarakku dari ruangan itu, aku mengambil sebuah botol kecil dari tasku dan meletakkannya di kantong jaketku agar mudah diambil. Aku kembali berjalan mendekat. Ku dekatkan wajahku ke jendela dan kulihat tiga orang laki-laki sedang menikmati makan siang mereka sambil bersenda gurau.

Tanpa ragu-ragu aku masuk ke dalam ruangan itu tanpa mengetuk terlebih dahulu, dan melihat reaksi mereka sepertinya mereka agak sedikit…takut.

“Lu..Luna? Mau, ah, sedang apa kau disini?” tanya laki-laki yang ku tahu namanya Wooyoung itu dengan suaranya yang bergetar, dasar pengecut.

“Wae? Apa aku tidak boleh ada disini?” tanyaku pelan dan berusaha semanis mungkin.

“I..ini ruangan khusus F4, kau tidak seharusnya disini.” ucap laki-laki yang berambut setengah cokelat dan setengah blonde, kalau tidak salah namanya Jonghyun atau siapalah.

“Kalau kau mencari Onew, dia sudah pulang duluan.” tambah laki-laki yang bertubuh besar.

“Onew? Siapa bilang aku mencari Onew? Aku kesini…” aku berjalan mendekati kursi kosong yang ada ditengah, kulihat ada nama Onew disana.

“…aku kesini untuk bertemu kalian.” lanjutku.

“Berte..mu kami?” tanya mereka serentak.

“Iya.” aku menjawab sambil mengengguk.

“Untuk apa?” tanya Wooyoung.

“Aku hanya ingin berterima kasih saja. Terutama padamu.” tunjukku pada Wooyoung.

“Berterima kasih? Dalam rangka apa?” tanya Jonghyun.

” Karena kalian hari ini sudah membantuku.”

“Membantu? Kau bicara apa sih?” tanya Wooyoung lagi.

“Aku ingin berterima kasih karena kau sudah mengatai Krystal miskin tadi siang.”

“Hah? Loh, bukannya tadi siang kau benar-benar marah padaku?”Wooyoung menggaruk-garuk kepalanya sekarang.

“Bagaimana aku menjelaskannya ya? Sebenarnya itu tadi hanya akting saja, kau tahu?”

“Akting?” kata mereka bertiga serentak.

“Kau tahu, itu hanya aktingku di depan Jinki saja agar aku terlihat baik di depannya.” jawabku sambil bangkit berdiri. Ku pastikan mereka sekarang sednag sibuk mengawasiku dan tidak melihat ke arah yang lain. Perlahan, ku keluarkan botol kecil yang ada di jaketku dan menggenggamnya erat.

“Kau tahu, aku lelah bermain dengan orang miskin sepertinya…” aku berjalan mendekati Wooyoung. “…dan aku sangat senang ketika kau mengatainya tadi.” aku menatap mata Wooyoung tanpa berkedip dan memasukkan sedikit bubuk yang ada dibotol tadi ke dalam makanannya. Dia begitu serius sehingga aku yakin dia tidak menyadari apa yang kulakukan.

“Dan kalian tahu…” kali ini aku berjalan ke meja laki-laki bertubuh besar, kulihat name tag nya bertuliskan Jung Jinwoon, “…dia itu sangat menyusahkanku.” kulakukan hal yang sama seperti yang kulakukan pada Wooyoung dan sepertinya dia juga tidak menyadarinya.

“Aku di jauhkan oleh semua gadis-gadis disini, mereka tidak mau berteman denganku.” kataku ketika tiba di meja Jonghyun. “Tidakkah menurutmu itu menjengkelkan? Apalagi dia selalu menempel padaku dan Mir.” ku lakukan kembali hal yang sama dan seperti kedua temannya yang bodoh tadi, dia juga sibuk memperhatikan wajahku dengan serius.

“Lau bagaimana dengan si model itu?” tanya Jinwoon dari belakang.

“Oh, com’mon. Dia bukan keturunan orang kaya, hanya model yang sewaktu-waktu bisa hancur karirnya. Dan kuharap itu akan terjadi, well semakin cepat semakin baik.” aku memberikan senyuman licik yang tentu saja mereka sukai.

“Haha, ini baru Park Sunyeong.” mereka tertawa keras bersama. Aku kembali memberikan senyum ‘setan’ ku pada mereka.

“Ya sudah, aku hanya ingin mengucapkan itu saja. Terima kasih ya.” aku berjalan keluar ruangan.

“Hei, kau mau kemana?” tanya Wooyoung setengah berteriak.

“Aku mau pulang dulu. Kapan-kapan kita bermain lagi ya.” aku tersenyum manis pada mereka.

“Ok.” jawab mereka kompak.

“Don’t forget, enjoy the meal.” pesanku pada mereka. Mereka tersenyum bodoh sambil melambaikan kedua tangan mereka padaku.

Aku tersenyum sekali lagi dan berjalan meninggalkan ruangan itu.

“Kita tunggu besok, apa masih bisa kalian bersikap sombong seperti biasanya.”

Anyeong readers. Lama banget chap 4 nya nyusul. Sebenrnya sempet niat buat ga ngelanjutin ff ini tapi berhubung ff ini ada yang ngikutin makanya aku semangat lagi buat nulis lanjutannya. semoga ga mengecewakan ya.

Iklan

9 thoughts on “ff: Beautiful Friendship part 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s