ff:The Real of Me part 6

Title: The Real of Me part 6

Cast – main: SHINee Key, Song Yoo Jin (reader)

minor: SHINee members

Genre: Romance

Rating: T

Yoojin POV

Aku mempercepat langkahku agar lebih cepat sampai ke kelas. Di sepanjang koridor semua orang menatapku dan tatapan mereka… Aku tidak tahu. Mereka terlihat benci dan marah kemudian setelah aku berlalu mereka akan saling berbisik dan hal itu membuatku tidak nyaman.

Ketika sudah berada di depan kelas buru-buru ku buka pintunya dan setengah berlari aku masuk. Ku lihat teman sebangkuku sudah datang dan seperti biasa sedang memainkan laptop nya.

“Annyeong.” aku menyapa duluan.

“Oh, Yoojin-ah. Kau baru sampai?”

“Iya. Ji Yeon-a, apa ada yang aneh denganku?” tanyaku padanya. Siapa tahu semua orang-orang tadi menatapku karena memang ada yang aneh.

“annyi.” dia menggeleng kemudian mengalihkan pandangannya lagi ke layar laptop nya.

“Aneh.. kenapa semua orang menatapku…”

“Ya Yoojin-ah. Lihat-lihat!!” Jiyeon tiba-tiba berteriak kencang dan menepuk-nepuk pundakku.

“Aduh..aduh.. sakit! Kau ini apa-apaan sih?” aku menyingkirkan tangannya yang bersarang di pundakku.

“Waahhh…” dia membuka mulutnya dengan lebar sambil mendekatkan wajahnya ke monitor.

“Hey, matamu rusak nanti! Ada apa sih?” Dia mengarahkan jari telunjuknya ke layar sambil memberikan tatapan kau-lihat-saja-sendiri. Karena penasarn, aku ubah sedikit posisi laptop itu dan kulihat hal apa yang membuat Jiyeon terkejut.

Oh My God!

Ingin rasanya aku jatuh pingsan. Ini..bagaimana mungkin ini bisa..bisa ada disini?

“Ini..benar..kau?” ucap Jiyeon terbata. Aku mengangguk tanpa menoleh.

“Benar ini kau?” ulangnya lagi. “eotekkeh??” terdengar kepanikan dari suara Jiyeon.

Pantas aja semua orang memperlakukanku dengan aneh hari ini. Tapi bagaimana mungkin ini bisa…ini tidak mungkin terjadi. Bukankah fans tidak diperbolehkan masuk ke backstage? Bagaimana bisa fotoku dan Onew bisa ada disini?

“Kau..bersama Onew? SHINee Onew?” tanya Jiyeon tidak percaya.

BRAK!!

“Bukan cuma Onew, tapi juga Key!” teriak seseorang. Dengan cepat aku menoleh ke sumber suara tadi. Kulihat ada 5 orang siswi yang berdiri di depan pintu dengan tangan terlipat di perut mereka.

“Mau apa sih?” tanya Jiyeon berdiri.

“Kami tidak ada urusannya denganmu tapi dengan DIA!” orang yang paling depan menunjukku.

“Si..siapa kalian?” tanyaku pelan.

“Awww… sepertinya dia sudah ketakutan.” cibir salah satu temannya yang berdiri di belakangnya. Orang yang menunjukku tadi berjalan perlahan mengahampiriku dengan senyum kecut di wajahnya.

“Kami? Kua belum tahu siapa kami ya? Well, it’s not really important to know who are we but just for your information we’re SHINing Girls. Have you heard about that?” ujarnya tepat di depan telingaku. Aku menggeleng pelan kemudian dengan kasarnya dia menjambak rambutku.

“Aw… sakit. Lepas.”

“Hei, kalian ini mau apa?” teriak Jiyeon dari samping. Sempat terlihat olehku teman-temannya yang lain sepertinya ‘mengambil alih’ Jiyeon.

“Sakit? Kasihan sekali kau.” dia mengelus pipiku dengan tangannya yang lain.

“Kalau kau tidak mau sakit, seharusnya kau pikir-pikir dulu sebelum melakukan sesuatu.” dia menjambak rambutku lebih kencang. Kepalaku pusing karena jambakkannya dan matakupun berkunang-kunang.

“Tolong lepas.” aku memohon sambil menangis.

“Haha.. Girls, did you hear that?” semua temannya yang lain menyahut dengan tertawa. 5 lawan 2, jelas kami yang kalah. Semua murid belum datang, hanya ada kami berdua disini.

“Bagaimana ini? Apa kita seret saja dia ke gudang?” tanya temannya yang sedang berhadapan dengan Jiyeon.

“Gudang?” dia memutar-mutar matanya nampak sedang berfikir. “Boleh juga.” ucapnya sambil menyeringai padaku.

“Ayo bawa mereka!” perintah perempuan yang menjambak rambutku. Tanpa melonggarkan jambakkannya sedikitpun, dia menyeretku keluar kelas. Kulihat Jiyeon juga ikut ditarik-tarik. Kepalaku  pusing, perlahan air mataku mengalir.

“Please, let me go.” pintaku.

“Oh, let you go? NEVER!” jawabnya tanpa melirikku sedikitpun.

Di jalan semua murid hanya memperhatikan kami. Entah mengapa tidak ada satupun yang berusaha untuk menolong. Sepertinya semua orang takut pada gadis-gadis ini.

“Buka pintunya!” perintahnya ketika kami tiba di depan gudang. Seorang gadis berambut panjang mengangguk dan membuka pintu tadi. Setelah pintunya di buka didorongnya kepalaku ke dalam gudang sehingga aku terjungkal.

“Ups, sorry.” dia  tersenyum meremehkan. “Temannya juga dibawa masuk?” tanya perempuan berambut sebahu.

“Tidak usah, cukup aku dan dia yang ada disini.” tunjuknya. Aku sudah pasrah dengan apapun yang akan mereka lakukan padaku. Menyiksaku? Memukulku? entahlah, aku tidak tahu.

Perempuan berambut sebahu tadi kembali keluar dan menutup pintu gudang kemudian tinggalah aku dan dia.

“Kau tahu kenapa kau dibawa kesini?” tanyanya sambil berjalan mendekatiku. Aku menggeleng pelan dan sedikit memundurkan badanku kebelakang.

“No molla? Apa kau takut?” tanyanya lagi. Aku hanya diam.

“Aku tanya apa kau takut?” ulangnya lagi dan aku masih diam.

“AKU TANYA APA KAU TAKUT?” kali ini dia teriak. Aku menutup mataku mendengar teriakannya.

“Kau. Song Yoo Jin. Nyalimu besar juga ya.” dia berdecak.

“Maumu apa?” tanyaku pelan.

“Mauku? ehm.. apa ya?”

“Sebenarnya salahku padamu apa?” kali ini kunaikkan nada suaraku.

“Ehm? Salahmu? Jadi kau tidak tahu salahmu apa?” tanyanya. Dia mengeluarkan handphone-nya, memainkannya sebentar kemudian menunjukkannya padaku.

“Kau lihat ini?” dia mendekatkan handphone-nya ke wajahku. Foto ini lagi? Foto aku sedang berjalan berdua dengan Onew dan yang satunya lagi? Ya Tuhan, itu foto saat Key memegang kedua pundakku! Aku menjerit kecil sambil menutup mulutku.

“Jadi sekarang kau sudah tahu?” tatapnya tajam. Aku memberanikan diri balas menatapnya.

“Kau sudah membuat satu kesalahan besar, kau tahu itu?”

“a..ak..aku…” nafasku mulai sesak dan kepalaku pusing.

“a..aku.. AKU APA?!” bentaknya lagi.

PLAK!

Kali ini dia menampar pipiku dengan keras. Jangan pernah kau dekati mereka lagi KALAU TIDAK..” dia kembali memberikan senyuman menakutkannya, “..kalau tidak kau bisa tanggung sendiri akibatnya.”

“Hei So Hee!” panggil salah satu temannya.

“Apa?” tanya gadis yang ternyata bernama So Hee tadi. Temannya membisikkan sesuatu pada gadis itu lalu tidak lama kemudian gadis bernama Sohee itu tersenyum lebar.

“Ide yang sangat bagus Sooyeon.” Gadis bernama Sohee itu berjalan menghampiriku sedangkan temannya yang tadi tetap berdiri di tempatnya.

“Kau tahu, aku bisa saja mengampunimu dan melepaskanmu.” katanya. Aku masih terdiam dan berusaha mencerna kata-katanya barusan.

“Aku bisa saja melepaskanmu asal…” dia berhenti sebentar kemudian menyeringai seram tepat di depan wajahku. “…asal kau mau memenuhi syaratku. Kau mau?”

“sya..rat?” tanyaku pelan.

“Iya syarat.” dia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan membisikkan sesuatu ke telinga ku.

***

Key pov

“Hyuuuunnngggg…..”aku langsung berteriak  ketika masuk ke dalam dorm.

“Apa sih?” balas Jonghyun hyung teriak.

“Hyung, gawat hyung. GAWAT!” teriakku sambil mengguncang tubuh Jonghyun hyung.

“Lepas! Ada apaan sih?”

“Ayo hyung!” aku menariknya ke ruang baca dan langsung menghidupkan komputer. Ku buka berita yang tadi kulihat dan kutunjukkan langsung kepadanya.

“Onew hyung? Bersama perempuan? Kok bisa?” Jonghyun hyung berteriak tak kalah keras.

“Bodoh! Ini Yoojin!” kupukul kepalanya karena kesal dengan kebodohannya.

“Yoojin? Yoojin siapa?” dia mengelus-elus kepalanya yang kupukul tadi.

PLETAK!

“Itu Yoojin yang kemarin!”

“Hei, sakit tau! Aku juga tahu itu Yoojin yang kemarin. Dan ini fotomu? Waah, kenapa kalian ada sedangkan aku tidak?”

“Hyung, ini gawat! BAHAYA!”

“Bahaya kenapa sih?”

“Yoojin hyung! Bisa-bisa Shawol menyerang Yoojin setelah mereka melihat ini.”

Juliette ohh
Yung ho neul ba chil ggeh yo
Juliette oh…

Kuraih dengan cepat hp dari kantong celanaku. Kulihat nama Yoojin tertera di screen hp.

“Hyung, ini Yoojin.”

“Ya sudah cepat kau angkat.” aku mengangguk dan langsung menekan tombol angkat.

“Yeobseyo? Yoojin-ah.”

“Ye..obse..yo.. Kibum-ssi.”

I’m baacckk!!!

Setelah sekian lama ga update (mian author lagi lebay) akhirnya aku bisa post ff ini. Baru satu sih tapi yang lainnya bakalan nyusul. Kalo udah baca jangan lupa komen ya.. Maaf kalo tulisannya jelek. ^^

Iklan

9 thoughts on “ff:The Real of Me part 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s