ff: Beautiful Friendship part 3

Title : Beautiful Friendship

Chap: My Beautiful Smile (?)

Cast :

Major –>

1. Luna Park

2. Krystal Jung

3. Mir

4. Eli Kim

Minor–>

1. Onew

2. Wooyoung

Genre : Friendship – Romance

Rating : PG13

Sementara itu di luar

“Lihat dia? Kalau saja dia bukan tunanganmu sudah kupukul dia tadi.” geram Jiwoon.

“Terserah padamu saja, itu urusan kalian.” jawab Onew singkat.

“Kalian berdua ini sama saja ya.” Wooyoung juga ikut menggeleng.

“Iya, seperti mayat hidup.” sambung Jonghyun.

“Terserah lah.” ucap onew sambil lalu dan pergi meninggalkan teman-temannya.

“Kalau mereka berdua menikah, kira-kira rumah tangganya akan seperti apa ya?” tanya Wooyoung sambil mengkhayal.

“Yang jelas mereka tidak akan pernah bertengkar.” ejek Jonghyun.

“Hahahaa…” mereka bertiga tertawa keras dan berjalan meninggalkan kantin.

Onew pov

“Kenapa dia jadi seperti itu? Untung saja tadi dia tidak apa-apa.” batinku.

Luna adalah tunanganku. Kami sudah dijodohkan bahkan sejak kami belum lahir. Ayahku dan ayahnya sudah bersahabat sejak mereka masih sekolah, makanya aku dan Luna dijodohkan. Gadis itu, Park Sunyeong, aku sangat mencintainya bahkan sebelum kami diberitahu bahwa kami dijodohkan.

“Hei Jinki, aku mau bertanya sesuatu padamu.” kata Wooyoung menepuk pundakku.

“Apa?”

“Kau lihat teman Luna tadi? perempuan yang rambutnya panjang yang tadi bersamanya? Kau kenal dia?”

“Oh, Soojeong. Kenapa memangnya?”

“Siapa namanya?”

“Jung Soojeong, tapi dia biasa dipanggil Krystal. Dia sahabat Luna.” jelasku.

“Oooh.” Wooyoung mengangguk. “Orang tuanya pengusaha apa?”

“Ibunya pengurus rumah Luna sedangkan ayahnya punya bengkel mobil kalau tidak salah.”

“Apa?” jerit Wooyoung. “Jadi maksudmu dia miskin?”

“Aku tidak bilang dia miskin.” koreksi Onew.

“Apa kau bilang?” terdengar suara dari belakang kami. Ketika aku menoleh, kulihat Luna dan teman-temannya sudah berdiri dihadapan kami.

“Kau bilang apa?” tanya Luna menghampiriku. Kulihat Krystal menangis dan berlari menjauhi kami diikuti oleh seorang laki-laki yang mengejarnya.

“Kau bilang apa tentang temanku tadi?” Luna menatapku tajam.

“Aku tidak bilang apa-apa, Luna.” aku mencoba membela diriku, aku tidak mau dia salah paham.

“Temanmu memang miskin kan? Kenapa kau harus marah?” ejek Wooyoung, tapi Luna tidak mengalihkan pandangannya dariku.

“Lee Jinki, aku tidak pernah menyangka kalau kau menilai seseorang berdasarkan materi. DAN KAU!” tunjuknya pada Wooyoung. “..aku tidak akan melepaskanmu!” tunjuknya pada Wooyoung dan pergi dari hadapan kami.

“Luna.. Luna tunggu!” aku kejar dia dengan maksud ingin menjelaskan semua kesalah pahaman ini.

“Luna tunggu! Kau salah paham.” aku menarik tangannya dengan kuat.

“Aww.. sakit!” teriaknya. Entah kenapa aku tetap tidak melepaskan tangannya dari genggamanku.

“Lee Jinki lepaskan! Sakit!” dia berontak lagi. Ketika aku ingin melepaskan tangannya, dari belakang ada yang menarik bajuku dan memukul wajahku.

“Jangan sekali-kali kau menyakitinya.” ancam Mir, sahabat Luna.

“Ayo pergi.” ajaknya dan Luna pergi meninggalkanku di lantai dengan memar di wajahku.

***

Luna pov

“Kau tidak apa-apa?” tanya Mir padaku, aku mengangguk.

“Lebih baik kita cari Krystal dan Eli.” usulku dan Mir mengangguk setuju. Kami berkeliling mencari mereka berdua. Di kelas, di atap sekolah bahkan di parkiranpun mereka tidak ada.

“Mereka kemana sih?” keluh Mir yang sepertinya sudah benar-benar lelah. Ku lihat keringat mengucur deras di wajah putihnya. Aku mengambil sapu tangan dari saku-ku dan mengelap wajahnya.

“Wajahmu berkeringat.”

“Gumawo.” Kami berdua mencari tempat berteduh dan memutuskan untuk mencari mereka lagi nanti.

“Ini sudah lewat dari jam masuk, apa tidak apa-apa kalau kita keluyuran?” tanya Mir cemas.

“Gwencanha. Seperti kata Eli, anak donatur terbesar kan berpihak pada kalian, jadi tidak perlu khawatir.”

“Hah, benar juga ya. Tapi kalau dipikir-pikir hari ini benar-benar menyenangkan ya, dari pagi sampai sekarang kerjaan kita hanya bertengkar.”

“Iya juga sih, tapi asyik kan?” aku tersenyum padanya.

“Begitu donk! Kalau kau tersenyum kan tambah cantik.” Mir mencubit pipiku lembut.

“Senyum? Aku rasa aku sudah tidak tahu bagaimana caranya tersenyum.”

“Iya ya. Bisa dihitung dengan jari berapa kali kau tersenyum dalam setahun.” sindir Mir.

“Hidupku semuanya kelam, untuk apa tersenyum.” aku menunduk. Ingin nangis rasanya, tapi aku terlalu malu untuk memperlihatkan sisi lemahku pada orang lain.

“Luna. chu~” sebuah ciuman kilat mendarat mulus di pipiku.

“Waaahh, leganya!” Mir berseru keras.

“Kau sedang apa sih?” tatapku tajam.

“Habis kau selalu murung, makanya ku cium. Mulai sekarang kalau kau murung aku akan menciummu ya!” ujarnya.

“Mwo?”

“Itu hukuman. Baik kau atau Krystal, jika kalian berdua murung akan kucium.”

“Kalau Eli?” tanyaku.

“Ehm.. jangan harap aku akan membujuknya.” canda Mir.

“Hahaa..” aku tertawa karena mendengar candaannya.

“Begitu Luna, begitu bagus.”

“Apa?”

“hmm.. Kau tidak sadar kalau kau tersenyum kau terlihat aaaammmaaattt cantik?”

“Chinja?” aku tetap memandang lurus kedepan.

“Cheongmal.” angguk Mir.

“Gumawo.” jawabku asal.

“Oh, itu mereka!” Mir yang berteriak kencang persis di telingaku langsung berlari menghampiri Eli dan Krystal yang baru muncul.

“Kalian sedang apa disini?” tanya Krystal.

“Kami mencari kalian, karena kelelahan jadi kami istirahat sebentar.” jawab Mir.

“Terus kenapa barusan kau mencium Luna?” tanya Eli polos.

DEG!

Aku langsung terlonjak kaget mendengar perkataan Eli barusan, atau lebih tepatnya malu?

“Itu hukuman untuknya!” jawab Mir santai kemudia merangkul Eli pergi dari  tempat ini.

“Kalian tadi sedang apa?” tanya Krystal menghampiriku. Aku hanya senyum tanpa menjawabnya.

“Luna!” panggil Mir dari jauh. Aku menoleh dan menganggkat daguku sedikit.

“Vergessen Sie nicht Ihre Strafe, wenn Sie traurig waren, ok!” godanya.

“Sie werden sterben, wenn du es wieder tun.” balasku. Dia hanya menyengir lalu berbalik menjauh.

“Dia bicara apa sih?” gumam Krystal dan duduk di sampingku.

“Krystal-ah,”

“Oh? wae?”

“Is that trus I look pretty when I smile?”

“Hah?” Krystal memasang wajah kagetnya.

“Nothing, just forget it!” jawabku dan bangkit meninggalkan Krystal yang masih terbengong-bengong sendirian disana.

“Hey, wait for me!” pekik Krystal dan berjalan sambil merangkulku dari belakang.

-TBC-

hello readers!!chingu, I’m back with a new ff. as usual, bagi chingu yang udah baca diharapkan komen yah!!!

Happy reading.

Iklan

8 thoughts on “ff: Beautiful Friendship part 3

    • Gpp ko chingu, yg pntg kmu g jd silwny reader, seenggakny ak ng’rasa kl tuliaanku d hargain. Gumawo udh komen d setiap crtaku.

      Sbgai tnda trma ksih kmu boleh req ff kok k ak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s