ff: My Name is Yuri 5

Title: My Name is Yuri part 4

Cast: Yuri – Siwon- Hyoyeon – Sooyoung – Tiffany

Genre: Romance

Rating: 13

“ Sooyoung-a, senang kau sudah kembali.” sapa Yuri. Yuri menarik Hyoyeon untuk menyapanya pula. “Oh, kau sudah pulang?” ucap Hyoyeon dengan wajah terpaksa. Sooyoung memandang mereka berdua dengan tatapan heran.

“Kalian siapa?” Sooyoung memandang kedua gadis itu dengan heran.

“Sooyoung-a, masa kau tidak ingat? Mereka ini teman kita waktu kecil. Ini Yuri dan yang ini Hyoyeon.” terang Siwon oppa. Sooyoung terdiam sejenak, nampaknya dia sedang berpikir.

“Oh.. Mereka ini tetangga kita kan? Yang ini anak keluarga Kim dan yang ini anak angkatnya keluarga Kwon. Iya kan oppa?” Sooyoung menunjukku dan Hyoyeon satu persatu.

“Mwo? Kau tidak mengingat kami tapi kau ingat masalah keluarga kami?” geram Hyoyeon. Yuri menarik tubuh Hyoyeon sambil berbisik, “sudah.”

“Loh? Kenapa kau tiba-tiba marah padaku?” tanya Sooyoung polos. “Benarkan oppa?” Siwon oppa hanya diam mendengar perkataan Sooyoung tadi.

“Kau tidak boleh bicara begitu.”

“Loh, memangnya aku salah apa sih?” tanya Sooyoung.

“Annya Sooyoung-a.” jawab Yuri. Sooyoung melihatnya sambil tersenyum.

“Ingatanmu belum pulih Yuri?” tanyanya manis.

“Choi Sooyoung!”  panggil Siwon pelan. Sooyoung menoleh ke arah Yuri dengan tersenyum manis.

“Mianhe Yuri-ah.”

“Gwencana.” jawab Yuri.

“Ini semua kopermu? Banyak sekali.” ujar Siwon setelah melihat betapa banyak bawaan adik sulungnya.

“Kau tidak berencana kembali lagi ke Jepang?” sindir Hyoyeon.

“Anni, kali ini aku akan menetap di Korea. Lagipula kontrak kerjaku dengan agensi disana sudah habis, jadi aku ingin berkarir di Korea saja.” jawabnya dengan nada bangga.

“Ku kira kau sudah menikah dengan pengusaha kaya dan menetap disana.” sindir Hyoyeon lagi.

“Haha.. ternyata kau memang mengerti aku dari dulu ya Hyoyeon. Memang banyak pengusaha kaya yang ingin menjadikanku istri, tapi sayangnya aku ini orang yang pemilih.” sombong Sooyoung lagi.

“Kuharap ucapanmu itu benar.” jawab Hyoyeon lagi. Kali ini Sooyoung sudah tidak menjawab kata-kata Hyoyeon melainkan mengalihkan pandangannya kesekitar bandara.

“Duuh, Tiffany mana ya?” gumam Sooyoung.

“Siapa?” tanya Siwon.

“huh? Temanku. Tadi kami berangkat sama-sama tapi sekarang tidak tahu dia ada dimana.”jawab Sooyoung dengan mata memandang kesekelilingnya.

“Pasti dia sudah lari darinya.” bisik Hyoyeon pada Yuri.

“Nah, itu dia. Fany!” panggil Sooyoung sambil melambai-lambaikan tangan jenjangnya.

“Oh, Sooyoung!” gadis yang bernama Tiffany nampak berjalan kesulitan karena membawa bawaan yang begitu banyak.

“Oppa, bantu dia.” senggol Sooyoung. “Oh? ya.” Siwon berjalan menghampiri gadis tadi sambil membantunya membawakan beberapa koper.

“Mereka cocok kan? Temanku itu sengaja ku ajak ke Korea untuk ku jodohkan dengan Siwon oppa.” bisik Sooyoung pada Hyoyeon dan Yuri.

“Mwo?” Jyoyeon terlonjak kaget.

“Mereka berdua pasti cocok.” Sooyoung kembali bergumam sendiri.

Yuri POV

“Hai.” sapa gadis bernama Tiffany ketika  dia sudah ada dihadapan kami.

“Kau darimana saja?” tanya Sooyoung.

“Maaf, tadi aku habis dari toilet jadi agak lama.” jawab gadis itu sambil tersenyum.

“Oh ya, kenalkan ini kakakku dan yang ini temanku.”

“Annyeonghaseyo.” sapanya sambil menunduk.

“Annyeonghaseyo.” jawab kami serentak.

“Yang ini namanya Kim Hyoyeon dan yang ini namanya Kwon Yuri.”

“Annyeonghaseyo, Tiffany-imnida.” dia menyapa sekali lagi.

“Semua sudah kan? Ayo kita pulang.” ajak Siwon sambil membawa beberapa bawaan.

“Ayo Fany.” ajak Sooyoung [ada Tiffany dan mereka berdua berjalan didepan.

“Oppa, sini aku bantu.” tawarku pada Siwon oppa ketika melihat bawaan yang banyak di tangannya.

“Tidak usah, ini semua berat.” tolak Siwon oppa. Aku memperhatikan Siwon oppa yang keberatan membawa semua koper-koper itu. Akhirnya aku memutuskan mengambil sebagian darinya dengan paksa.

“Yuri, ini berat.”

“Biar. Aku kuat kok.” tolakku.

“Sini aku bantu.” Hyoyeon juga ikut membantu.

“Gumawo.” Kami berjalan lumayan lama karena jarak ke tempat parkir lumayan jauh. Lama-lama aku merasa berat karena membawa barang-barang ini.

“Bagaimana bisa mereka berdua berjalan enak-enakkan didepan sedangkan kita susah-susah membawa koper mereka?” keluh Hyoyeon. Kulihat wajahnya yang putih  sudah mengeluarkan keringat.

“Ahh.” aku teriak karena tiba-tiba aku jatuh. Semua barang yang ada ditanganku jatuh.

“Yuri-ah, kau tidak apa-apa? Sudah kubilang biar aku saja.” ujar Siwon oppa.

“Kenapa?” Sooyoung dan Tiffany yang tadi ada didepan sekarang sudah ada dihadapanku.

“Yuri terjatuh barusan.” jawab Siwon oppa.

“Aduh, kau ini! Hati-hati makanya. Tas Tiffany jadi jatuh, kalau kotor bagaimana? Untung saja barang-barangnya tidak ada yang keluar.” omel Sooyoung sambil memungut tas Tifany yang tadi kujatuhkan.

“YA! Kenapa kau jadi menyalahkan Yuri? Kau saja yang bawa sana!” bentak Hyoyeon.

“Loh, kenapa jadi kau yang marah padaku? Kan yang salah dia.” tunjuk Sooyoung padaku.

“Salahnya? Ini!” Hyoyeon mengambil tas tadi dan memberikan pada Sooyoung. “Kau bawa sendiri saja. Kita lihat sampai mana orang kurus sepertimu tahan membawanya.”

“WHAT? Apa katamu? Kurus?” Sooyoung langsung naik darah.

“Kenapa? Memang kenyataannya kan kau kurus?”

“Yuri, sebentar ya.” Siwon oppa bangkit dari sisiku dan menghampiri mereka berdua. “Ya! Kalian berhenti!” teriaknya.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Tiffany dan mengulurkan tangannya padaku. Aku menyambut ulurannya dan berhasil berdiri. ” Maafkan aku ya, seharusnya aku yang membawa tas itu bukannya kau.” lanjutnya.

“Gwencana.” jawabku.

“Kalian jangan bertengkar lagi, mengerti?” bentak Siwon oppa pada mereka berdua setelah selesai melerai. Siwon oppa menghampiriku dan Tiffany.

“Kau tidak apa-apa kan? Ada yang luka?” Siwon oppa terdengar cemas.

“Annya oppa, aku tidak apa-apa.”

“Maaf. Seharusnya aku yang bawa tas ini, bukannya kalian.” Tiffany meminta maaf.

“Bagus kalau kau tahu diri.” sindir Hyoyeon.

“Hyoyeon.” Siwon oppa mencoba memeringati Hyoyeon.

“Aku kan bicara yang benar.” gumam Hyoyeon dan mengambil posisi di sampingku.

“Kalian janga bertengkar, aku tidak apa-apa kok.” bisikku pada Hyoyeon.

“Habis nenek sihir itu menyebalkan.” balasnya.

“Lebih baik sekarang kita jalan lagi, ayo!” ajak Siwon oppa. Kami berlima berjalan menuju tempat parkir dan meninggalkan bandara.

Seperti biasa, buat yg udah baca plus suka sama ff ku ini makasih byk yah. tapi jangan lupa tinggalin komen ya supaya aku bisa tau kalo kalian suka atau ga. please stop being silent reader.  Sori juga buat yang udah nunggu ff ini kelamaann.

Happy reading ^^

Iklan

24 thoughts on “ff: My Name is Yuri 5

  1. Ini masi bersambung??yah. .kukira udah end.bis td darsip series cm smpe 5. .
    Owh. .yul i2 ank angkt brarti ad kmungkinan dy ini Han Yuri doNg..
    Ah ..dian kalo udah ad lnjtanNya segera post yh. .penasaran. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s