ff: Beautiful Friendship part 2

Title : Beautiful Friendship

Chap: School Days

Cast :

Major –>

1. Luna Park

2. Krystal Jung

3. Mir

4. Eli Kim

Minor–>

1. Kim Jonghyun

2. Jinwoon

3.  Wooyoung

4. Onew

Genre : Friendship

Rating : Semua Umur

Kriiiinggg….

Bel istirahat berbunyi. Akhirnya pelajaran bahasa Cina yang amat sangat tidak ku minati berakhir sudah.

“Kita ke kantin yuk!” ajak Mir dan Eli.

“Aku tidak ikut ah! Omma ku membawakanku bekal.” tolak Krystal lembut.

“Krystal tidak ikut aku juga tidak.” jawabku datar.

“Hey, ayo lah. Masa cuma kami berdua yang pergi. Hari ini aku sedang gembira jadi kalian semua aku traktir.” ucap Mir.

“Benar ya.” Eli nampak antusias.

“Gembira? Gembira karena sudah memutuskan hubungan kerja sama dengan Goo enterprise?”tanyaku sambil tersenyum.

“Yaa, begitulah. Ayo lah Park Sunyeong, masa kau tidak bahagia sih?” goda Mir. Aku tersenyum lebar mendengar kata-katanya. Ya, aku bahagia. Aku ingin orang seperti mereka merasakan penderitaan yang biasanya mereka berikan pada orang-orang.

“Kalian kejam sekali! Bagaimana kalian bisa bahagia diatas penderitaan orang lain?” ucap Krystal yang daritadi diam saja.

“Honey, menjadi orang baik itu boleh tapi pada orang yang tepat.” jawab Eli.

“Sudahlah, untuk apa kita membicarakan hal-hal yang tidak penting? Ayo kita ke kantin, nanti waktu istirahatnya keburu habis.” ajak Mir.

“Kenapa kau khawatir? Anak donatur terbesar kan ada di pihak kita.” goda Eli sambil merangkulku. Aku sama sekali tidak tersinggung, tapi jika yang mengatakan hal itu orang lain, mungkin nasibnya sudah ku buat seperti Goo Hara tadi.

Kenalkan, namaku Luna Park. Nama lengkapku Park Sunyeong tapi aku lebih suka di panggil Luna, mengapa? Nantinya kalian juga akan tahu dengan sendirinya. Aku berasal dari keluarga berada dan cukup terpandang di negaraku Korea Selatan. Ayah dan Ibuku keduanya pengusaha. Usaha yang mereka geluti ada di berbagai bidang. Jika kau pernah baca komik Jepang yang judulnya Hana Yori Dango dimana ada anak-anak orang kaya disana, bisa dibilang keluargaku lebih dari itu.

Aku memiliki 2orang kakak laki-laki. Aku sangat dekat dengan mereka dibanding dengan anggota keluargaku yang lain namun sayangnya kakakku yang paling tua sekarang sekolah di Swiss sedangkan yang satunya lagi kuliah di Universitas Negeri disini. Dari kecil aku tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang dari orang tua, tetapi mungkin aku harus bersyukur akan hal itu.

Karena kegiatan orang tuaku yang sibuk mereka tentunya tidak punya waktu untuk mengurusku, makanya mereka mempekerjakan perawat pribadi untukku dan kakakku. Wanita itu sudah ku anggap lebih dari ibu sendiri karena dia sangat sayang padaku dan kakakku. Aku ingat persis ketika kakakku pergi ke Swiss untuk melanjutkan kuliahnya dia menangis sepanjang hari selama kurang lebih seminggu.

Wanita itu mempunya dua anak, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Yang satu namanya  Jung Yonghwa dan satu lagi namanya Jung Sujeong atau yang lebih sering ku panggil Krystal. Ya, Krystal. Krystal adalah sahabat sekaligus anak dari pengasuhku. Kakaknya, Yonghwa, sekarang sudah memiliki usaha sendiri.

Tentu kalian bertanya-tanya, mengapa Krystal yang bukan anak konglomerat bisa sekolah di sekolah yang sama denganku? Karena aku meminta pada orang tuaku agar mereka memasukkan Krystal ke sekolah yang sama. Cukup mudah karena waktu itu aku mengancam akan pergi ke sekolah negeri biasa jika mereka tidak mengabulkan permintaanku. Gampang kan?

Kemudian Mir. Dia sahabat kami dari kecil. Orang tuanya sudah meninggal, tetapi Mir tetap tidak jatuh miskin. Orang tuanya meninggalkan harta berlimpah untuknya, perusahaannya juga ada dimana-mana. Walaupun masih muda, Mir atau yang bernama asli Bang Chul Yeong ini sudah terbiasa menjalankan bisnis keluarga yang dibantu oleh pamannya.

Satu lagi Eli. Eli bukanlah anak pengusaha ternama namun pekerjaannya sebagai model Internasional membuatnya terkenal dan menjadi kaya. Dan juga, Eli sangat menyukai Krystal. Hanya saja entah mengapa Krystal menganggapnya tidak lebih dari teman.

“Hei, ayo!” ajak Mir lagi. Dia menarik tanganku agar aku berdiri. Dengan terpaksa aku berdiri dan menarik tangan Krystal. “Ayo.” ajakku.

Kami berjalan menyusuri koridor sekolah yang ramai. Banyak orang yang menyapaku hanya untuk sekedar basa-basi, tapi aku terlalu malas untuk meladeni mereka. Ketika hampir sampai di kantin tidak sengaja aku menabrak sesuatu, atau lebih tepatnya seseorang.

“Hei, kalau jalan hati-hati donk. Kau tidak punya mata ya?” bentak orang yang kutabrak tadi.

“Aku menunduk melihat baju seragamku yang sudah kotor dengan minuman yang dibawa orang tadi dan sekarang dia membentakku? Aku  menengadahkan kepalaku untuk melihat siapa orang ini dan ternyata orang tadi tidak lain adalah Jonghyun. Dia satu angkatan denganku, hanya saja kami beda kelas. Oh ya, aku lupa. Di sekolah ini juga ada yang namanya F4, kumpulan laki-laki pecundang yang kaya.

“Apa kau bilang?”

“Oh, ternyata tuan putri. Cantik-cantik tapi sayangnya tidak punya mata.” ucapnya dengan nada meremehkan.

“Jaga mulutmu.” ancam Mir sambil merenggut kerah bajunya.

“Mir…” kulihat Krystal mencoba melerai.

“Kau mau bertengkar Bang Chul Yeong?” tantang anggota mereka yang lain, Wooyoung.

“Mir, sudah. Kita masuk saja. Aku sedang malas bertengkar.”

“Kau pikir kau bisa pergi begitu gampang, tuan putri?”  Jinwoon yang badannya amat besar berusaha menghadangku.

“Hei, jangan ganggu dia.” Eli menarikku kebelakang badannya.

“Aku tidak ada urusannya denganmu ya.” Jinwoon dengan gampangnya mendorong Eli hingga jatuh. Melihat hal tersebut aku maju dan PLAKK! Terdengar suara tamparan yang membuat semua orang memandangku.

Jinwoon memegangi wajahnya yang merah akibat tamparanku tadi. Pasti sakit karena tanganku sendiri juga sakit.

“Beraninya kau..” geramnya.

“Ayo kita masuk.” ucapku datar sambil berjalan masuk ke dalam ruangan kantin. “Ayo Eli.” kudengar suara Krystal yang mengajak Eli untuk masuk. Sepertinya perkelahian kecil tadi cukup menarik perhatian orang-orang disini. Saat aku masuk semua orang memandangku dengan tatapan heran, aneh atau bahkan takut? Entahlah.

Aku memilih tempat duduk yang ada dipojok. Tak lama kemudian kulihat Mir datang menghampiriku.

“Kau hebat. Luna jjang!” dia mengacungkan kedua jempolnya padaku.

“Krystal dan Eli mana?” tanyaku.

“Eli mengajak Krystal membeli seragam baru untukmu.” jawab Mir sambil melihat menu makanan.

“Kita makan apa ya? ehmmm… Spaghetti! Kau suka spaghetti kan? Lalu Krystal… ehmm.. lasagna. Eli..Eli.. ah dia makan apa ya? Steak?” Mir bergumam sendiri. Aku yang tidak tertarik dengan perkataan Mir memandang kesekeliling kantin dan kulihat para F4 itu masih berdiri di luar. Mau apa mereka? batinku.

Kemudian kulihat Krystal dan Eli yang datang dengan tas di tangannya. Mereka berdua berjalan menghampiri kami.

“Ini.” dia menyodorka tas yang dibawanya padaku. “Ayo kita ganti dulu.” ajak Krystal padaku.

“Kau ganti saja dulu, kami menunggu disini.”

Aku dan Krystal berjalan ke toilet sambil membawa tas tadi. Kulihat isinya sepasang seragam yang baru mereka beli.

“Aku ganti dulu.” ucapku datar. “ehm.” angguk Krystal.

“Ngomong-ngomong, tadi kau menampar Jinwoon kan? Sakit tidak?” tanya Krystal dari luar.

“Lumayan.”

“Waah, aku ingin sekali menampar Jonghyun tadi.”

“Wae?”

“Habis dia kurang ajar sih.”

“Tapi kenapa tadi Onew tidak bicara apa-apa ya?” tanya Krystal setelah aku keluar dari toilet.

“Entahlah, bisu kali.” jawabku asal.

“Hush! Kau jangan bicara seperti itu. Biar begitu dia kan…”

“Krystal stop!”

“Wae?”

“Aku lapar, kita kembali saja ya.”

“Ayo.”

“Oh tunggu.”

“Kenapa?”

“Aku mau membuang ini dulu.” aku membawa seragam kotorku tadi dan hendak memasukkannya kekotak samaph.

“Tunggu! Kenapa dibuang?” Krystal menghentikan aksiku tadi.

“Ini sampah. Masa mau kubawa pulang?” heranku.

“Ini kan bisa dicuci lalu dipakai lagi. Buatku saja.” jawab Krystal sambil merebut dan memasukkan seragam kotor tadi dengan hati-hati kedalam paper bag tadi.

“Terserah kau saja lah.” jawabku sambil lalu dan keluar dari toilet.

“Sudah ganti?” tanya Mir ketika kami kembali. Kulihat semua makanan yang dipesannya tadi sudah ada di atas meja.

“Ayo duduk.” tawar Eli sambil menyediakan kursi untuk Krystal.

“Gumawo.” balas Krystal.

“Hm.. New couple has born.” goda Mir. “Kalau kita bagaimana, Luna?”

“Kita kepalamu!”

“Ehm.. Juliette ku ini mood nya selalu berubah-ubah.” geleng Mir.

“Pulang sekolah kita mau main apa ya?” kata Mir sambil mengaduk-aduk makanan yang ada dihadapannya.

“Aku bosan.” ujarku.

“Na doo.” tambah Eli dan Krystal. Tiba-tiba terbersit ide di kepalaku.

“Kalian mau permainan yang menantang?” tanyaku pada mereka dengan senyuman licikku. Mereka semua mengangguk serius.

“Baiklah. Kalau begitu pulang sekolah kita bermain.” jawabku santai sambil menyantap spaghetti di depanku.

-TBC-


hello readers!!chingu, I’m back with a new ff dan ini chapter dua nya. as usual, bagi chingu yang udah baca diharapkan komen yah!!!

Happy reading.

Iklan

2 thoughts on “ff: Beautiful Friendship part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s