ff: Beautiful Friendship part 1

Title : Beautiful Friendship

Chap: My Bestfriends

Cast :

Major –>

1. Luna Park

2. Krystal Jung

3. Mir

4. Eli Kim

Minor–>

1. Goo Hara

2. Choi Sulli

3.  Tiffany Hwang

4. Park Jiyeon

5. Park Hyomin

Genre : Friendship

Rating : Semua Umur

“AKU BENCI HIDUPKU!!!!” teriakku kuat-kuat saat aku tiba diatas gedung sekolah.

“Hei! Kau kenapa sih?”

“AKU BENCI HIDUPKU!!!” teriakku lagi.

“Ya! Kau kenapa sih? Mengajakku kesini hanya untuk mendengarmu teriak?”

“Krystal, AKU-BENCI-HIDUPKU!” teriakku tepat dihadapan wajah Krystal, sahabatku.


“Hei! Aku tidak tuli, terimakasih.” dia menjauhkan dirinya dariku. “Kau ini kenapa sih? Baru juga datang tiba-tiba langsung  marah-marah. Kau mau cepat tua?” goda Krystal.

“Hei, aku sedang tidak mood untuk bercanda!” bentakku.

“Aku juga sedang tidak mood untuk marah-marah, Luna.” Krystal mencubit pipiku dan berjalan kearah pintu keluar.

“Sudah ah, jangan marah-marah terus. Mau ke kelas atau tidak? Nanti si Hankyung itu marah-marah sepertimu lagi.” ajak Krystal. Aku menunduk dan berjalan kearahnya. Memang aku sedang kesal, tapi jika harus dimarahi oleh guru bahasa Cina-ku, Pak Hankyung itu, bisa-bisa mood-ku yang jeleknya memang sudah 90% beralih menjadi 250%.

Krystal berjalan didepan sedangkan aku mengikuti dari belakang. Setelah kurang lebih 5 menit berjalan, akhirnya kami sampai juga dikelas. Sepertinya guru kami belum masuk, buktinya saja kegaduhan yang dibuat anak-anak dikelas masih terdengar hingga keluar.

Aku masuk ke kelas dan berjalan menuju ke bangku dimana aku dan Krystal biasa duduk. Belum juga aku mendudukkan tubuhku dikursi, tiba-tiba sudh ada yang berdiri di depanku.

“Sunyeong-a! Kau sudah datang? Aku menunggumu daritadi loh! Oh ya, bagaimana kalau nanti pulang sekolah kita main kerumahku saja? Kau mau kan?” tanya Hara, teman sekelasku.

“Waahh, asyiknya. Ayo Luna, kita pergi saja.” jawab Krystal.

“Ehm, maaf ya tapi aku kan tidak mengundangmu. Lagipula ini acara orang kaya, orang sepertimu mana bisa ikut.” jawab Hara ketus. “Kau mau kan Sunyeong?” bujuk Hara lagi.

Aku menengadahkan kepalaku dan memandangnya dengan tajam. “Krystal tidak ikut, jadi aku juga tidak ikut.”

“Mwo? Ayolah Sunyeong. Untuk apa kau ikut-ikutan dia? Lagipula dia kan tidak sederajat dengan kita makanya dia tidak bisa ikut.” rengek Hara.

“Disana nantinya akan banyak orang kaya?” aku menatap Hara lagi, dia mengangguk sambil tersenyum.

“Kalau begitu kenapa kau perlu aku? Kan sudah banyak orang kaya disana.”

“Sunyeong-a…”

“Dan satu lagi! aku tidak suka dipanggil Sunyeong. Panggil aku Luna!” tegasku.

“Tap…tapii..”

“Pergi sana!” aku meninggikan suaraku untuk mengusirnya. “Kau kenapa sih?” tanya Krystal setelah Hara pergi.

“Aku benci dengan penjilat seperti mereka.” jawabku datar.

“Tapi siapa tahu mereka memang berniat berteman denganmu.”

“Berniat berteman denganku? Lalu kenapa tidak denganmu? Bukankah kau dan aku sama saja?”

“Tentu saja beda.” jawab Krystal lembut.

“Apa bedanya?” tantangku. “Beda.. ya beda!” jawab Krystal.

“Sudahlah, jangan bahas lagi.” aku membenamkan wajahku ketelapak tanganku.

“Kau harus berbaur, Luna. Kalau tidak kau tidak akan punya teman.” nasihat Krystal sambil mengusap-usap rambutku.

“Aku sudah punya kau, dan bagiku itu sudah cukup!” tegasku.

“Tentu saja tidak. Sebagai manusia kita tidak bisa  tertutup. Kau harus membuka dirimu.” ucap Krystal pelan.

“Aku tidak suka bergaul dengan orang-orang yang hanya memandangku dari segi materi dan status sosial.” kali ini aku menatap Krystal. Wajahku terasa panas, terutama mataku. Perlahan aku merasakan buti-butir air mata mengalir di pipiku.Krystal tersenyum sambil menghapus air mata di kedua pipiku.

“Kau tidak boleh menilai semua orang berdasarkan dari satu atau dua orang saja. Buktinya aku tidak seperti itu kan?” Krystal tersenyum manis padaku.

“Hei, kalian sedang apa? Loh, Luna-a, kau kenapa menangis?”  tanya Mir yang baru saja datang.

“Kau telat lagi?” sindir Krystal.

“Mobilku tadi mogok. Waah, kenapa benda itu harus benar sih? Coba saja benar-benar rusak jadi hari ini aku tidak perlu kesekolah.” Mir memasang tampang yang super kecewa yang membuatku tertawa.

“Begitu donk! Kau harus tersenyum Park Sunyeong!” ucap Krystal keras dan memelukku.

“Kalian kenapa sih? Aneh.” Mir bergidik dan berjalan meninggalkan kami kemudian duduk di bangkunya.

“Sujeong-a, kau tidak lihat Eli?” tanya Mir dari belakang.

“Memangnya aku baby sitter-nya apa?” jawab Krystal ketus. “Aku harap dia tidak masuk hari ini.” ucap Krystal pelan.

“Hai, semuanya!!!” teriak seseorang dari depan kelas. Anak-anak yang tadinya sibuk dengan kegiatannya  masing-masing menoleh kesumber suara tadi. Eli, teman sekelas kami yang bisa dibilang anak yang over easy-going ternyata sudah tiba.

“Huh, baru saja dibicarakan dia sudah datang!” keluh Krystal. “Kau kenapa?” tanyaku.

“Aku sebal dengannya, dia itu selalu menggangguku.” jawab Krystal sebal.

“Hello ladies, my ladies.” ditekankannya kata ‘my ladies’ sambil melihat kearah Krystal yang sekarang sudah membuat ekspresi wajah seakan-akan dia mau muntah.

“Huh, sombong sekali dia! Sok jual mahal!” terdengar suara makian dari seberang kelas. Aku yang tadinya geli melihat tingkah laku Eli dan Krystal langsung menoleh ke sumber suara tadi. Aku melihat Hara, Sulli, Hyomin, Jiyeon dan Tiffany yang sedang duduk bergerombol sednag menatap kearah kami. Aku tahu jelas dia sedang menyindir Krystal sekarang.

“Mworaguyo?” aku berdiri dan hendak melangkahkan kaki kearah mereka, namun dengan cepat Krystal menggenggam tanganku. “Jangan.” bisik Krystal dari belakang. Aku menepis tangan Krystal dan berjalan ke arah mereka. Sulli yang tadi menyindir Krystal seketika berubah pucat.

“Apa kau bilang tadi?” aku mendekatkan wajahku ke arah Sulli saat aku sudah dihadapannya. Sulli menatapku dengan tatapan takut.

“Sudah, ayo kita duduk.” Krystal menarikku dari belakang.

“Euuww, what are you doing? Go away!” usir Tiffany sambil mendorong Krystal hingga jatuh. Bisa kudengar suara Eli yang memanggil-manggil  nama Krystal. Aku menoleh kebelakang dan kulihat Krystal yang terjerembab dilantai sambil memengang telapak tangannya yang berdarah.

“KAU!” aku beralih ke Tiffany dan mendorongnya hingga jatuh.

“Berani sekali kau mendorongnya! Kau pikir kau siapa? HAH?!” aku berteriak pada Tiffany. Dia mencoba berdiri dengan susah payah. “Kau ini kenapa sih?” ucapnya gemetar setelah dia berhasil berdiri.

“Aku ? Kau yang kenapa! Berninya kau mendorong sahabatku hingga jatuh!”

“Sahabatmu yang miskin ini memang sudah sepantasnya diperlakukan seperti itu.” teriak Jiyeon dari belakang. Aku memutar badanku kebelakang dan berjalan kearah Jiyeon berdiri.

PLAK!

“Sekali lagi kau bicara seperti itu, aku bisa jamin nanti sore kau akan jatuh miskin.” ancamku dengan suara pelan. Jiyeon yang sednag memgangi pipinya yang batru saja kutampar tadi berlari keluar sambil menangis. Tak lama kemudian Hyomin sahabatnya itu juga mengikutinya.

“Kau pikir aku takut padamu? Jiyeon boleh saja takut padamu tapi aku TIDAK!” teriak Hara yang ada didepanku.

“Apa katamu?”

“Untuk apa kau membela sahabatmu yang miskin ini?” katanya. Aku ingin sekali menjahit mulut lebarnya itu, tapi sebelum kulakukan hal itu, Mir menarik tanganku dari belakang dan tersenyum penuh arti padaku. Sambil tetap menahanku, dia mengeluarkan ponselnya dan menekan beberapa digit angka lalu mengarahkan ponsel tadi ketelinganya.

“Yeobseyo? Pak Kim? Bisa kita batalkan semua kerja sama kita dengan Goo enterprise?  Kemudian hutang-hutang  mereka pada kita, bisa kau minta mereka untuk melunasinya sekarang juga? Ok, terima kasih.” Mir menutup telponnya dan melepas pegangannya padaku.

“Ayo kita duduk lagi.” ajaknya pada kami semua. Hara yang tadinya masih berani melawanku kini telah jatuh pingsan di lantai.

hello readers!!

chingu, I’m back with a new ff.  as usual, bagi chingu yang udah baca diharapkan komen yah!!!

Happy reading.

Iklan

8 thoughts on “ff: Beautiful Friendship part 1

  1. anyeong readers baru! baru nemu kemaren. wah, permulaan yg bagus! kebetulan q *agak* sebel ama go hara!! heheh n i love krystal onne so much!! q lanjut ke next chapter dulu yah, ah! yg *apa ya judulny* the real me ato apa itu lho *mian onnie, jgn tersinggung, q emang pikunnya ga ketulungan* onnie, yg castny key sama song yoojin *apa yoji? argh ingatan q parah!* itu lanjutin dong onnie… ok go to next chap!

  2. anyeong q readers baru! baru nemu kemaren. wah, permulaan yg bagus! kebetulan q *agak* sebel ama go hara!! heheh n i love krystal onne so much!! q lanjut ke next chapter dulu yah, ah! yg *apa ya judulny* the real me ato apa itu lho *mian onnie, jgn tersinggung, q emang pikunnya ga ketulungan* onnie, yg castny key sama song yoojin *apa yoji? argh ingatan q parah!* itu lanjutin dong onnie… ok go to next chap!

  3. Lanjutan kisah si yuri:
    Setelah itu pun Yuri masuk kamar dan menulis surat yang berbunyi demikian: “Rebutlah posisiku Yoona, Tolong ambillah Siwon”. Lalu Yuri pun mengambil silet, dan menyayat nadinya. Tidak ada anggota SNSD yang sadar akan kematian Yuri Karena saat itu mereka sedang rekaman album baru. Yoona merasa dirinya ada sesuatu yang hilang. Yoona pun masuk ke kamar Yuri, dan menemukan surat yang ditulis Yuri. Hyoyeon menunjuk ke arah mayat Yuri, dan berkata pada Yoona “Itu”. Yoona sedih, memeluk Yuri yang sudah tak bernyawa tersebut. Tiffany yang ada di luar ikut masuk dan berteriak histeris karena banyak darah hasil bunuh diri Yuri.Setelah kejadian itu mayat Yuri hanya diletakkan begitu saja didalam peti kaca snsd dan diawetkan. Sungguh malang kenapa gadis perawan itu mengalami hal seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s