Nine Girls Nine Different Stories >> Jessica

Title : Nine Girls Nine Different Stories

Chap: One Year Later

Cast : Jung Sooyeon (Jessica) – Park Jaebum

Genre : Romance

Rating : 13

This fanfic was inspired by a song “One Year Later” by SNSD Jessica ft. SHINee Onew

-flashback-

“Ehm, Sooyeon-a! Bagaimana kalau kita buat janji disini?”

“Janji? Janji apa?” tanya Sooyeon.

“Sebelum kau menjadi artis, aku mau kalau kita berjanji.”

“Iya, tapi janji apa?” ulang Sooyeon lagi.

“Kau harus berjanji meskipun kau sudah jadi artis nanti, kau jangan pernah melupakanku ya.”

“Babo! Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu.” Sooyeon memukul kepala laki-laki itu.

“Biasanya kan orang-orang kalau sudah menjadi artis akan sombong dan lupa dengan orang-orang yang dulu dekat dengannya.”

“Ya, Park Jaebum! Jadi maksudmu aku sombong?” protes Sooyeon.

“Aigoo, kau ini sensitif sekali. Kenapa aku bisa punya pacar sepertimu?” keluh Jaebum. “Salahmu sendiri kenapa kau pacaran denganku.” serang Sooyeon balik.

“Ya sudah, aku mengalah.” Jaebum yang sudah memiliki firasat ‘tidak-akan-menang’ langsung menyerah pada kekasih yang sangat disayanginya.”

-flasback end-


“Sica, kau belum siap-siap? Sudah mau giliran kita tampil loh!” panggil Hyoyeon. “Oh iya, sebentar lagi.” aku bangun dari lamunanku karena kaget mendengar suara Hyoyeon.

Satu tahun yang lalu aku adalah Jung Sooyeon tapi sekarang? Sekarang aku adalah Jessica. Jessica, seorang penyanyi yang menari dan bernyanyi dengan penuh senyum diatas panggung, berusaha memberikan yang terbaik bagi semua orang yang sudah mendukungku.


-Flashback-

“Sooyeon-a, apa susah sekali untukmu datang kesini?” Jaebum menatap kearah pacarnya dengan tatapan marah.

“Mianhae oppa, aku sedang syuting waktu oppa menelpon. Makanya selesai syuting aku baru bisa datang.” Sooyeon meminta maaf kepada Jaebum.

“Aku sudah datang jauh-jauh kesini, setidaknya luangkanlah waktumu untukku sebentar.” keluh Jaebum.

“Aigoo, oppa bisanya cuma mengeluh saja.” goda Sooyeon sambil tersenyum.

“Apa katamu? Aku? Mengeluh terus? Maksudmu apa?” Jaebum terlihat serius.

“Oppa? Kau kenapa sih? Aku kan hanya bercanda.” Sooyeon mencoba menenangkan kekasihnya.

“Bercanda? Kau pikir lucu? Kau fikir enak menunggumu? Aku lelah dengan semua alasanmu! Yang sibuk lah, syuting lah, perform lah, apa lah! Ternyata kau tidak ada bedanya dengan artis-artis yang lain!” Jaebum meninggikan suaranya. Sooyeon yang tadinya masih bisa tersenyum sekarang terdiam membisu melihat kekasihnya yang baru pertama kali dilihatnya seperti ini.

“Oppa..”

“Apa kau lupa janji kita dirumah pohon waktu itu? Kau janji padaku tidak akan berubah!” ucap Jaebum lagi.

“Oppa, aku tidak berubah.” jawab Sooyeon.

“Annyi, kau berubah. Kau bukan Sooyeon yang dulu lagi. Kau bukan Sooyeon yang lu kenal.”

“Oppa..”

“Sooyeon yang dulu selalu ada untukku. Sooyeon yang dulu tidak pernah membuatku menunggu atau memiliki beribu alasan untuk tidak menemuiku. Tapi sekarang apa?”

“Oppa, aku tidak pernah beralasan untuk tidak menemuiku. Kau tahu sendiri kan kalau aku sibuk?” Sooyeon kini juga sudah mulai terpancing emosinya.

“Huh. Aku tidak percaya.”

“Mwo? Apa katamu? Jadi maksudmu aku selama ini bohong?” Sooyeon meninggikan suaranya.

“Kalau bukan bohong apa namanya?”

“Sudahlah oppa, aku tidak mau ribut.” Sooyeon berbalik hendak masuk kegedung dimana teman-temannya sudah menunggu.

“Kalau kau masuk kesana..” ucap Jaebum. Sooyeon menghentikan langkahnya dan menunggu kata-kata Jaebum selanjutnya. “..kita putus. Sekarang kau tinggal pilih, aku atau kehidupanmu yang sekarang?” tanya Jaebum.

Sooyeon membalikkan badannya dan menatap Jaebum dengan tatapan tidak percaya. “Kau ini siapa? Apa kau benar Park Jaebum?” tanya Sooyeon.

“Sekarang kau hanya tinggal pilih Jung Sooyeon, aku atau karirmu?” tanya Jaebum lagi.

“Oppa..”

“Ayo, kau pilih aku atau karirmu?” ulang Jaebum lagi. Sooyeon terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Jaebum.

“Kau tidak bisa memilih kan?” Jaebum melemparkan tatapan meremehkan pada Sooyeon.

“Ternyata benar apa yang sudah kuduga selama ini. Kau bukanlah Jung Sooyeon, kau adalah Jessica!” ucap Jaebum marah.

“Dan karena kau bukan lagi Jung Sooyeon, aku rasa kita harus putus.”

“Oppa..” airmata menetes lembut di pipi Sooyeon.

“Selamat tinggal Sooyeon.” Jaebum menatap Sooyeon dengan tatapan marah dan pergi dari hadapan gadis itu.


***


1 tahun kemudian

“Sica, kau belum siap-siap? Sudah mau giliran kita tampil loh!” panggil Hyoyeon.

“Oh iya, sebentar lagi.” aku bangun dari lamunanku karena kaget mendengar suara Hyoyeon. Aku bangkit dari dudukku dan bersiap-siap untuk tampil. Aku berkeliling mengambil boneka lollipop ku dan berjalan keluar. Hari ini adalah penampilan spesial kami. Membawakan 2 lagu sekaligus untuk acara Music Bank akhir tahun. Aku keluar dan berjalan menuju panggung untuk tampil. Saat tiba di panggung, kulihat teman-temanku sudah menungguku.

“Kau kemana saja?” sambut Sooyoung dengan ‘ramah’.

“Maaf, tadi aku berkeliling mencari lollipop ini.”

“Ayo kita mulai.” ujar Taeyeon.

Saat sedang bernyanyi di atas panggung, tanpa sengaja aku melihat ke arah para penonton. Dan yang membuatku kaget setengah mati adalah, di barisan depan telah duduk seseorang yang amat sangat ku kenal. Pikiranku kacau. Aku harus fokus ke tarian dan nyanyianku, tapi aku tidak bisa melepaskan tatapanku darinya. Sadar bahwa perhatianku terpecah, dia melemparkan senyumannya padaku dan mengangkat banner bertulisan “Sooyeon hwaiting”. Aku tersenyum padanya dan mencoba kembali berkonsentrasi. Setelah perform selesai, kami semua kembali keruangan. Ditengah jalan aku mencoba membuat alasan pada para member agar aku bisa bertemu dengannya.

“Ehm, kalian kembali saja duluan. Aku.. aku mau ke toilet dulu. Dah.” aku langsung berlari secepat mungkin dari mereka.

“Sica-a, Jessica.” panggil Taeyeon tapi aku terus berlari tanpa menoleh sedikitpun. Aku kembali ke panggung untuk melihatnya. Mataku memutari ruangan ini tapi aku tidak bisa menemukan sosok yang kucari tadi. Aku tetap berusaha mencari tapi percuma, sepertinya dia sudah pergi.

Dengan putus asa aku berjalan kembali ke ruang tunggu kami. Selama setahun ini aku berusaha keras untuk melupakannya, tapi setelah kurang dari 3 menit aku melihatnya lagi aku sadar kalau aku tidak bisa hidup tanpanya. Andai saja waktu itu kami bisa lebih bersikap dewasa, mungkin kami tidak akan jadi seperti ini. Aku berharap, dikehidupan mendatang aku dan dia tidak bertemu dalam situasi seperti ini lagi.

-end-

Mian kalo ff nya jelek n geje. Buat yang udah baca dan suka, silahkan titnggalin komen ya. Buat yang ga suka juga bisa ninggalin komen yang berisi kritik ato saran kok. hehe..

Happy reading ^^

Iklan

13 thoughts on “Nine Girls Nine Different Stories >> Jessica

  1. .hi ~!
    .aq new reader…. salam kenal ^^

    .keren banget crita.na ^^
    .aq suka… ^^

    .hehe
    .skali lagi, salam kenal ya, ! πŸ™‚

  2. wih aku suka bgt lho pair jaesica dan suka bgt dg critanya..
    tapi endingnya kerasa gantung..
    kenapa author tak pertemukan JaeSica lg dan bkin mrka jadian lg huhuhu*reader lebay*

    intinya..aku suka dg ff ini^^

    • iy nih, ak jg suka sm JaeSica. sbnerny sih ada niat buat bkin lanjutanny tp blom kesampean. hhe..

      makasih Hellen onnie, ntar ak coba bkin lanjutanny deh. ^^

  3. oya ok aku tunggu..
    coz skr jadi suka main ke sini hehe
    mian belum sempet bca ff yg series coz lbh ska yg oneshot2 sich..^^

    moga2 project jaesica-nya cepet jadi^^

  4. Suka suka ma fanficx!!
    Tp ksihn,ma mrka!gara2 ego msing jdi ptus deh,,yg dlihat sicca tu bneran jaebum pa cma halusinasix sicca ja sich?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s