ff: My Name is Yuri 4

Title: My Name is Yuri part 4

Cast: Yuri – Hankyung – Siwon

Genre: Romance

Raring: 13

Yuri pov

“Kau mengenal laki-laki tadi?” tanya Siwon oppa ditengah jalan.

“Ehm, dia teman sekelasku.” jawabku santai.

“Seharusnya dia bisa lebih hati-hati.”

“Oppa, jangan menyalahkan dia. Lagian aku juga tadi jalannya juga tidak hati-hati.” aku mencoba menenangkannya tetapi tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya.

“Kita duduk disini saja.” Siwon oppa memapahku duduk di kursi yang dipilihnya.

“Kantinnya sejuk ya.” kagumku.

“Karena ada di sekeliling taman makanya enak.” Siwon oppa juga ikut memandang kesekeliling taman.

“Kau mau makan apa?”

“Mmm…”

“Nasi Goreng?” tebak Siwon oppa.

“Minumnya?”

“Mmm…”

“Orange juice.”

” Ehm!” anggukku setuju. Dia tertawa melihatku dan berdiri untuk memesan makanan.

Aku memandang sekeliling kampusku. Kampus ini benar-benar indah.

“Yuri!” panggil sesorang. Aku memutar kepalku berusaha mencari asal suara tadi.

“Yuri!” panggilnya lagi. Aku tetap berusaha mencari siapa pemilik suara itu tapi aku tidak melihat seorangpun yang kukenal disini.

“Hwaa! Yuri!” seseorang memukul pundakku dari belakang.

“Aaah! Ya!” aku memukul lengan orang tadi.

“Sudah mulai kuliah hari ini?” tanyanya dan duduk di kursi yan ada disampingku.

“Em. Kau tidak ada kelas?” tanyaku. dia menggeleng.

“Tidak ada kelas arau memang kau sengaja membolos?” godaku.

“Kwon Yuri! aku sudah berubah ya!” jawabnya. aku tertawa  melihat tingkah sahabatku yang satu ini.

“Oh? Hyoyeon-a.” panggil Siwon oppa sambil menenteng nampan berisi nasi goreng.

“Oppa!” pekik Hyoyeon.

“Wah, sudah lama tidak bertemu ya.”  Hyoyeon menepuk-nepuk pundak Siwon oppa dan merangkulnya.

“Lama apanya? baru juga 2 hari yang lalu kau datang kerumahku.”

“Ah, chinja?” Hyoyeon menggaruk-garuk kepalanya. “Sooyoung bagaimana kabarnya?”

“Baik. besok dia pulang ke Korea.” jawab Siwon oppa.

“Oh, benarkah? Memangnya sekolahnya sudah selesai?” tanya Hyoyeon.

“Dia akan melanjutkan kuliahnya disini.” aku dan Hyoyeon mengangguk.

“Kenapa?”

“Entahlah, dia bilang dia bosan tinggal di Jepang.”

“Bersiaplah! Besok penyihir akan pulang.” goda Hyoyeon berbisik padaku. Aku hanya tersenyum mendengarnya.

Aku, Hyoyeon dan Siwon oppa. Kami bersahabat sejak kecil. Sebenarnya ku dan Hyoyeon seumur tapi karena Hyoyeon adalah murid dengan otak yang luar biasa pintar (meskipun dia teramat malas) dan ketika SMA mengambil kelas khusus sehingga sekolahnya bisa selesai dalam waktu 2 tahun.

Sebenarnya Hyoyeon bisa saja masuk ke universitas Negeri yang kualitasnya jauh lebih unggul dibandingkan universitas kami sekarang namun karena Siwon oppa (yang 2 tahun lebih tua dibanding kami) adalah mahasiswa disini makanya dia memilih universitas ini supaya kelak kami bisa terus bersama seperti sekarang ini.

Choi Sooyung.

Dia adalah adik Siwon oppa satu-satunya. Cantik, tinggi dan berprofesi sebagai model membuatnya seperti putri dalam dongeng. Tapi sayang, sifatnya yang angkuh yang amat sangat berbeda dengan Siwon oppa membuat kami tidak bisa mendekatkan diri dengannya.  Dan besok dia akan pulang. Entah apa yang akan terjadi nanti antara Sooyoung dan Hyoyeon ketika mereka bertemu. Ya, aku harap tidak akan terjadi apa-apa.

***

“Hai.” sapaku pada Hankyung ketika baru masuk kedalam kelas. Lagi-lagi, Hankyung tampak kaget melihatku.

“Kau kenapa?” tanyaku khawatir.

“Ti.. tidak.” jawabnya gugup. Sebenarnya aku ingin bertanya mengapa dia bersikap seperti itu tapi aku rasa pasti akan menjadi canggung nantinya.

“Aku duduk disampingmu ya.” pintaku ramah.

“Bo..boleh.” dia mencoba tersenyum tapi itu tetap tidak bisa menutup rasa tidak nyaman diwajahnya. Aku mengambil tempat duduk persis disampingnya. Hankyung terlihat tidak nyaman berada disampingku. Awalnya aku merasa heran tapi aku rasa dia tidak suka padaku.

“Permisi.”

“Ya? Kenapa Yuri-ssi?” tanyanya pelan.

“Apa kau tidak suka padaku?” tanyaku langsung.

“A..apa?” dia terlihat lebih kaget dari sebelumnya.

“Kau terlihat tidak nyaman didekatku. Kalau kau tidak mau aku duduk disini juga tidak apa-apa.” terangku.

“Maksudmu apa ‘aku tidak suka padamu’?”

“Ya karena kau terlihat tidak nyaman ketika aku duduk disampingmu.” jawabku.

“Bukan begitu Yuri-ssi, percayalah. Aku menyukaimu.” jawabnya polos. “Sebagai teman tentunya.” tambahnya.

“Benarkah? Jadi kau bukannya tidak suka padaku?”

“Ye.”

“Jadi kita berteman?” tanyaku lagi sambil mengulurkan tanganku. Dia melihat sesaat kemudian tersenyum simpul dan menjabat tanganku.

“Teman.” ucapnya.

***

Keesokan harinya

tuuutt…tuutt….

“Yeobseyo?” aku menjawab telpon dengan malas-malasan.

“Yuri? Kau baru bangun?” jawab suara yang ada diseberang.

“Oppa.” aku kaget ketika mendengar suaranya dan langsung membuka mataku lebar-lebar.

“Kami sudah ada didepan rumahmu.”

“Di depan rumah?” kagetku dan berjalan kearah jendela kamarku. Aku melempar pandangan kebawah dan kulihat mobil putih dan seorang laki-laki serta seorang perempuan mungil disampingnya.

“Tapi aku baru bangun.”

“Ya sudah tidak apa-apa. Kami akan menunggumu.” jawab Siwon oppa lembut.

“Oppa, suruh dia jangan terlalu buru-buru.” timpal suara seorang wanita.

“Iya, tenang aja.” jawabku. Aku menutup telpon dan turun kebawah untuk membukakan pintu.

“Yuri-ssi, biar saya saja yang buka.” tawar ajjhuma, pembantu di rumah kami.

“Gumawo ajjhuma-nim.” ucapku kemudian berjalan lagi katasa untuk mandi.

Kira-kira setengah jam kemudian, aku sudah selesai mandi sekaligus selesai berdandan. Aku turun kebawah dan kulihat Siwon oppa serta Hyoyeon yang duduk di ruang tamu.

“Lama menunggu ya? Mianhae.” ucapku tidak enak.

“Tidak apa-apa. Ayo kita langsung oergi, takutnya nanti macet.” ajak Siwon oppa berjalan keluar diikuti oleh Hyoyeon.

“Ye.”

Sesampainya dibandara, kami langsung menuju ke area arriving menunggu Sooyoung yang belum juga muncul.

“Pesawatnya belum mendarat ya?” tanyaku sambil melihat ke monitor.

“Sudah kok. Duuh, tuan putri kemana sih? Lama sekali!” omel Hyoyeon yang sebenarnya tidak mau datang, hanya saja Siwon oppa yang terus memaksanya untuk ikut.

“Tunggu sebentar ya. Mungkin Sooyoung sedang mengurus bag…”

“Itu dia!” pekikku. Aku langsung mengenali Sooyoung karena dia tidak berubah sedikitpun. Perawakannya yang tinggi dan wajahnya yang cantik sama sekali tidak berubah.

“Oppa!” pekik Sooyoung ketika melihat kami. Dia setengah berlari menghampiri kami dan langsung memeluk Siwon oppa. “Oppa boghoshippo.”

“Oppa juga merindukanmu.” balas Siwon oppa. Sooyoung melepas pelukkannya dan tergambar senyum bahagia diwajahnya.

“Sooyoung-a, senang kau sudah kembali.” sapaku. Aku menarik Hyoyeon untuk menyapanya pula.

“Oh, kau sudah pulang?” ucap Hyoyeon dengan wajah terpaksa. Sooyoung memandang kami dengan tatapan, aku tidak tahu, heran.

“Kalian siapa?”

-TBC-

wuaaahhh, akhirnya selesai juga UTS so bisa update lagi deh. hihihi…

Dan seperti biasa, buat yg udah baca plus suka sama ff ku ini makasih byk yah. tapi jangan lupa tinggalin komen ya supaya aku bisa tau kalo kalian suka atau ga. please stop being silent reader.

Iklan

12 thoughts on “ff: My Name is Yuri 4

  1. kirain sahabat yuri itu si jess*reader sotoy*
    knp tuh si sooyoung gak kenal ma yuri dan hyo? dasar choi sooyoung

  2. Syukurlah lbh panjang^^

    wah . .sombong kali i2 sooyoung. .trnyata selain tinggi bdn..dy jg tinggi hati. .haha*kemplang*

    makin penasaran euy,,yuri ama sapa yh??han,hee,or won. .or. . . .jessica. . .lol*sdg kena yulsic fever*
    next dh. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s