Ff: The Real of Me

Title: The Real of Me part 1

Cast – main: SHINee Key, Song Yoo Jin (reader)

minor: SHINee members

Genre: Romance

Rating: 13

Aku berdiri sendiri disini, merasakan hembusan angin yang mengenai wajahku. Disini, tempat dimana aku sedang berada sekarang, adalah tempat diman aku dapat mengingatmu. Tempat ini penuh dengan dirimu, kenangan tentangmu, tentang kita. Tetapi tetap saja, itu hanyalah kenangan, kenangan yang seumur hidup tak mungkin bisa kulupakan.

Mungkin kau bisa melihatku dari sana, melihat apa yang sedang kulakukan disini. Tapi jangan khawatir, aku baik-baik saja. Apa kau juga baik-baik saja disana? Tanpa kusadari air mataku mulai berjatuhan (lagi). Aku benci menjadi seperti ini, apalagi bila ternyata kau dapat melihatku. Aku tidak mau kau khawatir apalagi sedih karena melihatku seperti ini. Tapi aku juga tidak bisa menahan diriku untuk tidak menangis.

Dan sekarang, aku kembali teringat kenangan tentangmu, tentang kita. Aku tidak bisa melupakan bagaimana ekspresi pertamamu ketika melihatku, ketika mendengar suaraku, aku benar-benar tidak dapat melupakannya.

beberapa bulan yang lalu
“Hyung, ini suratmu!” ucap Taemin sembari memberikan setumpuk surat padaku. “Oh, gumawo” aku mengambil surat dari tangan Taemin, melihatnya satu persatu, berharap menemukan sesuatu yang ku tunggu-tunggu.

“Hei,” Jonghyun hyung menepuk pundakku. Dia jongkok disampingku sambil melihat surat-surat yang sudah berhamburan di lantai. “mencari surat itu lagi?”

“Oh.” jawabku singkat. “Sepertinya kalian sudah mulai akrab. Kulihat hanya suratnya saja yang rajin kau balas.” Jonghyun hyung berbicara sambil membantuku mencari surat.

“Aku suka padanya.” Mataku tetap saja tidak beranjak dari surat.
“MWO??” Jonghyun hyung teriak. “Suka–suka?” dia menekankan suaranya.
“A.. anya.. bukan suka–suka, tapi dia berbeda dari fans-fans yang lain.” Aku berusaha menjelaskan padanya. “berbeda? Berbeda bagaimana? Apa dia lebih cantik?”

“em.” aku mengangguk. “lebih cantik dibanding SNSD sunbaenim.” aku melanjutkan. Aku memalingkan mukaku kearah Jonghyun hyung untuk melihat ekspresinya. Dia terdiam dan tampaknya sedang memikirkan sesuatu.

“Ya! Hyung weireoyo?” aku menyenggol tangannya. Tiba-tiba saja dia terbangun dari lamunannya. “yaahh… Key! Carantha!!” dia menepuk-nepuk pundakku.

“tapi bukan itu yang membuatku suak padanya. Dia sangat baik, dan yang membuat dia berbeda dari yang lain, dia semacam pendengar yang baik. Dia sangat dewasa dan sangat pengertian. Dia tidak pernah mengeluh bila aku lambat membalas suratnya.”

“benarkah?” Jonghyun hyung berkata. “biasanya fans akan cerewet bila kau lambat apalagi tidak membalas suratnya.”

“makanya aku bilang dia berbeda dari yang lain. Pernah waktu itu aku lupa membalas suratnya. Jangka waktunya sebulan dari waktu terakhir dia mengirim surat padaku. Tapi dia tidak marah. Dia bilang dia mengerti posisiku yang tidak punya banyak waktu luang…”

“Ya! Aku ingin melihatnya. Tunjukkan fotonya padaku.” Jonghyun hyung tiba-tiba memotong ucapanku. “tapi aku tidak punya fotonya.” jawabku.

“aah.. kau pelit sekali!”
“benar, aku tidak punya fotonya!” aku meyakinkannya.
“lalu bagaimana kau bisa tahu dia cantik? Apa kau sudah pernah bertemu dengannya?”
“belum” aku menggeleng.
“lalu?”
“aku hanya menggodamu tadi.” Jawabku polos. “mwo? Yaiisshh!!” dia marah padaku dan meleparkan beberapa surat ke mukaku.

“Hyung, jangan dilempar, nanti ada yang hilang!” aku merebut surat dari tangannya. Kemudia aku melihat amplop berwarna biru laut di tangannya.

“Ha!! Akhirnya ketemu.” aku sudah tahu siapa pengirim surat beramplop biru laut itu, surat yang daritadi kucari-cari. Setelah mengumpulkan surat-surat yang berceceran dilantai, aku langsung beranjak masuk kekamar dan dengan senang mebuka surat itu kemudian membacanya dengan seksama.

Seoul, 23 Juli 2009

Annyeong,
Maaf aku tidak menggunakan kalimat formal karena kupikir aku akan canggung bicara denganmu jika aku memakainya. Saat kau melihat suratku, mungkin sudah seminggu dari tanggal pengirimannya, . Tapi tidak apa-apa, karena aku tahu aktivitasmu sangat padat.

Apa kabarmu? Terakhir kau membalas suratku kau bilang kau sedang tidak enak badan. Aku merasa khawatir padamu saat itu, tapi aku lega karena pastinya member-member yang lain akan menjagamu.
Di surat terakhir yang kau kirim, kau bertanya kenapa pada awalnya aku tidak menyukaimu ya kan? Sebenarnya aku sangat malu padamu pada saat aku memberitahumu tentang hal ini, tapi aku hanya ingin jujur.

Pertama kali aku mengenal SHINee bukan saat kalian perform atau melihat MV kalian, tapi pada acara variety show (sudah pernah kusebutkan sebelumnya). Aku melihatmu marah waktu itu (meskipun itu bukan sungguh-sungguh).

Dalam hati aku berkata, “public figure macam apa yang tidak bisa menjaga image-nya di depan umum?”
Sejak saat itu aku tidak menyukaimu. Tapi saat aku melihatmu di variety show lainnya, kau benar-benar ramah dank au selalu bicara jujur. Jika kau tidak menyukainya, kau akan langsung bicara atau setidaknya menunjukan ketidaksukaanmu. Dari situ aku sadar bahwa meskipun kau seorang idol, tapi kau tetaplah manusia biasa. Maka dari itu, aku sangat menyukai kejujuranmu.

Waaahh.. aku harap kau tidak membenciku setelah aku mengatakan semua ini. Aku datang ke acara TV yang kau hadiri hari rabu kemarin dan aku senang aku bisa melihatmu. Sebenarnya aku sangat ingin menyapa dan ngobrol padamu tapi aku takut, keberanianku belum sebesar itu. Padahal jika dipikir-pikir, mungkin kesempatanku tidaklah sebanyak orang lain. Na baboya.

Sepertinya kali ini aku sangat banyak bicara, tidak terasa ini sudah hampir habis lembar keduanya. Ya sudah, aku rasa surat dariku sampai disini saja. Aku harap album barumu laku keras dan lagumu banyak disukai oleh banyak orang. Oh ya, rahasia yang waktu itu aku ceritakan padamu, aku mohon jangan beritahu siapa-siapa ya, termasuk para membermu. Memang mereka tidak mengenalku tapi aku tidak mau kalau orang lain sampai tahu. Ok?

Bye Kim Ki Bum.
Love your fan, Song Yoo Jin.

Aku membaca suratnya sekali lagi karena tidak mau tertinggal satupun hal yang dikatakannya. Kata-katanya sangat kusukai, dan juga cara dia yang memperlakukanku seperti teman yang sudah akrab dengannya, Kim Ki Bum, bukan Key SHINee.Bukannya aku membenci Key, tetapi bagiku sangatlah sulit mendapatkan orang yang dapat menerimaku sebagai dirku sendiri.

“Ya, nom bwoe?” Tanya Onew hyung. “oh? membaca surat.” jawabku singkat. “surat apa? Kelihatannya kau serius sekali.” Dia menghampiriku.

“oh, surat dari fans.” aku menengoknya kali ini. “ooh. Apa isinya?” dia kembali bertanya.
“rahasia” jawabku singkat. Onew hyung keluar dengan raut wajah cemberut.

Aku berusaha mengabaikannya dan kembali berkonsentrasi pada surat. Aku segera mengambil selembar kertas dan sebuah pulpen. Lama aku berfikir, apa yang harus aku tulis disini. Banyak sekali yang mau aku curahkan padanya, masalah pekerjaan, masalah sekolah bahkan masalah pribadiku.

Seoul, 25 Juli 2009

Annyeong,
Maaf karena aku juga tidak menggunakan kalimat formal tapi aku melakukannya karena kita seumur, benar kan? Jadi tidak perlu memakai bahasa formal menurutku. Kau tahu? Hari ini aku sengaja menunggu suratmu dan tidak pergi keluar untuk refreshing (asal kau tahu saja, hari ini kami diberi libur). Wah, seharusnya kau merasa bangga loh!

Yoojin-na, sebenarnya aku marah sekali padamu karena kau tidak mau menegurku waktu itu. Coba kalau kau menegurku, pasti kita sudah bertemu. Aku ingin sekali bertemu denganmu, tapi jujur saja aku mengkhawatirkanmu. Aku tidak mau kita terkena gossip yang tidak-tidak (bukannya aku khawatir dengan image-ku, tapi aku tidak mau orang-orang berfikir yang macam-macam padamu).

Setelah membaca suratmu aku langsung membalasnya agar kau tidak menunggu lama. Waah.. banyak sekali yang ingin aku ceritakan padamu, tapi aku tidak tahu apa kau tahan untuk mendengarnya atau tidak.

Baiklah. Hal pertama yang ingin aku bicarakan yaitu masalah pekerjaanku. Semenjak promo album terbaru kami, aktivitas dan schedule kami semakin padat. Tapi untungnya kerja keras kami membuahkan hasil yang bagus. Single kami berada di urutan chart pertama (pasti kau sudah tahu kan)? Aku sangat senang sekali, meskipun lelah tapi setidaknya semua kelelahanku terbalas. Ini semua juga berkat dukunganmu.

Yang kedua masalah di dorm. Waah, terkadang aku merasa terkekang. Tidak boleh kesana, tidak boleh kesini, tidak boleh begini, tidak boleh begitu. Bukan hanya aku yang merasa seperti itu, bahkan Minho-pun bilang begitu padaku.
Karena sekarang sudah banyak orang yang mengenal kami, kami tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa memancing perhatian kami. Bahkan jalan-jalan ketamana pun kami harus menyamar atau tidak ditemani bodyguard. Waah… dorm sudah serti penjara bagiku.

Satu-satunya yang membuatku bahagia adalah suratmu. Aku tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain padamu. Meskipun kita belum ernah bertemu, tapi entah mengapa aku percaya padamu dan aku merasa bahwa kau bukanlah fans melainkan sahabatku, sama seperti hyung dan dongsaengku.

Yoojin-na, bolehkah aku meminta nomor hp-mu? Berkomunikasi lewat surat membuatku tidak sabar, lagipula lebih enak kalau kita bisa mengobrol langsung. Jika kau sudah terima surat ini, telpon aku ke nomor 101-998-881.
Yoojin-na, aku meunggu telpon darimu.

Your lovely idol, Kim Ki Bum.

Aku mengakhiri surat itu, melipat dan memasukannya kedalam amplop. Setelah itu, aku minta tolong kepada security apartemen kami untuk mengantarkannya ke tukang pos.
“aahh, aku sudah tidak sabar untuk mengobrol dengannya.” batinku.

Keesokkan harinya

Key pov

Juliette ohh
Yung ho neul ba chil ggeh yo
Juliette ohh

Hp-ku bordering tanda ada panggilan masuk. Aku melihat ke screen handphone dan itu adalah nomor yang tidak ku kenal. Lama aku membiarkannya kemudian baru kuangkat.

“yeobseyo?” aku menjawab telpon itu.

“ne yeobseyo.” jawab seseorang di seberang, suara perempuan.

“ini siapa?” aku bertanya.

“Ki Bum-shi.” dia menyebut namaku. Aku semakin penasaran. “ye, ini siapa?” aku kembali bertanya.  “Ini Yoojin, Song Yoo Jin” ulangnya. Jantungku serasa mau berhenti. Sesaat aku terdiam, seakan tidak percaya. “Yoojin? Dia menelponku?” batinku.

“yeobseyo? Ki Bum-shi?” dia memanggil namaku.

“ne.” jawabku dari lamunan. “ini, benar Yoojin-shi? Song Yoo Jin-shi?” aku kembali meyakinkan.

“ne. waktu itu kau memberiku nomor hp-mu di surat, makanya aku menghubungimu. Kau masih ingat kan?” “keroum” aku menjawab.

“kau sedang apa Ki bum-shi?” dia bertanya. “tidak perlu memanggilku Ki bum-shi, ckup Ki bum saja.” Aku merasa risih jika dia menyebutku secara normal.

“oh, baiklah. Ki bum-a, kau sedang apa?” dia kembali bertanya. Entah kenapa aku merasa sangat senang mendapat telpon darinya, aku tidak bisa berhenti tersenyum.

“aku sekarang sedang di sebuah acara program music. Kau sendiri sedang apa?” aku kembali bertanya. “oh, kau sedang kerja? Apa aku mengganggu?” nada suaranya mengatakan dia merasa tidak enak.
“tidak, sekarang belum waktunya tampil. Tapi tunggu..” aku berhenti

“kenapa?” ucapnya.

“kau sekarang tidak menonton acaraku di tv ya? Kau bilang kau fan berat SHINee, tapi mengapa kau tidak tahu kalau SHINee hari ini tampil di acara tv?” selidikku. Mendengar itu diapun tertawa. Aku semakin bingung. “Yoojin-a, kenapa kau tertawa?” tanyaku keheranan.

“aku hanya menggodamu. Aku sekarang ada di sini, jadi kau tenang saja. Mana mungkin aku melewatkan penampilan penyanyi favoritku?” jawabnya.

“lalu mengapa sepi sekali?” selidikku. “sekarang aku sedang di toilet, karena tidak mungkin sekali jika aku menelponmu diantara penonton, bisa-bisa obrolan kita ga nyambung.” Candanya.

“Next perform SHINee”
Aku mendengar itu dan buru-buru pamit pada Yoojin. “Yoojin-a, kami akan tampil berikutnya. Cepatlah kau kembali ke tempat dudukmu. Ok?”

“arrasso” jawabnya dan dia pun menutup telponku. Buru-buru aku meng-save nomor hp-ny di phone book-ku.

“baiklah, aku akan member penampilan terbaikku untuk Yoo Jin” batinku.

TBC

Iklan

5 thoughts on “Ff: The Real of Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s