Fanfic: Goodbye My Sun

Cast: Yoona – Key

Genre: Romance

Rating: 13

annyoung jal jinaeni
(hello, how are are you?)

gwiyubdun ni ulgooleun yaejun gwa gateunji
(is your face still cute like before?)

Hari ini aku duduk di bangku taman yang panjang, hanya sendiri. Orang yang biasanya menemaniku kini telah meninggalkanku, meninggalkan luka yg amat sangat besar dalam hatiku.

_________________________

Key pov*

“Sepertinya kau sangat suka tempat ini” ucapku pada seorang wanita yang tengah melamun.
“Kau mengagetkanku!” Protesnya smbil mencibirkan bibirnya. “Salahmu sendiri yang melamun!” Akupun membalas cibirannya.
“Kenapa kau kesini? Bukannya kau benci tempat ini?” tiba-tiba dia bertanya. “Oh? Bukan apa-apa” jawabku singkat.
“Jangan-jangan kau kesini karena aku ya?” Secara tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya dan hal itu berhasil membuatku terkejut.
“YA! Kau ini..” Omonganku terpotong karena tawanya, tawanya yang amat manis, yang tidak pernah kuduga akan hilang dan aku tidak akan pernah bisa melihatnya lagi.
“Kenapa kau tertawa?” ucapku sinis.
“Wajahmu yang memerah sangatlah lucu! Haha~” dan sekarang dia benar-benar tertawa terpingkal-pingkal. Setengah malu aku meraba wajahku.
“Sudahlah, aku pulang dulu ya!” dia beranjak dari tempat duduknya dan mengelus lembut salah satu pipiku. Tanpa kusadari, sekarang pipiku sudah seperti tomat.

***

Yoona pov*
Aku berjalan menyusuri jalanan. Huh, mengapa hari ini Seoul dingin sekali? batinku. Tak sengaja aku melihat sesuatu yang menarik perhatianku, toko pernak-pernik yang penuh dengan warna pink. Hah, jika melihat warna pink aku jd teringat key, my pinkkey. Ya, my namja chinggu, key.

Mengikuti langkah kakiku, aku memasuki toko itu. Aku seperti berada di dunia dongeng. Semuanya berwarna pink, sangat cantik. Semua yang kulihat serasa mimpi. Dari mulai bando, pita rambut hingga kaus kaki semuanya berwarna pink. Entah muncul darimana tiba-tiba aku berniat membelikan sesuatu untuk key, secara dia sangat menyukai dan mengagumi warna pink, sm seperti Sungmin oppa. Ah, sebaiknya aku jg membelikan Sungmin oppa.

Aku melihat-lihat barang yang kira-kira bisa digunakan oleh laki-laki. Cukup sulit, karena warna pink identik dg perempuan. Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah syal. Syal itu berwarna pink dengan garis-garis putih, tidak bercorak apa-apa alias polos. Aku memegangnya, halus, batinku. Bahannya pun dr wall, yg bs menghangatkan badan di suhu yg dingin seperti sekarang ini. Key pasti akan suka! Lalu aku memilih kaus kaki berwarna pink dengan corak bunga untuk Sungmin oppa. Setelah membayar, aku minta keduany di bungkus seperti kado agar terlihat istimewa. Benar-benar kado yang sempurna!

***

Keesokan harinya,
Key pov*
“Apa ini?” aku menggucang-guncang kotak yg di berikan oleh Yoona. “Buka saja!” Jawabnya sambil tersenyum manis. Sambil tetap menatapnya, aku membuka kertas pembungkus dengan asal dan melihat kotak berwarna pink. Aku memberi tatapan ‘ini apa?’ padanya tapi dia membalas dg tatapan ‘buka saja’. Perlahan aku membuka kotak itu dan menemukan sesuatu berwarna pink. Aku memegangnya. Lebut, itu kesan pertamaku. Perlahan aku menariknya keluar dari kotak dan ketika semua sdh tertarik keluar, aku tersenyum lebar melihat hadiah darinya.

“Kau suka?” Tanyanya dengan nada penasaran. Aku menggeleng dan melihat bagaimana reaksinya. “Kenapa? Kan warnanya pink!” teriaknya protes. “Jelek!” jawabku sambil memasukkan kembali syal ke dalam kotaknya. Aku kembali melihat wajahnya dan aku sangat terkejut melihat matanya yang tiba-tiba merah. Seketika aku merasa sangat bersalah.

“Hei, kau kenapa? Yoona-ah.” aku memegang kedua pundaknya. Wanita ini sangat mungil. Meskipun sekarang dia sedang berdiri tegak, tapi tingginya tidak lebih dari daguku. Dia menangis tertunduk, baru kali ini aku melihatnya menangis. Aku menyentuh dagunya dan mengangkat kepalanya. Ya Tuhan, dia benar-benar menangis! Dia terisak melihat wajahku, akupun merasa sangat bersalah padanya. Aku menarik lembut tubuhny dan kupeluk dia. Dia masih saja menangis. Aku membelai rambutnya perlahan, dan mencium kepalanya.

“Jadi, kau tidak suka hadiah dariku?” Ucapnya terbata karena tangisnya. Aku melepaskan pelukanku dan menatap matanya dan tersenyum, “babo! Aku kan hanya bercanda. Masa kau tidak bisa membedakan mana yang serius dan mana yg tidak.” diapun tersenyum perlahan. Aku mengambil kotak itu dan mengeluarkan lg syal yg dia berikan padaku. Kulilitkan di leherku dan kini diapun tersenyum. “Bagaimana? Bagus?” tanyaku. Dia mengangguk setuju.
“Tapi kenapa tiba-tiba kau memberiku hadiah? Ini kan bukan hari ulang tahunku.” Seketika aku heran dengan tingkahnya ini. Dia hanya tersenyum dan menjawab, “tidak ada yg istimewa, aku hanya ingin memberikan hadiah saja untukmu.”
“Tapi..”
“Tapi apa?”
“Ini semua tidak gratis! Kau juga harus memberiku hadiah!”
“Ya, mana ada org yg minta balasan?” ucapku protes.
Dia hanya tersenyum. “Baiklah, untuk pacarku yang satu ini, aku akan memenuhi permintaanmu.” ucapku dan kembali memeluknya.

***
Yoona pov*
Karena janjinya, Key menyuruhku untuk datang ke taman hari ini. Dia bilang hari ini dia akan membalas hadiahku waktu itu. Aku sangat senang hingga hawa dinginpun tidak dapat merusak kebahagiaanku hari ini.

Karena hari ini sangat dingin, sangatlah susah untuk mendapat kendaraan umum. Di jalanan pun tidak terlihat sepeda motor atau sepeda satupun. Orang-orang memilih untuk naik bus ataupun kereta bawah tanah. Lama aku menunggu, aku tidak juga mendapat bus. Dari tadi Key sudah menelponku menyuruhku bergegas. Akupun jadi bingung! Karena aku tidak ingin membuatnya menunggu, ku putuskan untuk berjalan kaki, yah daripada waktuku terbuang disini sia-sia, lagipula jarak dari sini ke taman tempat kami biasa bertemu tidak terlalu jauh.

Aku menunggu lampu merah menyala. Ketika lampu hijau padam dan di gantikan oleh si lampu merah, akupun menyebrangi jalan. Tiba-tiba hp-ku bunyi. Akupun berhenti dan merogoh tasku untuk mengambil hp-ku. Terlihat nama key di screen hp-ku. Aku menekan tombol hijau di hp dan tanpa kusadari pula, ternyata lampu merah pada traffic lamp sudah berganti menjadi hijau.

***

Key pov*
Aku berlari sekencang mungkin. Entah sudah berapa orang yang kutabrak, bahkan yang sudah memakiku, tapi tetap saja aku terus berlari menyusuri koridor rumah sakit. Aku berusaha mencapai kamar dimana Yoona berada, tapi entah mengapa sepertinya ruangan itu sangat jauh. Ini dia! Akhirnya aku berada di depan kamarnya. Setelah mengatur nafasku yang ngos-ngos’an karena berlari, aku mengetuk dan membuka pintu kamar. Aku melihat beberapa orang yang tidak ku kenal dan mataku langsung tertuju pada sosok yang terbaring lemah di tempat tidur.

“Yoona” aku memanggil namanya sambil berjalan menuju tempat tidurnya. Aku duduk di kursi di sebelah kasurnya dan menggenggam tangannya. Dingin sekali, itulah yang kurasakan.

“Maaf” ucap seseorang di belakangku. Aku menoleh dan dia tersenyum padaku. “Apa Anda yang tadi menelpon nona ini?”
Aku hanya mengangguk. Tiba-tiba dia menyodorkan hp Yoona yang berlumuran darah, darah Yoona. Aku mengambil hp Yoona dari orang itu dan seketika air mataku jatuh bercucuran.
“Tadi ketika menyebrang, tiba-tiba nona ini berhenti di tengah jalan untuk mengangkat telepon. Mungkin dia tidak sadar kalau traffic lamp sudah berubah hijau, makanya tadi dia tidak sengaja tertabrak.” Orang itu kembali menjelaskan. Hatiku sesak sekali.

Ku lihat hp itu, kacanya retak, tapi hp itu masih bisa menyala. Aku melihat wallpaper-nya, fotoku bersamanya, dan aku memakai syal yang dia berikan padaku, sama seperti hari ini. Aku meletakkan hp itu di atas meja dan kembali menggenggam tangannya. Dingin. Ku keluarkan sesuatu dari kotak pink, sepasang sarung tangan berwarna pink dengan garis-garis putih, sama seperti syalku. Aku kenakan di tangannya agar dia merasa lebih hangat.

Jujur, saat ini aku tidak tahu Yoona masih hidup atau tidak, dan aku tidak mau tahu. Aku terlalu takut untuk tahu.

Sesaat, seorang dokter memasuki ruangan. Ekspresi wajahnya, aku tidak bisa menjelaskan ekspresi wajahnya saat itu. “Maaf, jika saya boleh tahu Anda ini?” dia menggantungkan kata-katanya.
“Saya Key, pacarnya dok.” Aku beranjak dari kursi dan menjabat tangannya.
“Ah, baiklah Tn. Key. Saya yakin Anda mengerti kalau kami telah melakukan yang terbaik yang kami bisa lakukan.” dia berbicara dengan ekspresi sedih, dan aku sama sekali tidak mengerti maksudnya.

“Maafkan kami tapi korban sudah terlambat di bawa ke Rumah Sakit. Kami tidak bisa berbuat apa-apa.” Dia berjalan melewatiku dan menutup wajah Yoona. Aku benar-benar shock. Tidak tahu apa yang harus kulakukan. Menangis? Berteriak? Entahlah.
___________________________________________________
“Oh, Key.”
“Kau dimana? Cepatlah kesini!”
“Iya, aku…” Ciiiiittt, brraak!!
“Yeobseyo? Yoona-ah? Yoona-ah ada apa? Yeobseyo? YOONA!!”
___________________________________________________

Sebenarnya aku sangat membenci taman ini! Penuh kenangan indah tentang Yoona yang seharusnya membuatku bahagia. Yoona yang kerap duduk disini sambil mendengarkan musik, membiarkan angin membelai lembut wajah mulusnya. Dan sekarang, aku rasa anginpun akan sama kesepiannya seperti diriku, menjalani hari tanpa adanya matahari yang menyinari tempat ini, dan juga hatiku.

jalgayo nae sarang ijen bonaejoolggaeyo
(goodbye, my love. i’ll let you go now)

giuk choouk modoo ijeulggaeyo
(the remembrances and the memories, i’ll forget them all)

hanbun dan hanbunman nul dashi bogae dwaemyun ulmana joeulgga
(one time, just one more time, if i am to see you again, how nice would that be)

geuman nul gwaelob hyuhla seuseulo dajimhago
(I keep promising myself to stop bothering you)

jookeun deut gidalyuhdo niga oneun gun aniduhla
(even though i wait until death, you won’t come)

jalgayo nae sarang ijen bonaejoolggaeyo
(goodbye, my love. i’ll let you go now)

Saranghaeyo

-the end-
Iklan

10 thoughts on “Fanfic: Goodbye My Sun

  1. sepertinya dulu pernah baca di bloggaul dech..
    tapi kayaknya gagal terus waktu mau komen*komennya masuk ngga ya?*

    komen lagi aja dech…
    aku suka lho ma ceritanya..
    new pair couple juga nich..
    *walau berharap Seo-Key*

    ayo bikin lagi ya^^

    • iy, abis skrg bloggaul ribet sih onn, makany bkin blog baru.
      hhe…
      tapi masuk ko comment’a wkt it.

      makasih onn udh suka + comment.
      iy ini new pair, abs bosen kalo key sm seohyun mulu ato ga yoona ama jonghyun mulu.
      hhe..

      • Dian…ajarin cara bikin bannernya yoona itu dong..
        pake apa ya???
        hehehe
        maap aku masih gatek ma WP nich^^

        iya..saking errornya sampe susah mau reply komen tuch..

      • bikin banner? gampang ko onn.
        onnie buka “my dasboard” trus onnie buka “tampilan” & pilih “kepala halaman”

        tapi foto yg mo dijadiin banner itu harus di edit ukurannya jadi 760×190 piksel onn, aku editnya pake photoscape.

        sama ko onn, ak juga masih gaptek bgt, masukin widget aja br bs kmren. mo app komen onnie aja susahnya minta ampun.
        hhe..

  2. Crta.a kKeE3eeerrrreeeennnn bgt! So sweet sklgus mnyedihkn. . .hiks hiks *nngiz smbil mkul2 guling! Hehe^^*
    tp bneran keren loch onnie ^_<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s